MAKALAH ULUMUL QUR’AN
“Aqsam
Al-Qur’an”
Disusun untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ulumul Qur’an
DOSEN
PENGAMPU :
DISUSUN
OLEH :
HANDI PRANATA
Program
Studi : Ekonomi Syariah
INSTITUT AGAMA ISLAM
NUSANTARA
ASH-SHIDDIQIYAH
TAHUN AKADEMIK 2026
Jl. Lintas Timur Desa Lubuk Seberuk
Kecamatan Lempuing Jaya
Kabupaten Ogan Komering Ilir
Sumatera Selatan
30657
KATA PENGANTAR
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ
الرَّحِيْمِ
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi
rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Swt. atas rahmat dan karunia-Nya
sehingga makalah yang berjudul “Aqsam Al-Qur’an” ini dapat diselesaikan.
Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat,
dan seluruh umat yang mengikuti petunjuk beliau.
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ulumul Qur’an serta memberikan
pemahaman mengenai Aqsam Al-Qur’an, yaitu sumpah-sumpah yang digunakan
Al-Qur’an dalam menegaskan suatu pesan atau kebenaran. Pembahasan meliputi
pengertian, unsur-unsur, macam-macam, tujuan, hikmah, contoh ayat, dan
relevansinya dalam pendidikan.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, baik dari segi penyajian
maupun kedalaman pembahasan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun
sangat diharapkan untuk penyempurnaan di masa mendatang.
Semoga
makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa dan pembaca serta menambah wawasan dalam
memahami keindahan bahasa dan kandungan Al-Qur’an.
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Lubuk Seberuk, Juli
2026
Penulis
DAFTAR ISI
C. Macam-Macam Aqsam Al-Qur’an
D. Tujuan dan Fungsi Aqsam Al-Qur’an
E. Hikmah Sumpah dalam Al-Qur’an
1. Sumpah Demi Waktu Dhuha dan Malam
2. Sumpah Demi Matahari dan Cahayanya
G. Nilai Pendidikan dalam Aqsam Al-Qur’an
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan Allah Swt.
sebagai petunjuk bagi manusia. Dalam menyampaikan petunjuk, Al-Qur’an
menggunakan berbagai gaya bahasa dan metode komunikasi agar pesan wahyu dapat
dipahami, dihayati, dan diamalkan. Salah satu bentuk gaya bahasa tersebut
adalah qasam atau sumpah. Aqsam Al-Qur’an menjadi pembahasan penting dalam
Ulumul Qur’an karena sumpah digunakan untuk menguatkan berita dan menegaskan
kebenaran yang disampaikan.[1]
Secara bahasa, qasam berarti sumpah. Dalam tradisi bahasa
Arab, sumpah digunakan untuk memperkuat sebuah pernyataan dengan menyebut
sesuatu yang dianggap agung. Al-Qur’an menggunakan bentuk sumpah dengan cara
yang sangat khas, baik dengan menyebut nama Allah maupun dengan menyebut
berbagai ciptaan dan fenomena alam seperti matahari, malam, fajar, waktu dhuha,
dan sebagainya.[2]
Penggunaan sumpah dengan ciptaan Allah tidak berarti objek
tersebut memiliki kedudukan sebagai Tuhan. Sebaliknya, sumpah tersebut
menunjukkan kebesaran ciptaan dan mengarahkan manusia agar memperhatikan
tanda-tanda kekuasaan Allah. Objek yang dijadikan sumpah mempunyai hubungan
dengan pesan yang hendak ditegaskan oleh ayat.[3]
Kajian Aqsam Al-Qur’an juga penting karena membantu pembaca
memahami struktur ayat, terutama alat sumpah, sesuatu yang dijadikan sumpah,
serta isi atau jawaban sumpah. Dengan mengetahui hubungan ketiga unsur
tersebut, makna ayat dapat dipahami secara lebih mendalam dan tidak hanya
berdasarkan terjemahan literal.[4]
Selain memiliki fungsi kebahasaan, aqsam mempunyai nilai
pendidikan. Ketika Al-Qur’an mengarahkan manusia untuk memperhatikan waktu,
alam, dan fenomena kehidupan, manusia diajak melakukan tadabbur serta mengambil
pelajaran. Oleh karena itu, pembahasan aqsam berkaitan dengan aspek tafsir,
akidah, bahasa, pendidikan, dan pembentukan kesadaran moral.[5]
B. Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian Aqsam Al-Qur’an?
2. Apa saja unsur-unsur sumpah
dalam Al-Qur’an?
3. Apa macam-macam Aqsam Al-Qur’an?
4. Apa tujuan dan hikmah sumpah
dalam Al-Qur’an?
