SEJARAH SINGKAT PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) OGAN KOMERING ILIR (OKI)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam
Pergerakan, Sahabat-Sahabati!
A.
Pendahuluan
Perkembangan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII) tidak dapat dipisahkan dari perkembangan pendidikan tinggi dan dinamika
daerah tempat organisasi tersebut tumbuh dan berkembang. Sebagai salah satu
organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, PMII memiliki basis utama dari kalangan
mahasiswa. Oleh karena itu, keberadaan perguruan tinggi di suatu daerah menjadi
salah satu faktor penting dalam tumbuhnya kaderisasi dan perkembangan
organisasi PMII.
Demikian
pula dengan keberadaan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
Ogan Komering Ilir (PC PMII OKI). Kehadiran PMII di Kabupaten Ogan Komering
Ilir pada awalnya tidak terlepas dari keberadaan perguruan tinggi, khususnya STAI
Ash-Shiddiqiyah, yang saat ini telah beralih menjadi IAI Nusantara
Ash-Shiddiqiyah.
Berdasarkan
cerita dan penuturan sejumlah alumni PMII di Kabupaten Ogan Komering Ilir,
sebelum adanya pemekaran wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten
Ogan Ilir, sekitar tahun 1998 dan setelahnya, telah terdapat aktivitas PMII di
wilayah OKI. Pada masa tersebut, pusat kegiatan dan pengkaderan berada di
lingkungan kampus Universitas Sriwijaya (UNSRI) Indralaya.
Namun,
seiring berjalannya waktu, aktivitas PMII di wilayah OKI mengalami stagnasi dan
tidak berjalan secara optimal. Kondisi tersebut berlangsung selama beberapa
tahun hingga kemudian muncul kembali semangat untuk menghidupkan dan
mengembangkan PMII di Kabupaten Ogan Komering Ilir
.
B. Awal Kebangkitan PMII di Kabupaten OKI
Berdirinya perguruan tinggi di
Kabupaten Ogan Komering Ilir, yaitu STAI Ash-Shiddiqiyah, menjadi salah satu
tonggak penting bagi kebangkitan kembali PMII di daerah ini. Dari lingkungan
kampus inilah kemudian mulai tumbuh kembali semangat dan ruh perjuangan
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.
Setelah pelaksanaan penerimaan
mahasiswa baru melalui berbagai rangkaian kegiatan seperti OSCAR, OPSEK, OPDIK,
dan kegiatan lainnya, muncul inisiatif untuk memperkenalkan PMII kepada
mahasiswa STAI Ash-Shiddiqiyah.
Inisiatif tersebut dipelopori
oleh Sahabat Darul Abror, seorang alumni PMII dan mantan Ketua Cabang
PMII OKU Timur. Beliau berinisiatif untuk mendirikan dan mengembangkan PMII di
lingkungan kampus STAI Ash-Shiddiqiyah.
Dalam rangka mewujudkan gagasan
tersebut, Sahabat Darul Abror kemudian melakukan silaturahmi dan sowan kepada
seniornya, yaitu Sahabat Muhammad Mukhsin, yang juga merupakan alumni
PMII OKU Timur dan pernah menjabat sebagai Ketua Cabang PMII OKU Timur.
Gagasan tersebut kemudian
dimusyawarahkan bersama Ustadz Agus Sholikhin, selaku Ketua STAI
Ash-Shiddiqiyah, bersama Ustadzah Naila Rohmaniyah, yang juga merupakan
alumni PMII dari Jawa Timur.
Selanjutnya, PMII mulai
diperkenalkan kepada mahasiswa STAI Ash-Shiddiqiyah melalui berbagai kegiatan,
salah satunya adalah workshop dan pelatihan kepemimpinan serta keorganisasian.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Pengurus Cabang PMII OKU Timur, di
antaranya:
· Sahabat Heri Amanuddin, selaku Ketua Cabang PMII OKU Timur;
·
Sahabat
Sutikno, selaku Ketua Bidang Kaderisasi;
·
Sahabati
Heni Iswanti, selaku Ketua KOPRI;
·
Sahabat
Zainal Mu’tadin;
·
Sahabati
Eka Pratuningsih; dan
·
Sahabat
Ais Aditya.
