MAKALAH FISIKA
GETARAN DAN GELOMBANG
SMA / SMK / MA KELAS X
Disusun
oleh:
Nama :
........................................................
NIS/NIM
: ......................................................
Kelas :
........................................................
Program
Keahlian/Program Studi : ..............................
Nama
Sekolah/Madrasah : ......................................
Guru/Dosen
Pengampu : .........................................
2026
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah Fisika
berjudul “Getaran dan Gelombang” untuk SMA/SMK/MA Kelas X ini dapat
diselesaikan. Makalah ini disusun sebagai bahan pembelajaran untuk membantu peserta
didik memahami gejala getaran dan gelombang secara konseptual sekaligus
matematis.
Pembahasan mencakup
pengertian getaran, amplitudo, periode, frekuensi, getaran harmonis, sistem
pegas, bandul sederhana, pengertian dan jenis-jenis gelombang, panjang
gelombang, cepat rambat, serta perbedaan gelombang transversal dan
longitudinal. Materi dilengkapi ilustrasi, rumus, contoh soal, penyelesaian
langkah demi langkah, rangkuman rumus, dan latihan mandiri.
Getaran dan
gelombang merupakan konsep yang dekat dengan kehidupan. Getaran dapat dijumpai
pada senar alat musik, pegas, bandul, dan komponen mesin. Gelombang tampak pada
bunyi, gelombang permukaan air, cahaya, gelombang radio, serta berbagai
teknologi komunikasi. Karena itu, pemahaman materi ini diharapkan dapat
menghubungkan teori fisika dengan fenomena sehari-hari.
Penulis menyadari
bahwa makalah ini masih dapat disempurnakan. Kritik dan saran yang membangun
sangat diharapkan. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi peserta
didik, guru, dan pembaca dalam mempelajari Fisika Kelas X.
Penulis
DAFTAR ISI
L. Gelombang Transversal dan Longitudinal
Penerapan Getaran dan Gelombang dalam Kehidupan
Contoh Soal Terpadu – Getaran dan Gelombang
Daftar isi diperbarui otomatis
oleh Microsoft Word. Jika belum tampil, klik kanan pada daftar isi → Update
Field/Perbarui Bidang → Update entire table.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Getaran dan
gelombang merupakan bagian penting dalam kajian fisika karena banyak gejala
alam dan teknologi dapat dipahami melalui kedua konsep tersebut. Getaran adalah
gerak bolak-balik secara teratur di sekitar titik keseimbangan, sedangkan
gelombang merupakan gangguan yang merambat dan membawa energi dari satu tempat
ke tempat lain tanpa memindahkan medium secara keseluruhan.
Contoh getaran
dapat ditemukan pada pegas yang ditarik lalu dilepaskan, bandul yang
disimpangkan, senar gitar yang dipetik, atau membran speaker yang bergerak
maju-mundur. Ketika getaran merambat melalui medium atau ruang, terbentuk
gelombang. Bunyi, gelombang pada tali, gelombang air, cahaya, dan gelombang
radio merupakan contoh fenomena gelombang dengan karakteristik berbeda.
Pemahaman tentang
amplitudo, periode, frekuensi, panjang gelombang, dan cepat rambat sangat
diperlukan untuk menjelaskan bagaimana suatu getaran berlangsung dan bagaimana
gangguan merambat. Pada tingkat Kelas X, konsep tersebut juga menjadi dasar
untuk mempelajari resonansi, bunyi, optik, gelombang elektromagnetik, serta
berbagai aplikasi teknologi.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan getaran
dan apa saja besaran yang menyertainya?
2.
Bagaimana
menentukan amplitudo, periode, dan frekuensi?
3.
Apa
yang dimaksud dengan getaran harmonis serta bagaimana karakteristiknya?
4.
Bagaimana
prinsip getaran pada sistem pegas dan bandul sederhana?
5.
Apa
yang dimaksud dengan gelombang dan apa saja jenisnya?
6.
Bagaimana
menentukan panjang gelombang dan cepat rambat gelombang?