5. Apa contoh Aqsam Al-Qur’an dan pesan
yang dikandungnya?
C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian Aqsam
Al-Qur’an.
2. Menjelaskan unsur-unsur sumpah
dalam Al-Qur’an.
3. Mengidentifikasi macam-macam
Aqsam Al-Qur’an.
4. Menjelaskan tujuan dan hikmah
sumpah dalam Al-Qur’an.
5. Menganalisis contoh ayat yang
mengandung sumpah dan pesan yang ditegaskannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Aqsam
Aqsam merupakan bentuk jamak dari kata qasam yang berarti
sumpah. Secara istilah, qasam adalah ungkapan yang digunakan untuk menguatkan
suatu berita atau pernyataan dengan menyebut sesuatu yang diagungkan oleh pihak
yang bersumpah.[6]
Aqsam Al-Qur’an berarti sumpah-sumpah yang terdapat dalam
Al-Qur’an untuk menegaskan suatu pesan atau kebenaran. Sumpah tersebut menjadi
salah satu bentuk penguatan berita sehingga pembaca diarahkan untuk memberikan
perhatian serius terhadap isi pernyataan yang mengikuti atau berkaitan dengan
sumpah tersebut.[7]
Dalam Al-Qur’an, sumpah dapat menggunakan nama Allah secara
langsung maupun menggunakan ciptaan-Nya sebagai objek sumpah. Ketika
menggunakan ciptaan, hal tersebut mengandung pelajaran agar manusia
memperhatikan ciptaan tersebut dan melihat tanda-tanda kekuasaan Allah di
dalamnya.[8]
B. Unsur-Unsur
Sumpah
Aqsam Al-Qur’an pada umumnya dapat dipahami melalui tiga
unsur utama, yaitu alat sumpah, sesuatu yang dijadikan sumpah, dan isi atau
jawaban sumpah.[9]
1.
Alat Sumpah (Adat al-Qasam): Alat sumpah adalah kata atau
huruf yang menunjukkan adanya sumpah. Dalam bahasa Arab antara lain digunakan
huruf waw (و), ba (ب), dan ta (ت).¹⁰
2.
Sesuatu yang Dijadikan Sumpah
(Muqsam Bih): Muqsam
bih adalah sesuatu yang dijadikan objek sumpah. Dalam Al-Qur’an dapat berupa
nama Allah atau ciptaan-Nya seperti matahari, malam, fajar, waktu dhuha, dan
lainnya[10]
3.
Isi atau Jawaban Sumpah (Muqsam
‘Alaih / Jawab al-Qasam): Muqsam
‘alaih adalah berita atau pernyataan yang ditegaskan melalui sumpah. Bagian
inilah yang menjadi pesan utama yang perlu diperhatikan pembaca.
C. Macam-Macam
Aqsam Al-Qur’an
1.
Sumpah dengan Nama Allah: Al-Qur’an menggunakan nama Allah
untuk menegaskan suatu perkara tertentu. Bentuk ini menunjukkan bahwa perkara
yang ditegaskan memiliki arti penting dan harus diperhatikan.¹³
2.
Sumpah dengan Makhluk atau
Fenomena Ciptaan Allah: Al-Qur’an
bersumpah dengan matahari, malam, fajar, waktu dhuha, dan berbagai fenomena
alam. Sumpah semacam ini mengarahkan manusia untuk merenungkan ciptaan dan
kebesaran Allah.[11]
3.
Sumpah dengan Jawab al-Qasam
yang Jelas: Jawaban
sumpah disebut secara jelas sehingga hubungan antara sumpah dan berita yang
ditegaskan dapat diketahui secara langsung.
4.
Sumpah dengan Jawab al-Qasam
yang Dipahami dari Konteks: Pada
sebagian ayat, jawaban sumpah tidak disebutkan secara eksplisit. Pemahamannya
dilakukan dengan memperhatikan konteks ayat, hubungan antar ayat, dan
penjelasan para mufasir.[12]
D. Tujuan dan
Fungsi Aqsam Al-Qur’an
•
Menguatkan
pernyataan atau berita yang hendak disampaikan.
•
Menarik
perhatian manusia kepada pesan yang mengikuti sumpah.
•
Menegaskan
pentingnya sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan.
•
Mengarahkan
manusia untuk merenungkan ciptaan Allah dan tanda-tanda kekuasaan-Nya.
•
Menguatkan
kesadaran akidah dan moral melalui perhatian terhadap keteraturan alam.