Melalui kegiatan tersebut,
mahasiswa STAI Ash-Shiddiqiyah mulai mengenal lebih jauh tentang PMII,
nilai-nilai perjuangan, sistem kaderisasi, serta peran PMII sebagai organisasi
mahasiswa Islam.
Setelah terjalin hubungan dan silaturahmi yang baik dengan PC PMII OKU Timur, mahasiswa STAI Ash-Shiddiqiyah mulai dilibatkan dalam berbagai kegiatan PMII OKU Timur. Setiap kali PC PMII OKU Timur melaksanakan kegiatan, mahasiswa dari STAI Ash-Shiddiqiyah turut diundang dan diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.
Beberapa mahasiswa yang pada saat
itu mengikuti kegiatan PMII di OKU Timur antara lain:
·
Sahabati
Inayah;
·
Sahabati
Yuhyi Qoyani;
·
Sahabat
M. Andi Imron;
·
Sahabat
Wayan Khoirul;
·
Sahabat
Abu Harang; dan
·
Sahabat
Eko Budianto.
C. Awal Kaderisasi dan Berdirinya Komisariat
Setelah mengikuti kegiatan Masa
Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di Kabupaten OKU Timur pada tahun 2012,
para mahasiswa tersebut kemudian melaksanakan MAPABA di lingkungan kampus STAI
Ash-Shiddiqiyah dengan bantuan dan pendampingan dari panitia serta kader PMII
OKU Timur.
Setelah pelaksanaan MAPABA
pertama tersebut, dibentuklah Komisariat Persiapan STAI Ash-Shiddiqiyah.
Pada awalnya, kepengurusan
komisariat dipimpin oleh Sahabat Jepri. Namun, karena beliau berhenti
kuliah, kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Sahabat Hamid Mahmud.
Selanjutnya, karena alasan yang sama, kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Sahabat
M. Andi Imron pada periode 2012–2013.
Pada periode tersebut, kegiatan
yang dilaksanakan antara lain follow up kaderisasi dan Khotmil Qur’an.
MAPABA Kedua dan
Periode Kepemimpinan Sahabat Ridwan
Pada akhir tahun 2012, setelah
penerimaan mahasiswa baru, kembali dilaksanakan MAPABA kedua di STAI
Ash-Shiddiqiyah. Kegiatan tersebut juga mendapat bantuan dari Pengurus Cabang
PMII OKU Timur yang pada saat itu dipimpin oleh Sahabat Sutikno.
Setelah pelaksanaan MAPABA kedua,
dilakukan pergantian kepengurusan Komisariat STAI Ash-Shiddiqiyah. Karena
keterbatasan sumber daya manusia dan belum adanya kader yang mengikuti
Pelatihan Kader Dasar (PKD), maka kepengurusan dibentuk dengan memberdayakan kader-kader
yang ada.
Pada periode 2013–2015, terpilih:
·
Sahabat
Ridwan, sebagai Ketua Komisariat;
·
Sahabat
Juniska, sebagai Sekretaris.
Selama dua tahun kepengurusan,
berbagai kegiatan dilakukan untuk mengembangkan PMII di Kabupaten OKI. Kegiatan
yang sebelumnya lebih banyak dilaksanakan di lingkungan kampus kemudian
dikembangkan melalui kegiatan yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah para
anggota.
Strategi tersebut dilakukan
sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan PMII kepada mahasiswa dan masyarakat,
sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan antaranggota.