7.
Apa
perbedaan gelombang transversal dan longitudinal serta bagaimana penerapannya
dalam kehidupan?
C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian getaran
dan besaran-besaran fisisnya.
2. Menghitung amplitudo, periode,
dan frekuensi dari suatu getaran.
3. Menjelaskan konsep getaran
harmonis, pegas, dan bandul sederhana.
4. Menjelaskan pengertian, jenis,
karakteristik, dan parameter dasar gelombang.
5. Menggunakan persamaan panjang
gelombang dan cepat rambat untuk menyelesaikan masalah.
6. Membedakan gelombang transversal
dan longitudinal berdasarkan arah getaran dan arah rambat.
7. Mengidentifikasi penerapan
getaran dan gelombang dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Getaran
Getaran adalah gerak bolak-balik
suatu benda secara periodik di sekitar titik keseimbangan. Gerak disebut
periodik jika keadaan geraknya berulang setelah selang waktu tertentu. Satu
getaran lengkap terjadi ketika benda kembali ke keadaan awal dengan arah gerak
yang sama.

Gambar 1. Ilustrasi simpangan getaran terhadap waktu.
Dalam analisis getaran digunakan
beberapa besaran penting, yaitu simpangan (x), amplitudo (A), periode (T),
frekuensi (f), dan frekuensi sudut (ω). Amplitudo merupakan simpangan maksimum
dari titik keseimbangan.
f = n/t
T = t/n
f = 1/T dan
T = 1/f
ω = 2πf = 2π/T
Keterangan: n = jumlah getaran,
t = waktu (s), T = periode (s), f = frekuensi (Hz), dan ω = frekuensi sudut
(rad/s).
B. Amplitudo
Amplitudo (A) adalah simpangan
maksimum suatu benda yang bergetar dari posisi keseimbangannya. Amplitudo
memiliki satuan panjang, misalnya meter (m) atau sentimeter (cm). Semakin besar
amplitudo, semakin besar energi yang dapat dibawa oleh getaran pada sistem
tertentu.
Pada getaran harmonis sederhana,
posisi benda dapat dinyatakan dengan persamaan:
x(t) = A cos(ωt + φ)
φ adalah fase awal. Untuk
kondisi awal tertentu, fungsi sinus dapat digunakan sebagai bentuk ekuivalen.
Amplitudo tetap merupakan nilai maksimum |x|.
Contoh Soal 1 – Menentukan amplitudo
Sebuah benda bergetar antara
posisi −6 cm dan +6 cm terhadap titik keseimbangan. Tentukan amplitudonya.
Penyelesaian:
A = |x_maksimum| = 6 cm = 0,06 m
Jadi, amplitudo getaran adalah 6
cm atau 0,06 m.
C. Periode
Periode adalah waktu yang
diperlukan benda untuk melakukan satu getaran lengkap. Satuan periode dalam SI
adalah sekon (s). Jika benda melakukan n getaran dalam waktu t, periode dapat
ditentukan dengan T = t/n.
T = t/n
T = 1/f
Contoh Soal 2 – Periode getaran
Sebuah benda melakukan 40
getaran dalam waktu 20 s. Tentukan periodenya.
Penyelesaian:
T = t/n = 20/40 = 0,5 s
Jadi, periode getaran adalah 0,5
s.
D. Frekuensi
Frekuensi adalah banyaknya
getaran yang terjadi setiap satu sekon. Satuan SI frekuensi adalah hertz (Hz),
dengan 1 Hz berarti satu getaran setiap sekon.
f = n/t
f = 1/T
Contoh Soal 3 – Frekuensi
Sebuah bandul melakukan 30
getaran dalam 15 s. Tentukan frekuensinya dan periodenya.
Penyelesaian:
f = n/t = 30/15 = 2 Hz
T = 1/f = 1/2 = 0,5 s
Jadi, frekuensinya 2 Hz dan
periodenya 0,5 s.