•
Menjadi
sarana pendidikan agar manusia mampu mengambil pelajaran dari waktu dan
fenomena kehidupan.[13]
E. Hikmah Sumpah
dalam Al-Qur’an
a. Menguatkan pernyataan: sumpah
memberikan penekanan terhadap berita yang hendak disampaikan.
b. Menarik perhatian manusia: objek
sumpah membuat pembaca memperhatikan pesan yang akan ditegaskan.
c. Menegaskan pentingnya sesuatu:
objek sumpah dan jawab sumpah saling berkaitan dalam menyampaikan pesan.
d. Mengarahkan manusia merenungkan
ciptaan Allah: sumpah dengan fenomena alam mengajak manusia melakukan tadabbur.
e. Membangun kesadaran waktu:
sumpah dengan fajar, malam, dhuha, dan fenomena waktu lainnya mengingatkan
manusia agar menggunakan waktu dengan baik.
F. Contoh Aqsam
Al-Qur’an
1. Sumpah Demi
Waktu Dhuha dan Malam
Artinya:
“Demi waktu dhuha dan demi malam apabila telah sunyi.” (QS. Ad-Duha [93]: 1–2).
Allah bersumpah dengan waktu dhuha dan malam untuk
menguatkan pesan dalam Surah Ad-Duha. Konteks ayat berikutnya memberikan
penghiburan kepada Nabi Muhammad saw. bahwa Allah tidak meninggalkan beliau.
Perubahan keadaan antara terang dan malam dapat direnungkan sebagai bagian dari
pesan ketenangan dan penguatan.[14]
2. Sumpah Demi
Matahari dan Cahayanya
Artinya:
“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan demi bulan apabila
mengiringinya.” (QS. Asy-Syams [91]: 1–2).
Rangkaian sumpah dalam Surah Asy-Syams mengarahkan perhatian
kepada keteraturan alam. Setelah rangkaian sumpah tersebut, ayat-ayat
berikutnya menghubungkan pembahasan dengan jiwa manusia dan pentingnya
penyucian jiwa.
3. Sumpah Demi
Fajar
Artinya:
“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr [89]: 1–2).
Sumpah dengan fajar dan malam yang sepuluh menunjukkan
pentingnya waktu sebagai tanda kekuasaan Allah. Waktu juga menjadi ruang bagi
manusia untuk melakukan amal dan mengambil pelajaran dari perjalanan kehidupan.[15]
4. Sumpah dengan
Nama Allah
Artinya:
“Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh.” (QS.
An-Nur [24]: 53).
Ayat ini menunjukkan penggunaan nama Allah dalam sumpah.
Sumpah bukanlah sesuatu yang boleh digunakan secara sembarangan; konteks ayat
mengingatkan pentingnya kejujuran dan kesungguhan dalam pernyataan.
G. Nilai
Pendidikan dalam Aqsam Al-Qur’an
a. Aqsam mengajarkan manusia untuk
memperhatikan waktu dan alam sebagai sarana tadabbur.
b. Aqsam menegaskan pentingnya
kesungguhan dalam menerima dan memahami pesan Al-Qur’an.
c. Sumpah dengan ciptaan Allah
dapat menjadi media pembelajaran untuk mengenali keteraturan alam sekaligus
menghubungkannya dengan kebesaran Sang Pencipta.
d. Pembelajaran aqsam dapat melatih
kemampuan analisis peserta didik dengan mengenali adat al-qasam, muqsam bih,
jawab al-qasam, dan pesan yang ditegaskan.[16]
H. Analisis
Aqsam Al-Qur’an
Aqsam Al-Qur’an menunjukkan kekuatan retorika wahyu. Objek
sumpah dipilih secara bermakna dan berkaitan dengan pesan yang hendak
ditegaskan. Oleh sebab itu, memahami sumpah Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan
menerjemahkan kata per kata, tetapi perlu memperhatikan konteks ayat, hubungan
antar ayat, struktur bahasa, dan penjelasan para ulama tafsir.[17]
Dari sisi pendidikan, aqsam mengajarkan bahwa fenomena alam
bukan hanya objek pengamatan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesadaran
terhadap kebesaran Allah. Ketika peserta didik mempelajari sumpah demi
matahari, malam, fajar, atau dhuha, mereka dapat diarahkan untuk melihat
keteraturan alam dan menghubungkannya dengan tanggung jawab manusia sebagai
makhluk yang berakal.[18]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Aqsam Al-Qur’an adalah sumpah-sumpah yang digunakan
Al-Qur’an untuk menegaskan suatu pesan atau kebenaran. Sumpah merupakan salah
satu bentuk penguatan berita dalam bahasa Al-Qur’an.
