MAKALAH FISIKA
USAHA DAN ENERGI
Disusun untuk memenuhi tugas
mata pelajaran/mata kuliah Fisika
Disusun oleh:
Nama :
........................................................
NIs :
..........................................................
Kelas :
................................................
Program Studi :
................................................
Dosen/Guru Pengampu :
..........................................
SEKOLAH
2026
KATA PENGANTAR
Puji
syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga
makalah berjudul “Usaha dan Energi” ini dapat diselesaikan. Makalah ini disusun
untuk memberikan pemahaman yang sistematis mengenai konsep usaha, hubungan gaya
dan perpindahan, energi kinetik, energi potensial, energi mekanik, hukum
kekekalan energi, daya, efisiensi, serta penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Pembahasan
disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dilengkapi rumus, ilustrasi,
contoh soal, serta penyelesaian langkah demi langkah. Dengan demikian, pembaca
diharapkan tidak hanya mampu menghafal persamaan, tetapi juga dapat menentukan
konsep fisika yang tepat ketika menghadapi persoalan nyata.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih dapat disempurnakan. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi perbaikan pada
penyusunan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi peserta didik,
mahasiswa, guru, dosen, dan pembaca yang ingin memperdalam konsep dasar usaha
dan energi.
Penulis
DAFTAR ISI
B. Hubungan Gaya dan Perpindahan
I. Penerapan Energi dalam Kehidupan
Catatan sumber dan verifikasi bibliografi:
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Fisika merupakan ilmu yang mempelajari gejala alam melalui
pengamatan, pengukuran, pemodelan, dan penalaran matematis. Salah satu konsep
penting dalam mekanika adalah usaha dan energi. Kedua konsep tersebut digunakan
untuk menjelaskan bagaimana gaya dapat menyebabkan perpindahan, bagaimana gerak
suatu benda berubah, dan bagaimana energi berpindah atau berubah bentuk.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang melakukan usaha
ketika mendorong meja hingga berpindah, mengangkat tas ke atas meja, atau
mengayuh sepeda. Dalam bahasa fisika, usaha memiliki makna yang lebih khusus
daripada makna sehari-hari: usaha terjadi apabila komponen gaya bekerja
sepanjang arah perpindahan. Sementara itu, energi adalah kemampuan suatu sistem
untuk melakukan usaha. Energi dapat muncul dalam berbagai bentuk, antara lain
energi kinetik dan energi potensial.
Konsep usaha dan energi sangat penting karena memungkinkan
penyelesaian berbagai masalah mekanika tanpa selalu menganalisis gaya satu per
satu. Teorema usaha-energi menghubungkan usaha total dengan perubahan energi
kinetik, sedangkan hukum kekekalan energi menjelaskan bahwa energi total suatu
sistem dapat berpindah atau berubah bentuk namun tidak hilang begitu saja.
Konsep tersebut kemudian berkembang dalam pembahasan daya dan efisiensi, yang
banyak digunakan pada mesin, kendaraan, pembangkit listrik, peralatan rumah
tangga, dan teknologi modern.
Atas dasar itu, pemahaman yang benar terhadap usaha dan
energi diperlukan agar peserta didik mampu menghubungkan persamaan fisika
dengan peristiwa nyata, menyelesaikan soal secara terstruktur, serta menilai
penggunaan energi secara efektif dan efisien.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan usaha
dalam fisika?
2.
Bagaimana
hubungan antara gaya dan perpindahan dalam menentukan usaha?
3.
Apa
yang dimaksud dengan energi kinetik dan bagaimana rumusnya?
4.
Apa
yang dimaksud dengan energi potensial dan bagaimana rumusnya?
5.
Bagaimana
konsep energi mekanik dan hukum kekekalan energi?
6.
Apa
yang dimaksud dengan daya dan efisiensi?
7.
Bagaimana
penerapan usaha dan energi dalam kehidupan sehari-hari?
C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian dan
konsep dasar usaha dalam fisika.
2. Menganalisis hubungan gaya, arah
gaya, dan perpindahan terhadap besar usaha.
3. Menjelaskan energi kinetik,
energi potensial, dan energi mekanik beserta persamaannya.
4. Menerapkan hukum kekekalan
energi dalam berbagai persoalan sederhana.
5. Menjelaskan konsep daya dan
efisiensi serta menghitung nilainya.