E. Getaran
Harmonis
Getaran harmonis sederhana
adalah gerak periodik dengan gaya pemulih yang besarnya sebanding dengan
simpangan dan arahnya menuju titik keseimbangan. Contoh idealnya adalah massa
yang terhubung pada pegas dan bandul dengan simpangan kecil.
F = −kx
a = −ω²x
x(t) = A cos(ωt + φ)
Tanda negatif menunjukkan bahwa
gaya pemulih atau percepatan selalu mengarah berlawanan dengan simpangan. Pada
titik keseimbangan, simpangan nol dan kelajuan maksimum. Pada titik ekstrem,
simpangan maksimum dan kelajuan sesaat bernilai nol.
Hubungan kecepatan dan energi
pada getaran harmonis:
v_max = ωA
E = ½kA² = ½mω²A²
Persamaan energi tersebut
berlaku untuk model getaran harmonis sederhana ideal.
Contoh Soal 4 – Kecepatan maksimum
Sebuah benda bergetar harmonis
dengan amplitudo 0,10 m dan frekuensi 2 Hz. Tentukan kecepatan maksimumnya.
Penyelesaian:
ω = 2πf = 2π(2) = 4π rad/s
v_max = ωA = (4π)(0,10) = 0,4π ≈
1,26 m/s
Jadi, kecepatan maksimum sekitar
1,26 m/s.
F. Pegas
Sistem massa-pegas merupakan
salah satu contoh getaran harmonis sederhana. Ketika pegas ditarik atau ditekan
dari posisi keseimbangan kemudian dilepaskan, gaya elastis pegas bertindak
sebagai gaya pemulih.

Gambar 2. Model getaran massa–pegas.
F = −kx
T = 2π√(m/k)
f = 1/(2π) √(k/m)
Periode pegas dipengaruhi oleh
massa m dan konstanta pegas k. Semakin besar massa, periode semakin besar.
Semakin kaku pegas (k semakin besar), periode semakin kecil.
Contoh Soal 5 – Periode pegas
Massa 0,5 kg digantung pada
pegas dengan konstanta 200 N/m. Tentukan periode getarannya.
Penyelesaian:
T = 2π√(m/k)
T = 2π√(0,5/200) = 2π√0,0025 =
2π(0,05) = 0,1π ≈ 0,314 s
Jadi, periode getaran sekitar
0,314 s.
G. Bandul
Sederhana
Bandul sederhana terdiri atas
benda bermassa m yang digantung pada tali ringan dengan panjang L. Untuk
simpangan kecil, gerak bandul dapat didekati sebagai getaran harmonis
sederhana.

Gambar 3. Bandul sederhana dan panjang tali L.
T = 2π√(L/g)
f = 1/(2π) √(g/L)
Pada pendekatan bandul
sederhana, periode tidak bergantung pada massa bandul. Periode terutama
ditentukan oleh panjang tali dan percepatan gravitasi setempat. Rumus tersebut
berlaku baik untuk sudut simpangan kecil.
Contoh Soal 6 – Periode bandul
Sebuah bandul sederhana
mempunyai panjang tali 1 m. Jika g = 9,8 m/s², tentukan periodenya.
Penyelesaian:
T = 2π√(L/g)
T = 2π√(1/9,8) ≈ 2,01 s
Jadi, periode bandul sekitar
2,01 s.
H. Pengertian
Gelombang
Gelombang adalah getaran atau
gangguan yang merambat dari satu tempat ke tempat lain dan membawa energi.
Dalam banyak gelombang mekanik, medium bergetar di sekitar posisi
keseimbangannya, sementara gangguan merambat melalui medium. Gelombang
elektromagnetik, seperti cahaya, tidak memerlukan medium material dan dapat
merambat di ruang hampa.
Besaran penting dalam gelombang
meliputi amplitudo (A), periode (T), frekuensi (f), panjang gelombang (λ), dan
cepat rambat (v). Hubungan antara frekuensi dan periode tetap berlaku:
f = 1/T
Amplitudo pada gelombang
berkaitan dengan simpangan maksimum partikel medium dari posisi
keseimbangannya. Untuk jenis gelombang tertentu, amplitudo juga berkaitan
dengan energi yang dibawa gelombang.