Selain itu, kader-kader PMII juga
mengikuti Pelatihan Kader Dasar di Kerinci, Jambi, serta melaksanakan PKD
se-Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Pada bidang pemberdayaan, KOPRI juga
mulai mengembangkan kegiatan wirausaha, salah satunya melalui usaha produksi
keripik.
D. Perkembangan Komisariat dan Awal
Pembentukan Cabang PMII OKI
Setelah pelaksanaan Rapat Tahunan
Komisariat (RTK) ke-III, terpilih Sahabat Imam Mahfud sebagai Ketua
Komisariat dan Sahabat Misbahus Surur sebagai Sekretaris untuk periode
2015–2017.
Pada sekitar tahun 2015, berdiri
perguruan tinggi baru, yaitu STIQ An-Nur. Selanjutnya, dilaksanakan
MAPABA dan dibentuk kepengurusan Komisariat STIQ An-Nur.
Dalam proses tersebut, terpilih Sahabat
Fatkhul Mubarok sebagai Ketua Komisariat STIQ An-Nur periode 2016–2017.
Kepengurusan tersebut kemudian dilantik oleh Sahabat Sutikno, selaku
Ketua Cabang PMII OKU Timur.
Seiring dengan berkembangnya
komisariat-komisariat PMII di Kabupaten OKI, muncul gagasan dari para alumni
dan kader untuk membentuk Pengurus Cabang PMII sendiri di Kabupaten Ogan
Komering Ilir.
Gagasan tersebut semakin kuat
setelah sejumlah kader dan alumni mengikuti kegiatan PKL di Indralaya,
Kabupaten Ogan Ilir. Dari sinilah muncul kesadaran bersama bahwa Kabupaten OKI
perlu memiliki kepengurusan cabang PMII sendiri.
E. Perjalanan Kepemimpinan PC PMII
OKI
1.
Sahabat Khoiri Hasim (Ketua Cabang
Persiapan Periode 2015–2016)
Atas inisiatif dan arahan para alumni, khususnya Sahabat Darul Abror, ditunjuklah Sahabat Khoiri Hasim sebagai Ketua Cabang Persiapan PMII OKI.
Dalam
kepengurusan tersebut:
·
Sahabat
Khoiri Hasim sebagai Ketua;
·
Sahabat
Ali Ikhwan sebagai Sekretaris;
·
Sahabati
Yuhyi Qoyani sebagai Ketua KOPRI.
Pada
saat itu, Sahabat Khoiri Hasim juga menjabat sebagai Ketua Dewan Eksekutif
Mahasiswa (DEMA). Kondisi tersebut menyebabkan konsentrasi terhadap proses
pengurusan administrasi dan pengajuan Surat Keputusan (SK) ke Pengurus Besar
PMII belum dapat dilakukan secara optimal.
Pada akhirnya, pengajuan tersebut belum berhasil mendapatkan SK karena terdapat kelengkapan administrasi yang belum terpenuhi. Bersamaan dengan kondisi tersebut, aktivitas PMII di Kabupaten OKI kembali mengalami stagnasi selama kurang lebih satu tahun.
2. Sahabat Ali Ikhwan Ketua Cabang
Persiapan Periode 2016–2017
Pada tahun 2016, semangat para kader untuk membentuk Pengurus Cabang PMII OKI kembali tumbuh. Gerakan tersebut dipelopori oleh Sahabat Ali Ikhwan dan Sahabat Ridwan.
Kemudian
dilaksanakan Konferensi Cabang (KONFERCAB) pertama PC PMII OKI pada
tanggal 23 Januari 2016 bertempat di Aula Desa Lubuk Seberuk.
Dalam
konferensi tersebut terpilih:
·
Sahabat
Ali Ikhwan,
sebagai Ketua Cabang Persiapan;
·
Sahabat
Juniska,
sebagai Sekretaris;
·
Sahabati
Riski Fitriani,
sebagai Bendahara;
·
Sahabati
Siti Rosyidah,
sebagai Ketua KOPRI.