6. Menghubungkan konsep usaha dan
energi dengan penerapan teknologi dan kehidupan sehari-hari.
7. Melatih kemampuan menyelesaikan
contoh soal usaha dan energi secara runtut.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Usaha
Dalam fisika, usaha (work) adalah besaran yang menyatakan
energi yang dipindahkan oleh gaya ketika gaya tersebut menyebabkan perpindahan
benda. Usaha merupakan besaran skalar, sehingga hasil akhirnya tidak mempunyai
arah seperti vektor. Satuan SI untuk usaha adalah joule (J), dengan 1 joule
setara dengan 1 newton meter.
1 J = 1 N · m
Untuk gaya konstan F yang membentuk sudut θ terhadap arah
perpindahan s, usaha dirumuskan sebagai:
W = F s cos θ
Keterangan: W = usaha (J), F = besar gaya (N), s =
perpindahan (m), dan θ = sudut antara arah gaya dan arah perpindahan. Persamaan
ini menunjukkan bahwa yang benar-benar berperan dalam melakukan usaha adalah
komponen gaya yang sejajar dengan perpindahan.

Gambar 1. Gaya searah perpindahan
menghasilkan usaha positif.
Jika gaya searah perpindahan, θ = 0°, sehingga cos 0° = 1
dan W = Fs. Jika gaya berlawanan arah perpindahan, θ = 180°, sehingga cos 180°
= −1 dan usaha bernilai negatif. Jika gaya tegak lurus perpindahan, θ = 90°,
sehingga cos 90° = 0 dan usaha oleh gaya tersebut adalah nol.
Jenis usaha berdasarkan arah gaya
·
Usaha
positif: gaya mempunyai komponen searah perpindahan (0° ≤ θ < 90°).
·
Usaha
nol: gaya tegak lurus perpindahan atau tidak terjadi perpindahan.
·
Usaha
negatif: gaya mempunyai komponen berlawanan arah perpindahan (90° < θ ≤
180°).
Contoh Soal 1 – Usaha gaya searah perpindahan
Sebuah
benda didorong dengan gaya konstan 50 N sehingga berpindah sejauh 8 m dalam
arah yang sama dengan gaya. Hitung usaha yang dilakukan gaya tersebut.
Penyelesaian:
Diketahui: F = 50 N, s = 8 m, θ
= 0°
W = F s cos θ
W = (50)(8)(cos 0°) = 400 J
Jadi,
usaha yang dilakukan adalah 400 J.
B. Hubungan Gaya
dan Perpindahan
Usaha
bergantung pada tiga hal utama, yaitu besar gaya, besar perpindahan, dan sudut
antara gaya dengan perpindahan. Semakin besar gaya yang searah perpindahan,
semakin besar usaha yang dilakukan. Demikian pula, untuk gaya tetap,
perpindahan yang lebih besar menghasilkan usaha yang lebih besar.

Gambar 2. Hubungan sudut gaya
dengan arah perpindahan.
Secara konseptual,
persamaan W = Fs cos θ menunjukkan bahwa gaya dapat diuraikan menjadi komponen
sejajar dan tegak lurus terhadap perpindahan. Komponen sejajar sebesar F cos θ
yang menentukan usaha. Komponen tegak lurus tidak menambah atau mengurangi
perpindahan dalam arah tersebut.
Usaha oleh gaya yang berubah
Apabila
gaya tidak konstan, persamaan sederhana W = Fs cos θ tidak selalu dapat
digunakan secara langsung. Dalam pembahasan yang lebih lanjut, usaha dapat
ditentukan melalui luas di bawah kurva gaya terhadap perpindahan (grafik F–s).
Secara matematis, untuk gaya yang berubah terhadap posisi:
W = ∫ F(s) ds
Untuk
tingkat dasar, pendekatan ini dapat dipahami sebagai penjumlahan usaha kecil
yang dilakukan sepanjang lintasan.
Contoh Soal 2 – Gaya membentuk sudut
Sebuah
peti ditarik dengan gaya 100 N membentuk sudut 60° terhadap horizontal. Peti
berpindah 5 m secara horizontal. Berapa usaha oleh gaya tarik?
Penyelesaian:
W = F s cos θ
W = (100)(5)(cos 60°) = 500(0,5)
= 250 J
Jadi,
usaha oleh gaya tarik adalah 250 J. Perhatikan bahwa hanya komponen gaya yang
searah perpindahan yang melakukan usaha.