I. Jenis-Jenis
Gelombang
1. Berdasarkan kebutuhan medium
·
Gelombang
mekanik: memerlukan medium untuk merambat, misalnya gelombang bunyi dan
gelombang pada tali.
·
Gelombang
elektromagnetik: tidak memerlukan medium material, misalnya cahaya, gelombang
radio, gelombang mikro, inframerah, ultraviolet, sinar-X, dan sinar gamma.
2. Berdasarkan arah getaran terhadap arah rambat
·
Gelombang
transversal: arah getaran tegak lurus terhadap arah rambat.
·
Gelombang
longitudinal: arah getaran sejajar dengan arah rambat.
3. Berdasarkan pola perambatan
·
Gelombang
berjalan: bentuk gelombang merambat dari satu tempat ke tempat lain.
·
Gelombang
stasioner: terbentuk dari superposisi dua gelombang yang sama frekuensi dan
amplitudonya yang merambat berlawanan arah, sehingga terbentuk simpul dan
perut.
J. Panjang
Gelombang
Panjang gelombang (λ) adalah
jarak antara dua titik berurutan yang memiliki fase sama, misalnya jarak puncak
ke puncak berikutnya pada gelombang transversal atau jarak rapatan ke rapatan
berikutnya pada gelombang longitudinal.

Gambar 4. Ilustrasi panjang gelombang λ.
λ = vT
λ = v/f
Satuan panjang gelombang adalah
meter (m).
Contoh Soal 7 – Panjang gelombang
Sebuah gelombang mempunyai
frekuensi 5 Hz dan cepat rambat 20 m/s. Tentukan panjang gelombangnya.
Penyelesaian:
λ = v/f = 20/5 = 4 m
Jadi, panjang gelombang adalah 4
m.
K. Cepat Rambat
Gelombang
Cepat rambat gelombang adalah
jarak yang ditempuh oleh pola gelombang setiap satu satuan waktu. Besaran ini
berbeda dari kecepatan gerak partikel medium pada umumnya. Hubungan dasar cepat
rambat gelombang adalah:
v = λf
v = λ/T
Pada medium tertentu, cepat
rambat dapat dipengaruhi sifat medium. Misalnya, cepat rambat bunyi dipengaruhi
oleh jenis medium dan kondisi fisiknya. Karena itu, perubahan frekuensi sumber
pada medium yang sama tidak selalu mengubah cepat rambat; yang berubah dapat
berupa panjang gelombangnya.
Contoh Soal 8 – Cepat rambat
Gelombang memiliki panjang
gelombang 0,8 m dan frekuensi 25 Hz. Berapa cepat rambatnya?
Penyelesaian:
v = λf = (0,8)(25) = 20 m/s
Jadi, cepat rambat gelombang
adalah 20 m/s.
Contoh Soal 9 – Menentukan frekuensi
Gelombang merambat dengan
kecepatan 12 m/s dan panjang gelombang 3 m. Tentukan frekuensinya dan
periodenya.
Penyelesaian:
f = v/λ = 12/3 = 4 Hz
T = 1/f = 1/4 = 0,25 s
Jadi, frekuensinya 4 Hz dan
periodenya 0,25 s.
L. Gelombang
Transversal dan Longitudinal
1. Gelombang transversal

Gambar 5. Gelombang transversal: arah getaran tegak lurus
arah rambat.
Pada gelombang transversal,
partikel medium bergetar tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang.
Gelombang pada tali dan gelombang permukaan air sering digunakan sebagai
contoh. Pada gambar, puncak dan lembah dapat terlihat jelas.
2. Gelombang longitudinal

Gambar 6. Gelombang longitudinal: arah getaran sejajar arah
rambat.
Pada gelombang longitudinal,
partikel medium bergetar sejajar dengan arah rambat gelombang. Gelombang bunyi
di udara merupakan contoh penting. Pola gelombang longitudinal dapat
digambarkan sebagai daerah rapatan dan renggangan.