Unsur sumpah terdiri atas alat sumpah (adat al-qasam),
sesuatu yang dijadikan sumpah (muqsam bih), dan isi atau jawaban sumpah (muqsam
‘alaih/jawab al-qasam).
Al-Qur’an menggunakan sumpah dengan nama Allah dan dengan berbagai
ciptaan atau fenomena alam. Penggunaan tersebut mengandung pesan agar manusia
memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah.
Hikmah sumpah antara lain menguatkan pernyataan, menarik
perhatian manusia, menegaskan pentingnya suatu perkara, dan mengarahkan manusia
untuk merenungkan ciptaan Allah.
Aqsam Al-Qur’an memiliki nilai pendidikan yang tinggi karena
dapat mengembangkan kemampuan tadabbur, analisis bahasa, kesadaran akidah, dan
pembentukan moral.
B. Saran
Mahasiswa hendaknya mempelajari Aqsam Al-Qur’an melalui
kitab-kitab Ulumul Qur’an dan tafsir yang otoritatif agar pemahaman tidak hanya
bersifat teoritis. Dalam pembelajaran, contoh ayat yang mengandung sumpah
sebaiknya dikaji bersama konteks dan tafsirnya sehingga hubungan antara objek
sumpah dan pesan yang ditegaskan dapat dipahami secara utuh.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an al-Karim. 2019.
Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an,
Kementerian Agama Republik Indonesia.
Al-Qattan, Manna’ Khalil. 2010.
Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Al-Suyuthi, Jalaluddin. 1979.
Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Zarqani, Muhammad ‘Abd
al-‘Azim. 1995. Manahil al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: Dar al-Fikr.
Ash-Shabuni, Muhammad Ali. 1981.
At-Tibyan fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: ‘Alam al-Kutub.
Shihab, M. Quraish. 1999.
Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Shihab, M. Quraish. 2013. Kaidah
Tafsir. Tangerang: Lentera Hati.
Jailani, Ani, dan Hasbiyallah.
2019. “Kajian Amtsal dan Qasam dalam Al Qur’an.” Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu
Keislaman 19, no. 2.
[1]
Manna’ Khalil al-Qattan,
Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010), pembahasan
Aqsam Al-Qur’an.
[2]
Muhammad ‘Abd al-‘Azim
al-Zarqani, Manahil al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Qur’an (Beirut: Dar al-Fikr, 1995),
pembahasan qasam.
[3] Jalaluddin al-Suyuthi, Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an (Beirut:
Dar al-Fikr, 1979), jilid 2, pembahasan Aqsam Al-Qur’an.
[4] Muhammad Ali Ash-Shabuni, At-Tibyan fi ‘Ulum al-Qur’an
(Beirut: ‘Alam al-Kutub, 1981), pembahasan qasam.
[5]
M. Quraish Shihab,
Membumikan Al-Qur’an (Bandung: Mizan, 1999), pembahasan fungsi petunjuk
Al-Qur’an.
[6]
Al-Qattan, Mabahits fi
‘Ulum al-Qur’an, pembahasan pengertian qasam.
[7]
Al-Zarqani, Manahil
al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Qur’an, pembahasan Aqsam Al-Qur’an
[8] Al-Suyuthi, Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an, pembahasan qasam
dengan makhluk.
[9]
Ash-Shabuni, At-Tibyan fi
‘Ulum al-Qur’an, pembahasan unsur-unsur qasam.
[10] Al-Zarqani, Manahil al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Qur’an, pembahasan
muqsam bih.
[11]
Al-Qattan, Mabahits fi
‘Ulum al-Qur’an, pembahasan sumpah dengan nama Allah.
[12] Al-Suyuthi, Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an, pembahasan jawab
al-qasam.
[13] M. Quraish Shihab, Kaidah Tafsir (Tangerang: Lentera Hati,
2013), pembahasan gaya bahasa Al-Qur’an.
[14]
Muhammad Ali Ash-Shabuni,
At-Tibyan fi ‘Ulum al-Qur’an, pembahasan Surah Ad-Duha.
[15] Al-Zarqani, Manahil al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Qur’an, pembahasan
Surah Al-Fajr.
[16] Ani Jailani dan Hasbiyallah, “Kajian Amtsal dan Qasam dalam
Al Qur’an,” Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 19, no. 2 (2019).
[17]
M. Quraish Shihab, Kaidah
Tafsir, pembahasan konteks dan gaya bahasa.
[18]
Al-Qattan, Mabahits fi
‘Ulum al-Qur’an, pembahasan fungsi pendidikan Aqsam Al-Qur’an








0 komentar:
Posting Komentar