C. Energi
Kinetik
Energi
kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Besar energi kinetik
dipengaruhi oleh massa dan kuadrat kelajuan benda. Oleh karena itu, perubahan
kelajuan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap energi kinetik.

Gambar 3. Benda bermassa m yang
bergerak dengan kelajuan v memiliki energi kinetik.
Eₖ = ½ m v²
Keterangan:
Eₖ = energi kinetik (J), m = massa (kg), dan v = kelajuan (m/s).
Hubungan
usaha dan energi kinetik dinyatakan oleh teorema usaha-energi: usaha total yang
bekerja pada benda sama dengan perubahan energi kinetiknya.
W_total = ΔEₖ = Eₖ,akhir −
Eₖ,awal
Teorema
ini sangat berguna karena memungkinkan kita menghitung perubahan gerak
berdasarkan usaha total tanpa harus selalu menelusuri semua detail waktu gerak.
Contoh Soal 3 – Energi kinetik
Sebuah
mobil bermassa 1.000 kg bergerak dengan kelajuan 20 m/s. Tentukan energi
kinetiknya.
Penyelesaian:
Eₖ = ½ m v²
Eₖ = ½(1.000)(20²) = 500(400) =
200.000 J
Jadi,
energi kinetik mobil tersebut adalah 2,0 × 10⁵ J atau 200 kJ.
Contoh Soal 4 – Perubahan energi kinetik
Sepeda
dan pengendaranya memiliki massa total 60 kg. Kelajuannya meningkat dari 5 m/s
menjadi 10 m/s. Tentukan perubahan energi kinetiknya.
Penyelesaian:
ΔEₖ = ½ m(v₂² − v₁²)
ΔEₖ = ½(60)(10² − 5²) = 30(100 −
25) = 2.250 J
Jadi,
energi kinetik bertambah sebesar 2.250 J.
D. Energi
Potensial
Energi
potensial adalah energi yang tersimpan karena posisi, konfigurasi, atau keadaan
suatu benda dalam suatu sistem. Dalam mekanika dasar, dua bentuk yang paling
sering digunakan adalah energi potensial gravitasi dan energi potensial
elastis.
1. Energi potensial gravitasi

Gambar 4. Energi potensial
gravitasi benda bermassa m pada ketinggian h.
Eₚ = m g h
Keterangan:
Eₚ = energi potensial gravitasi (J), m = massa (kg), g = percepatan gravitasi
(m/s²), dan h = ketinggian terhadap tingkat acuan (m). Nilai h bergantung pada
titik acuan yang dipilih. Yang penting adalah perubahan energi potensial.
2. Energi potensial elastis
Benda
elastis seperti pegas dapat menyimpan energi ketika mengalami perubahan
panjang. Untuk pegas ideal, energi potensial elastis adalah:
Eₚ,elastis = ½ k x²
dengan
k = konstanta pegas (N/m) dan x = perubahan panjang dari posisi keseimbangan
(m).
Contoh Soal 5 – Energi potensial gravitasi
Sebuah
benda bermassa 4 kg berada pada ketinggian 5 m dari tanah. Jika g = 10 m/s²,
berapa energi potensial gravitasinya?
Penyelesaian:
Eₚ = mgh = (4)(10)(5) = 200 J
Jadi,
energi potensial gravitasi benda adalah 200 J.
Contoh Soal 6 – Energi potensial elastis
Sebuah
pegas memiliki konstanta 200 N/m dan ditekan sejauh 0,10 m. Tentukan energi
potensial elastis yang tersimpan.
Penyelesaian:
Eₚ,elastis = ½ kx²
Eₚ,elastis = ½(200)(0,10)² =
100(0,01) = 1 J
Jadi,
energi potensial elastis yang tersimpan adalah 1 J.
E. Energi
Mekanik
Energi
mekanik adalah jumlah energi kinetik dan energi potensial yang dimiliki sistem
mekanik.
Eₘ = Eₖ + Eₚ
Eₘ = ½mv² + mgh

Gambar 5. Pada lintasan tanpa
gesekan, energi potensial dan kinetik dapat saling bertukar.
Pada
sistem ideal tanpa gaya nonkonservatif seperti gesekan, energi mekanik tetap.
Ketika benda bergerak turun, energi potensial berkurang dan energi kinetik
bertambah. Ketika benda bergerak naik, energi kinetik berkurang dan energi
potensial bertambah.
Contoh Soal 7 – Energi mekanik
Sebuah
benda bermassa 2 kg berada pada ketinggian 10 m dan bergerak dengan kelajuan 5
m/s. Jika g = 10 m/s², tentukan energi mekaniknya.
Penyelesaian:
Eₖ = ½mv² = ½(2)(5²) = 25 J
Eₚ = mgh = (2)(10)(10) = 200 J
Eₘ = Eₖ + Eₚ = 25 + 200 = 225 J
Jadi,
energi mekanik benda adalah 225 J.
F. Hukum
Kekekalan Energi
Hukum
kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan, tetapi dapat berpindah dan berubah dari satu bentuk ke bentuk
lain. Dalam sistem tertutup, jumlah energi total tetap.
E_total,awal = E_total,akhir
Dalam
mekanika, jika hanya gaya konservatif yang bekerja, kekekalan energi mekanik
dapat ditulis:
Eₖ₁ + Eₚ₁ = Eₖ₂ + Eₚ₂
Jika
terdapat gesekan atau hambatan udara, sebagian energi mekanik dapat berubah
menjadi energi internal/termal. Pada kondisi tersebut energi mekanik tidak
tetap, tetapi hukum kekekalan energi total tetap berlaku.
Contoh Soal 8 – Benda jatuh bebas
Sebuah
benda dijatuhkan dari ketinggian 20 m tanpa kecepatan awal. Abaikan hambatan
udara dan gunakan g = 10 m/s². Tentukan kelajuan benda tepat sebelum mencapai
tanah.
Penyelesaian:
Eₚ,awal = Eₖ,akhir
mgh = ½mv²
gh = ½v² → v² = 2gh
v = √(2gh) = √(2·10·20) = √400 =
20 m/s
Jadi,
kelajuan benda sesaat sebelum menyentuh tanah adalah 20 m/s.
G. Daya
Daya
adalah laju melakukan usaha atau laju perpindahan energi terhadap waktu. Dua
mesin dapat melakukan usaha yang sama tetapi membutuhkan waktu berbeda. Mesin
yang menyelesaikan usaha dalam waktu lebih singkat memiliki daya lebih besar.
P = W / t
P = ΔE / Δt
Satuan
SI untuk daya adalah watt (W), dengan 1 W = 1 J/s.

Gambar 6. Daya menunjukkan
seberapa cepat usaha atau perpindahan energi berlangsung.
Untuk
gaya konstan yang searah dengan kecepatan, daya sesaat dapat ditulis:
P = Fv
Secara
umum, jika gaya membentuk sudut θ terhadap kecepatan, daya sesaat adalah P = Fv
cos θ.
Contoh Soal 9 – Daya
Sebuah
motor melakukan usaha 60.000 J dalam waktu 20 s. Berapa daya rata-rata motor
tersebut?
Penyelesaian:
P = W/t = 60.000/20 = 3.000 W
Jadi,
daya rata-rata motor adalah 3.000 W atau 3 kW.
H. Efisiensi
Efisiensi
menunjukkan perbandingan antara energi atau usaha yang berguna dengan energi
atau usaha yang diberikan. Tidak semua energi masukan menjadi keluaran yang
diinginkan karena sebagian dapat berubah menjadi panas, bunyi, getaran, atau
bentuk energi lain.
η = (Energi berguna / Energi
masuk) × 100%
η = (W_berguna / W_masuk) × 100%
Nilai
efisiensi ideal paling tinggi adalah 100%. Dalam sistem nyata, efisiensi
umumnya kurang dari 100% karena terdapat kerugian energi.
Contoh Soal 10 – Efisiensi mesin
Sebuah
mesin menerima energi 5.000 J dan menghasilkan energi berguna 4.000 J. Tentukan
efisiensi mesin.
Penyelesaian:
η = (4.000/5.000) × 100% = 80%
Jadi,
efisiensi mesin tersebut adalah 80%.
I. Penerapan
Energi dalam Kehidupan
Konsep usaha dan energi tidak hanya digunakan untuk
menyelesaikan soal di kelas, tetapi juga menjadi dasar berbagai teknologi.
Penerapannya dapat dilihat pada kendaraan, pembangkit listrik, alat rumah
tangga, olahraga, konstruksi, dan sistem transportasi.
1. Kendaraan
bermotor dan kendaraan listrik
Motor dan mobil mengubah energi kimia bahan bakar atau
energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik tersebut digunakan untuk
menghasilkan gaya penggerak dan meningkatkan energi kinetik kendaraan. Pada
kendaraan listrik, energi dari baterai diubah menjadi energi listrik pada
motor, kemudian menjadi energi mekanik. Ketika kendaraan mengerem secara
regeneratif, sebagian energi kinetik dapat dikonversi kembali menjadi energi
listrik.
2. Pembangkit
listrik tenaga air
Air yang berada pada ketinggian memiliki energi potensial
gravitasi. Saat air mengalir turun, energi potensial berubah menjadi energi
kinetik. Aliran air memutar turbin dan generator mengubah energi mekanik
menjadi energi listrik. Rangkaian perubahan energi tersebut menunjukkan
penerapan hukum kekekalan energi.
3. Pembangkit
listrik tenaga surya
Panel surya mengubah energi radiasi matahari menjadi energi
listrik melalui efek fotovoltaik. Walaupun prosesnya berbeda dari mekanika
sederhana, prinsip energi tetap digunakan untuk menilai berapa banyak energi
masukan yang berhasil diubah menjadi energi keluaran. Efisiensi panel merupakan
salah satu parameter penting.
4. Katrol dan
pengangkatan beban
Pada sistem katrol, gaya dan perpindahan dapat berubah
sesuai susunan katrol. Mesin sederhana dapat mengurangi gaya yang diperlukan,
tetapi biasanya memerlukan perpindahan tali yang lebih panjang. Dalam kondisi
ideal, usaha masukan setara dengan usaha keluaran; pada kondisi nyata, gesekan
menyebabkan efisiensi kurang dari 100%.
5. Roller
coaster dan olahraga
Pada roller coaster, kereta yang berada di titik tinggi
memiliki energi potensial gravitasi besar. Ketika turun, energi potensial
berubah menjadi energi kinetik sehingga kelajuan meningkat. Prinsip serupa
terjadi ketika seseorang melompat, bersepeda menuruni bukit, atau menggunakan
papan luncur.
6. Lift dan
eskalator
Lift menggunakan motor untuk mengubah energi listrik menjadi
energi mekanik guna mengangkat massa. Besarnya energi potensial yang bertambah
kira-kira mgh, sedangkan daya motor bergantung pada seberapa cepat perubahan
energi tersebut berlangsung.
7. Peralatan
rumah tangga
Setrika mengubah energi listrik menjadi energi termal, kipas
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, dan pompa air mengubah energi
listrik menjadi energi mekanik untuk memindahkan air. Perbandingan energi
berguna terhadap energi masukan dapat digunakan untuk menilai efisiensi masing-masing
perangkat.
8. Strategi
penggunaan energi secara efisien
·
Memilih
perangkat dengan efisiensi energi yang lebih tinggi.
·
Mengurangi
gaya gesek yang tidak diperlukan melalui pelumasan dan perawatan.
·
Mematikan
peralatan listrik ketika tidak digunakan.
·
Menggunakan
transportasi yang hemat energi dan memanfaatkan pengereman regeneratif jika
tersedia.
·
Memanfaatkan
sumber energi terbarukan sesuai kondisi lingkungan.
·
Mengurangi
kehilangan energi melalui isolasi termal dan perawatan mesin.
Rangkuman Rumus
Penting
|
Konsep |
Rumus |
Satuan
SI |
|
Usaha gaya konstan |
W = F s cos θ |
joule (J) |
|
Energi kinetik |
Eₖ = ½mv² |
joule (J) |
|
Energi potensial gravitasi |
Eₚ = mgh |
joule (J) |
|
Energi potensial elastis |
Eₚ = ½kx² |
joule (J) |
|
Energi mekanik |
Eₘ = Eₖ + Eₚ |
joule (J) |
|
Kekekalan energi mekanik |
Eₖ₁ + Eₚ₁ = Eₖ₂ + Eₚ₂ |
joule (J) |
|
Daya rata-rata |
P = W/t |
watt (W) |
|
Efisiensi |
η = (Wberguna/Wmasuk) × 100% |
persen (%) |
Latihan Mandiri
8. Sebuah benda didorong dengan
gaya 80 N sejauh 12 m searah gaya. Tentukan usahanya.
9. Sebuah gaya 200 N menarik benda
sejauh 4 m dengan sudut 60°. Hitung usaha gaya tersebut.
10. Benda bermassa 5 kg bergerak
dengan kelajuan 6 m/s. Tentukan energi kinetiknya.
11. Benda bermassa 3 kg berada pada
ketinggian 8 m. Gunakan g = 10 m/s² dan tentukan energi potensialnya.
12. Sebuah benda jatuh dari
ketinggian 45 m tanpa kecepatan awal. Abaikan hambatan udara dan gunakan g = 10
m/s². Tentukan kelajuan saat mencapai tanah.
13. Mesin melakukan usaha 120.000 J
dalam 40 s. Tentukan daya rata-ratanya.
14. Sebuah alat menerima energi
2.500 J dan menghasilkan energi berguna 2.000 J. Tentukan efisiensinya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Usaha dan energi merupakan konsep fundamental dalam fisika
yang saling berkaitan. Usaha menyatakan perpindahan energi oleh gaya melalui
perpindahan benda dan untuk gaya konstan dirumuskan W = Fs cos θ. Besarnya
usaha ditentukan oleh besar gaya, perpindahan, dan sudut antara gaya dengan
perpindahan.
Energi kinetik adalah energi akibat gerak dengan persamaan
Eₖ = ½mv², sedangkan energi potensial gravitasi berkaitan dengan posisi
terhadap acuan dan dirumuskan Eₚ = mgh. Jumlah energi kinetik dan energi
potensial membentuk energi mekanik yang, pada sistem ideal tanpa gaya
nonkonservatif, tetap konstan.
Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi total tidak
dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat berpindah dan berubah bentuk.
Konsep ini menjelaskan berbagai peristiwa mulai dari benda jatuh, roller
coaster, kendaraan, pembangkit listrik, hingga peralatan rumah tangga.
Sementara itu, daya menunjukkan laju melakukan usaha, dan efisiensi menunjukkan
seberapa besar energi masukan berhasil dimanfaatkan sebagai keluaran yang
berguna.
B. Saran
Peserta didik disarankan tidak hanya menghafalkan rumus,
tetapi memahami makna setiap besaran dan kondisi penggunaannya. Latihan soal sebaiknya
dilakukan secara bertahap dengan menuliskan diketahui, ditanyakan, rumus,
substitusi, dan kesimpulan. Selain itu, pengamatan terhadap penerapan energi di
lingkungan sekitar dapat membantu menghubungkan teori fisika dengan kehidupan
nyata.
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. (2019). E-Modul Fisika Kelas X. Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Atas. Repositori Institusi Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
Sari, Mika. (2019). E-Modul
Fisika Kelas X: Besaran Fisika dan Pengukurannya. Direktorat Pembinaan SMA,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Novidawati, Wida. (2019).
E-Modul Fisika Kelas X. Direktorat Pembinaan SMA, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Lasmi, Ni Ketut. (2021). IPA
Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Halliday, David, Robert Resnick,
dan Jearl Walker. (2021). Fundamentals of Physics, 12th Edition. Wiley.
Serway, Raymond A., dan John W.
Jewett. (2019). Physics for Scientists and Engineers, 10th Edition. Cengage
Learning.
Giancoli, Douglas C. (2014).
Physics: Principles with Applications, 7th Edition. Pearson.
Young, Hugh D., dan Roger A.
Freedman. (2020). University Physics with Modern Physics, 15th Edition.
Pearson.
Catatan sumber
dan verifikasi bibliografi:
Data
tahun dan edisi beberapa buku di atas disesuaikan dengan informasi
penerbit/perpustakaan yang dapat diverifikasi. Repositori pemerintah mencatat
e-Modul Wida Novidawati dan Mika Sari pada 2019; Pearson mencatat Giancoli
edisi ke-7 pada 2014 dan Young & Freedman edisi ke-15 pada 2020; Cengage
mencatat Serway & Jewett edisi ke-10 pada 2019; dan Wiley mencatat
Fundamentals of Physics edisi ke-12 sebagai edisi terbaru yang digunakan dalam
penyusunan.
.jpeg)

0 Komentar