Perbandingan
|
Aspek |
Transversal |
Longitudinal |
|
Arah getaran |
Tegak lurus arah rambat |
Sejajar arah rambat |
|
Ciri bentuk |
Puncak dan lembah |
Rapatan dan renggangan |
|
Contoh |
Gelombang pada tali |
Gelombang bunyi di udara |
Penerapan
Getaran dan Gelombang dalam Kehidupan
Getaran dan gelombang memiliki
penerapan luas dalam kehidupan. Prinsip-prinsipnya digunakan pada alat musik,
sistem komunikasi, kesehatan, konstruksi, transportasi, dan teknologi
pengukuran.
·
Alat
musik: senar gitar, dawai biola, dan membran drum bergetar untuk menghasilkan
bunyi. Frekuensi getaran berkaitan dengan tinggi nada.
·
Jam
dan sistem pengatur waktu: osilasi periodik pada sistem tertentu dapat
digunakan sebagai acuan waktu.
·
Komunikasi
radio dan telepon seluler: informasi dikirim menggunakan gelombang
elektromagnetik pada frekuensi tertentu.
·
USG
medis: gelombang ultrasonik digunakan untuk memperoleh informasi tentang
struktur di dalam tubuh.
·
Sonar:
gelombang bunyi di dalam air dimanfaatkan untuk mendeteksi objek atau mengukur
kedalaman.
·
Seismologi:
gelombang seismik membantu mempelajari gempa bumi dan struktur bagian dalam
bumi.
·
Peredam
getaran: teknik mekanika dan rekayasa digunakan untuk mengurangi getaran pada
kendaraan, mesin, jembatan, dan bangunan.
·
Optik:
cahaya sebagai gelombang elektromagnetik digunakan pada kamera, serat optik,
laser, sensor, dan sistem komunikasi.
Pada penerapan tersebut, konsep
energi juga penting. Getaran dapat menyimpan dan memindahkan energi, sedangkan
gelombang merambat membawa energi. Oleh sebab itu, pemahaman getaran dan
gelombang tidak terpisahkan dari pembahasan energi dalam berbagai sistem fisika.
Rangkuman Rumus
Penting
|
Besaran/Konsep |
Rumus |
Satuan utama |
|
Frekuensi |
f =
n/t |
Hz |
|
Periode |
T =
t/n = 1/f |
s |
|
Frekuensi
sudut |
ω =
2πf = 2π/T |
rad/s |
|
Getaran
harmonis |
x = A
cos(ωt + φ) |
m |
|
Gaya
pegas |
F =
−kx |
N |
|
Periode
pegas |
T =
2π√(m/k) |
s |
|
Periode
bandul kecil |
T =
2π√(L/g) |
s |
|
Cepat
rambat gelombang |
v =
λf = λ/T |
m/s |
|
Panjang
gelombang |
λ =
v/f = vT |
m |
|
Kecepatan
maksimum GHS |
vmax
= ωA |
m/s |
Contoh Soal
Terpadu – Getaran dan Gelombang
Suatu sumber bergetar dengan
frekuensi 4 Hz dan menghasilkan gelombang pada tali dengan cepat rambat 16 m/s.
Tentukan periode sumber dan panjang gelombang yang dihasilkan.
Penyelesaian:
T = 1/f = 1/4 = 0,25 s
λ = v/f = 16/4 = 4 m
Jadi, periode sumber adalah 0,25
s dan panjang gelombangnya 4 m.
Latihan Mandiri
8. Sebuah benda melakukan 50 getaran
dalam 10 s. Tentukan frekuensi dan periodenya.
9. Amplitudo suatu getaran adalah 8
cm. Nyatakan amplitudo tersebut dalam meter.
10. Sebuah pegas memiliki massa
beban 0,25 kg dan konstanta pegas 100 N/m. Tentukan periodenya.
11. Bandul sederhana memiliki panjang
0,25 m. Gunakan g = 10 m/s². Tentukan periodenya.