Berkat kerja sama, kesungguhan, dan perjuangan seluruh pengurus serta kader, akhirnya Sahabat Aminuddin Ma’ruf, selaku Ketua Umum PB PMII, menerbitkan SK Cabang Persiapan untuk PC PMII OKI.
Pada
periode ini, fokus utama kepengurusan adalah memperkuat eksistensi PMII di
Kabupaten Ogan Komering Ilir agar PMII dapat dikenal dan diterima oleh
pemerintah serta masyarakat.
3. Sahabat Juniska Ketua Cabang
Periode 2017–2018
Pada KONFERCAB ke-II PC PMII OKI yang dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2017 di Aula MWCNU Lempuing, Desa Tugu Mulyo, terpilih:
·
Sahabat
Juniska,
sebagai Ketua Cabang;
·
Sahabat
Ridwan,
sebagai Sekretaris;
·
Sahabati
Purwaningsih,
sebagai Bendahara;
·
Sahabati
Sarah Wati,
sebagai Ketua KOPRI.
Pada
periode ini, PC PMII OKI berhasil mendapatkan SK Definitif pertama.
Selain
itu, dilakukan pembenahan terhadap kepengurusan komisariat yang secara
administratif telah berakhir masa kepengurusannya. Kemudian dilaksanakan RTK
dan RTAR.
Di
Komisariat STAI Ash-Shiddiqiyah terpilih Sahabat Alek sebagai Ketua
Komisariat, sedangkan di Komisariat STIQ An-Nur terpilih Sahabat Ari
Setiawan sebagai Ketua Komisariat.
Pada
periode ini juga dibentuk beberapa rayon, di antaranya:
·
Rayon
Hukum Ekonomi Syariah;
·
Rayon
Manajemen Pendidikan Islam.
Kepengurusan
Sahabat Juniska lebih memfokuskan diri pada pembenahan internal organisasi,
khususnya dalam bidang kaderisasi dan administrasi.
4.
Sahabat Imam Mahfud Ketua Cabang
Periode 2018–2020
Pada tahun 2018, dilaksanakan KONFERCAB ke-III bertempat di Aula UPTD Pendidikan Lempuing Jaya pada tanggal 13 Agustus 2018.
Dalam
konferensi tersebut terpilih:
·
Sahabat
Imam Mahfud,
sebagai Ketua Cabang;
·
Sahabat
Ariono,
sebagai Sekretaris;
·
Sahabati
Pipit Aryani,
sebagai Bendahara;
·
Sahabati
Yuni Linda Sari,
sebagai Ketua KOPRI.
5.
Sahabat Miftahudin Ketua Cabang Periode
2020–2022
KONFERCAB ke-IV yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2019 mengalami penundaan karena berbagai kesibukan pengurus dan panitia.
Namun,
berkat semangat perjuangan dan komitmen para kader, KONFERCAB ke-IV akhirnya
dapat dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2020 di Aula MWC NU Lempuing.
Dalam
konferensi tersebut hanya terdapat satu kandidat Ketua Cabang, yaitu Sahabat
Miftahudin, sehingga beliau terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Cabang
PMII OKI.
Kepengurusan
tersebut terdiri atas:
·
Sahabat
Miftahudin,
sebagai Ketua Cabang;
·
Sahabat
Adi Irawan,
sebagai Sekretaris;
·
Sahabati
Uswatun Khasanah,
sebagai Ketua KOPRI.
Kepengurusan
ini melanjutkan estafet perjuangan dan pengembangan PMII di Kabupaten Ogan
Komering Ilir.
6. Sahabat M. Irham Mulfi Ketua Cabang Periode 2022–2023
Pada periode ini, kepengurusan PC PMII OKI dipimpin oleh:
·
Sahabat
M. Irham Mulfi,
sebagai Ketua Cabang;
·
Sahabat
Tito Rahmansyah,
sebagai Sekretaris;
·
Sahabat
Galih Permadi,
sebagai Bendahara;
·
Sahabati
Gilang Mira Safira,
sebagai Ketua KOPRI.