12. Gelombang mempunyai frekuensi 10
Hz dan panjang gelombang 2,5 m. Tentukan cepat rambatnya.
13. Gelombang merambat dengan cepat
30 m/s dan frekuensi 6 Hz. Tentukan panjang gelombangnya.
14. Jelaskan perbedaan utama
gelombang transversal dan longitudinal serta berikan masing-masing satu contoh.
15. Suatu getaran mempunyai
frekuensi 5 Hz dan amplitudo 0,20 m. Tentukan frekuensi sudut dan kecepatan
maksimumnya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Getaran merupakan
gerak bolak-balik secara periodik di sekitar titik keseimbangan. Besaran utama
yang digunakan untuk mendeskripsikannya adalah amplitudo, periode, dan
frekuensi. Periode menyatakan waktu satu getaran, sedangkan frekuensi
menyatakan jumlah getaran per sekon dan keduanya saling berhubungan melalui f =
1/T.
Getaran harmonis
sederhana memiliki gaya pemulih yang sebanding dengan simpangan dan berlawanan
arah. Sistem pegas dan bandul sederhana dapat digunakan sebagai model penting
untuk mempelajari getaran. Untuk pegas berlaku T = 2π√(m/k), sedangkan bandul
sederhana dengan simpangan kecil memiliki T = 2π√(L/g).
Gelombang adalah
gangguan yang merambat membawa energi. Gelombang dapat diklasifikasikan
berdasarkan kebutuhan medium dan arah getaran terhadap arah rambat. Hubungan
dasar antara cepat rambat, panjang gelombang, dan frekuensi adalah v = λf.
Gelombang transversal memiliki getaran tegak lurus arah rambat, sedangkan
gelombang longitudinal memiliki getaran sejajar arah rambat.
Konsep getaran dan
gelombang diterapkan dalam banyak bidang, antara lain musik, komunikasi,
kesehatan, navigasi, seismologi, konstruksi, dan teknologi optik. Karena itu,
penguasaan konsep dan kemampuan menggunakan rumus secara tepat penting bagi
peserta didik Kelas X.
B. Saran
Peserta didik sebaiknya
mempelajari materi getaran dan gelombang melalui kombinasi pemahaman konsep,
pengamatan fenomena, kegiatan praktikum sederhana, dan latihan perhitungan.
Ketika menyelesaikan soal, biasakan menuliskan diketahui, ditanyakan, rumus,
substitusi, dan kesimpulan. Guru juga dapat menggunakan pegas, bandul, tali,
atau simulasi sederhana agar konsep yang bersifat abstrak lebih mudah diamati.
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Fisika untuk SMA/MA
Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. (2019). E-Modul Fisika Kelas X. Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Atas.
Sari, Mika. (2019). E-Modul
Fisika Kelas X: Besaran Fisika dan Pengukurannya. Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Atas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Novidawati, Wida. (2019).
E-Modul Fisika Kelas X. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Halliday, David, Robert Resnick,
& Jearl Walker. (2021). Fundamentals of Physics, 12th Edition. Hoboken, NJ:
John Wiley & Sons.
Serway, Raymond A., & John
W. Jewett. (2019). Physics for Scientists and Engineers, 10th Edition. Boston,
MA: Cengage Learning.
Giancoli, Douglas C. (2014).
Physics: Principles with Applications, 7th Edition. Boston, MA: Pearson.
Young, Hugh D., & Roger A.
Freedman. (2020). University Physics with Modern Physics, 15th Edition. Boston,
MA: Pearson.
Catatan
referensi:
Daftar pustaka disusun
berdasarkan referensi yang diminta dan informasi bibliografi penerbit/instansi
yang dapat diverifikasi. Untuk Halliday, Resnick, dan Walker, Wiley mencatat
Fundamentals of Physics edisi ke-12 terbit September 2021. Dokumen resmi
Kemendikbudristek juga mencatat penetapan buku teks utama untuk jenjang
pendidikan menengah pada implementasi Kurikulum Merdeka.








0 komentar:
Posting Komentar