7.
Sahabat Galih Permadi Ketua Cabang
Periode 2023–2025
Pada periode ini, kepengurusan PC PMII OKI dipimpin oleh:
·
Sahabat
Galih Permadi,
sebagai Ketua Cabang;
·
Sahabat
Afiful Munir,
sebagai Sekretaris;
·
Sahabat
Indra Ari Irvan,
sebagai Bendahara;
·
Sahabati
Elen Karlina,
sebagai Ketua KOPRI.
8. Sahabat Aan Novriansyah Ketua Cabang Periode 2026–2027
Pada
periode kepengurusan saat ini, PC PMII OKI dipimpin oleh:
·
Sahabat
Aan Novriansyah,
sebagai Ketua Cabang;
·
Sahabat
Rizal Amril,
sebagai Sekretaris;
·
Sahabat
Dienar,
sebagai Bendahara;
·
Sahabati
Nurmayanti,
sebagai Ketua KOPRI.
F. Peran Alumni dalam Perkembangan
PMII OKI
Perkembangan PMII OKI hingga saat ini tidak terlepas dari peran dan kontribusi para alumni. Seiring berjalannya waktu, banyak alumni PMII yang berasal dari luar Kabupaten Ogan Komering Ilir maupun dari luar Pulau Sumatera kembali ke kampung halaman.
Kehadiran para alumni tersebut
memberikan energi, motivasi, arahan, serta pengalaman bagi para kader PMII yang
sedang berproses.
Beberapa alumni yang turut
memberikan kontribusi dalam perkembangan PMII OKI di antaranya:
·
Sahabat
Ahmad Rojali;
·
Sahabat
Sutikno;
·
Sahabat
Imam Royani Hamzah;
·
Sahabat
Santoso; dan
·
masih
banyak alumni lainnya.
Keberadaan para alumni menjadi
salah satu kekuatan penting dalam menjaga kesinambungan kaderisasi, memperkuat
silaturahmi, serta memberikan motivasi kepada kader-kader PMII di Kabupaten
Ogan Komering Ilir.
G.
Penutup
Sejarah PMII OKI merupakan rangkaian panjang perjuangan, pengabdian, pengkaderan, dan pengorbanan dari para sahabat, sahabati, alumni, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan organisasi.
Perjalanan
PMII OKI tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tantangan, stagnasi,
keterbatasan sumber daya manusia, persoalan administrasi, hingga dinamika
kepengurusan telah menjadi bagian dari proses sejarah.
Namun,
dengan semangat kebersamaan, silaturahmi, kaderisasi, dan perjuangan yang tidak
pernah berhenti, PMII OKI terus tumbuh dan berkembang.
Tulisan
ini merupakan sejarah singkat yang masih sangat mungkin memiliki kekurangan dan
kekeliruan. Oleh karena itu, penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila
terdapat kesalahan dalam penulisan nama, waktu, tempat, maupun rangkaian
peristiwa.
Kritik,
koreksi, dan saran dari para pelaku sejarah, alumni, kader, serta seluruh
sahabat-sahabati sangat diharapkan untuk menyempurnakan sejarah PMII OKI di
masa yang akan datang.
Semoga
sejarah ini dapat menjadi dokumentasi, referensi, dan pengingat bagi generasi
penerus bahwa setiap organisasi besar dibangun melalui proses panjang,
perjuangan, pengorbanan, dan ketulusan para pendahulunya.
Sekali Bendera Dikibarkan, Harap
Lipat Kembali untuk Kegiatan yang Akan Datang.
Duduk Tertindas atau Bangkit
Melawan!
Tangan Terkepal dan Maju ke Muka!
Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit
Thariq.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.









.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)


0 komentar: