MAKALAH FISIKA TENTANG GERAK LURUS

 

MAKALAH FISIKA

GERAK LURUS




Disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Fisika
Kelas X SMA/MA/SMK




Disusun oleh:
Nama : ______________________________
Kelas : ______________________________
Sekolah : _____________________________
Guru Mata Pelajaran : __________________



TAHUN PELAJARAN 2026/2027


 

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul “Gerak Lurus” ini dapat disusun dengan baik. Makalah ini disusun sebagai bahan pembelajaran Fisika kelas X sekaligus sebagai sarana untuk memahami konsep dasar kinematika satu dimensi secara sistematis.

Gerak merupakan salah satu gejala fisika yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kendaraan yang melaju di jalan, benda yang jatuh, atlet yang berlari, dan lift yang bergerak naik turun merupakan contoh peristiwa gerak. Untuk memahami peristiwa tersebut diperlukan konsep posisi, jarak, perpindahan, kelajuan, kecepatan, dan percepatan. Konsep-konsep tersebut menjadi dasar untuk mempelajari gerak lurus beraturan, gerak lurus berubah beraturan, gerak jatuh bebas, serta gerak vertikal.

Makalah ini dilengkapi dengan ilustrasi, rumus, contoh soal, dan penyelesaian agar pembaca tidak hanya memahami definisi, tetapi juga mampu menerapkan konsep gerak lurus dalam penyelesaian masalah. Penyusunan materi mengacu pada buku teks fisika tingkat sekolah menengah dan beberapa buku fisika dasar yang digunakan secara luas.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih dapat disempurnakan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk meningkatkan kualitas materi pada masa mendatang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi peserta didik, guru, dan pembaca dalam mempelajari konsep gerak lurus.


 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.. ii

DAFTAR ISI. iii

BAB I. - 1 -

PENDAHULUAN.. - 1 -

A. Latar Belakang. - 1 -

B. Rumusan Masalah. - 1 -

C. Tujuan. - 2 -

BAB II. - 3 -

PEMBAHASAN.. - 3 -

A. Pengertian Gerak. - 3 -

B. Posisi dan Perpindahan. - 3 -

C. Jarak. - 4 -

D. Kelajuan. - 5 -

E. Kecepatan. - 6 -

F. Gerak Lurus Beraturan (GLB) - 6 -

G. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) - 8 -

H. Grafik Posisi–Waktu. - 10 -

I. Grafik Kecepatan–Waktu. - 10 -

J. Percepatan. - 11 -

K. Gerak Jatuh Bebas. - 12 -

L. Gerak Vertikal - 13 -

Rangkuman Rumus Gerak Lurus. - 15 -

BAB III. - 16 -

PENUTUP. - 16 -

A. Kesimpulan. - 16 -

B. Saran. - 16 -

DAFTAR PUSTAKA.. - 17 -

REFERENSI BUKU DAN SUMBER RUJUKAN.. - 17 -

 

Catatan: setelah membuka file di Microsoft Word, klik kanan pada Daftar Isi lalu pilih “Update Field” → “Update entire table” agar nomor halaman tampil/terbarui otomatis.


 


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Fisika adalah ilmu yang mempelajari berbagai gejala alam melalui pengamatan, pengukuran, pemodelan, dan pengujian secara ilmiah. Salah satu bagian penting dalam fisika adalah mekanika, khususnya kinematika. Kinematika membahas gerak benda tanpa terlebih dahulu membahas penyebab gerak tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, gerak dapat ditemukan hampir di setiap tempat. Mobil bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, kereta api melaju pada lintasan, buah jatuh dari pohon, dan seseorang berlari menuju garis akhir. Walaupun terlihat sederhana, gerak tersebut dapat dijelaskan secara kuantitatif dengan besaran fisika seperti posisi, jarak, perpindahan, kelajuan, kecepatan, dan percepatan.

Gerak lurus merupakan model dasar dalam mempelajari kinematika. Pada gerak lurus, lintasan benda dianggap berbentuk garis lurus sehingga analisis matematisnya relatif sederhana. Dua model yang penting adalah Gerak Lurus Beraturan (GLB), yaitu gerak dengan kecepatan konstan, dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), yaitu gerak dengan percepatan konstan.

Pemahaman terhadap gerak lurus penting karena konsepnya menjadi dasar bagi pembahasan gerak dua dimensi, dinamika Newton, energi, momentum, dan berbagai aplikasi teknologi. Oleh sebab itu, materi gerak lurus perlu dipahami secara konseptual sekaligus matematis.

B. Rumusan Masalah

1.             Apakah yang dimaksud dengan gerak dalam fisika?

2.             Bagaimana membedakan posisi, jarak, dan perpindahan?

3.             Apa perbedaan kelajuan dan kecepatan?

4.             Bagaimana karakteristik dan persamaan GLB serta GLBB?

5.             Bagaimana membaca grafik posisi–waktu dan kecepatan–waktu?

6.             Apa yang dimaksud dengan percepatan?

7.             Bagaimana menganalisis gerak jatuh bebas dan gerak vertikal?

C. Tujuan

1.             Menjelaskan konsep dasar gerak dan besaran-besaran yang digunakan untuk mendeskripsikannya.

2.             Membedakan posisi, jarak, perpindahan, kelajuan, kecepatan, dan percepatan.

3.             Menjelaskan karakteristik serta persamaan matematis GLB dan GLBB.

4.             Menganalisis grafik posisi–waktu, kecepatan–waktu, dan percepatan–waktu.

5.             Menyelesaikan persoalan gerak jatuh bebas dan gerak vertikal menggunakan persamaan kinematika.

6.             Menghubungkan konsep gerak lurus dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.


 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Gerak

Gerak adalah perubahan posisi atau kedudukan suatu benda terhadap titik acuan tertentu selama selang waktu tertentu. Dengan demikian, gerak bersifat relatif karena benda dapat dianggap bergerak terhadap satu acuan tetapi diam terhadap acuan lain. Misalnya, penumpang yang duduk di dalam bus diam relatif terhadap bus, tetapi bergerak relatif terhadap orang yang berdiri di pinggir jalan.

Gambar 1. Ilustrasi gerak satu dimensi dan perubahan posisi terhadap waktu.

Dalam kinematika, gerak dapat dideskripsikan dengan beberapa besaran utama: posisi (x), waktu (t), jarak (s), perpindahan (Δx), kelajuan (v), kecepatan (v), dan percepatan (a). Pemilihan titik acuan dan arah positif sangat penting agar tanda positif dan negatif dalam perhitungan dapat ditafsirkan dengan benar.

 

B. Posisi dan Perpindahan

Posisi adalah letak suatu benda terhadap titik acuan pada suatu saat. Posisi pada satu dimensi dapat dinyatakan menggunakan koordinat x. Perpindahan adalah perubahan posisi dari posisi awal ke posisi akhir dan merupakan besaran vektor, sehingga mempunyai besar dan arah.

Δx = x − x

Besaran

Keterangan

Δx

perpindahan (m)

x

posisi awal (m)

x

posisi akhir (m)

 

Jika benda bergerak ke arah positif, perpindahan dapat bernilai positif. Jika benda bergerak ke arah berlawanan dengan arah positif yang dipilih, perpindahan dapat bernilai negatif. Nilai perpindahan hanya ditentukan oleh posisi awal dan posisi akhir, bukan oleh bentuk lintasan yang ditempuh.

Gambar 2. Jarak mencakup seluruh lintasan, sedangkan perpindahan menghubungkan posisi awal dan akhir.

Contoh Soal 1 – Perpindahan

Soal: Sebuah sepeda mula-mula berada pada posisi x = 10 m. Setelah bergerak, sepeda berada pada posisi x = 45 m. Tentukan perpindahannya.

Diketahui: x = 10 m dan x = 45 m.

Ditanyakan: Δx.

Rumus: Δx = x − x.

Δx = 45 − 10 = 35 m.

Jadi, perpindahan sepeda adalah 35 m ke arah positif.

 

C. Jarak

Jarak adalah panjang seluruh lintasan yang ditempuh benda selama bergerak. Jarak merupakan besaran skalar, sehingga hanya memiliki nilai tanpa arah. Jika benda bergerak maju kemudian kembali, jarak tetap merupakan jumlah seluruh lintasan, sedangkan perpindahan dapat menjadi kecil atau bahkan nol.


 

 

s_total = s + s + s + …

Besaran

Keterangan

s_total

jarak total (m)

s, s, …

panjang masing-masing bagian lintasan (m)

 

Contoh Soal 2 – Jarak

Soal: Seseorang berjalan 60 m ke timur, kemudian kembali 20 m ke barat. Berapa jarak yang ditempuh dan berapa perpindahannya?

Jarak total = 60 + 20 = 80 m.

Perpindahan = 60 − 20 = 40 m ke timur.

Jadi, jaraknya 80 m, sedangkan perpindahannya 40 m ke timur.

 

D. Kelajuan

Kelajuan menyatakan seberapa cepat jarak ditempuh dalam selang waktu tertentu. Kelajuan merupakan besaran skalar. Kelajuan rata-rata dihitung dari jarak total dibagi waktu total.

v̄ = s_total / Δt

Besaran

Keterangan

kelajuan rata-rata (m/s)

s_total

jarak total (m)

Δt

selang waktu (s)

 

Kelajuan sesaat adalah kelajuan benda pada suatu saat tertentu. Dalam pembelajaran dasar, kelajuan rata-rata sering digunakan untuk menyelesaikan soal perjalanan dengan beberapa tahap.

Contoh Soal 3 – Kelajuan Rata-rata

Soal: Sebuah kendaraan menempuh jarak 150 km dalam waktu 3 jam. Tentukan kelajuan rata-ratanya dalam km/jam dan m/s.

v̄ = s/t = 150/3 = 50 km/jam.

Konversi: 50 km/jam = 50 × 1000/3600 = 13,89 m/s.

Jadi, kelajuan rata-rata kendaraan adalah 50 km/jam atau sekitar 13,89 m/s.

E. Kecepatan

Kecepatan adalah perubahan posisi atau perpindahan per satuan waktu. Berbeda dengan kelajuan, kecepatan merupakan besaran vektor sehingga mempunyai besar dan arah.

v̄ = Δx / Δt

Besaran

Keterangan

kecepatan rata-rata (m/s)

Δx

perpindahan (m)

Δt

selang waktu (s)

 

Kecepatan sesaat dapat dipahami sebagai kecepatan pada waktu tertentu. Pada grafik posisi–waktu, kemiringan (gradien) kurva atau garis menunjukkan kecepatan. Untuk gerak satu dimensi, tanda kecepatan menunjukkan arah gerak berdasarkan sistem koordinat yang dipilih.

Contoh Soal 4 – Kecepatan Rata-rata

Soal: Sebuah benda berpindah dari x = 5 m ke x = 65 m dalam waktu 12 s. Tentukan kecepatan rata-ratanya.

Δx = 65 − 5 = 60 m.

Δt = 12 s.

v̄ = Δx/Δt = 60/12 = 5 m/s.

Jadi, kecepatan rata-rata benda adalah 5 m/s ke arah positif.

 

F. Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Gerak Lurus Beraturan adalah gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap. Karena kecepatannya konstan, percepatan pada GLB bernilai nol. Dalam interval waktu yang sama, benda menempuh perpindahan yang sama besar.

x = x + vt

v = konstan,  a = 0

Gambar 3. Grafik posisi–waktu pada GLB. Kemiringan garis menunjukkan kecepatan konstan.

Besaran

Keterangan

x

posisi pada waktu t (m)

x

posisi awal (m)

v

kecepatan konstan (m/s)

t

waktu (s)

 

Jika posisi awal dipilih x = 0, persamaan menjadi x = vt. Grafik posisi terhadap waktu berupa garis lurus. Semakin besar gradien garis, semakin besar kecepatan benda.

Contoh Soal 5 – GLB

Soal: Sebuah mobil bergerak lurus dengan kecepatan tetap 20 m/s selama 15 s. Jika posisi awalnya 10 m, tentukan posisi akhirnya.

Diketahui: x = 10 m, v = 20 m/s, t = 15 s.

Rumus: x = x + vt.

x = 10 + (20)(15) = 310 m.

Jadi, posisi akhir mobil adalah 310 m dari titik acuan.


 

G. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Gerak Lurus Berubah Beraturan adalah gerak pada lintasan lurus dengan percepatan konstan. Kecepatan benda berubah secara teratur terhadap waktu. GLBB dapat berupa gerak dipercepat maupun diperlambat, bergantung pada arah kecepatan dan percepatannya.

v = v + at

Δx = vt + ½at²

v² = v² + 2aΔx

Δx = ½(v + v)t

Gambar 4. Grafik posisi–waktu pada GLBB dengan percepatan konstan.

Gambar 5. Grafik kecepatan–waktu pada GLBB. Gradien grafik menunjukkan percepatan.

Gambar 6. Grafik percepatan–waktu untuk percepatan konstan.

Besaran

Keterangan

v

kecepatan awal (m/s)

v

kecepatan akhir (m/s)

a

percepatan (m/s²)

t

waktu (s)

Δx

perpindahan (m)

 

Contoh Soal 6 – GLBB

Soal: Sebuah sepeda motor mula-mula bergerak dengan kecepatan 5 m/s. Motor kemudian dipercepat secara konstan sebesar 2 m/s² selama 8 s. Tentukan kecepatan akhirnya dan perpindahannya.

Diketahui: v = 5 m/s, a = 2 m/s², t = 8 s.

Kecepatan akhir: v = v + at = 5 + (2)(8) = 21 m/s.

Perpindahan: Δx = vt + ½at² = (5)(8) + ½(2)(8²) = 40 + 64 = 104 m.

Jadi, kecepatan akhirnya 21 m/s dan perpindahannya 104 m.

Contoh Soal 7 – Perlambatan

Soal: Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 25 m/s kemudian direm dengan perlambatan tetap 5 m/s². Berapa waktu yang diperlukan sampai berhenti dan berapa jarak pengeremannya?

Diketahui: v = 25 m/s, v = 0, a = −5 m/s².

Waktu: v = v + at → 0 = 25 − 5t → t = 5 s.

Jarak: Δx = vt + ½at² = (25)(5) + ½(−5)(25) = 125 − 62,5 = 62,5 m.

Jadi, mobil berhenti setelah 5 s dan menempuh jarak pengereman 62,5 m.

 

H. Grafik Posisi–Waktu

Grafik posisi–waktu (x–t) menunjukkan perubahan posisi benda terhadap waktu. Informasi penting yang dapat diperoleh dari grafik ini adalah kemiringan atau gradien. Pada gerak satu dimensi, gradien grafik x–t menyatakan kecepatan.

v = Δx / Δt

Garis lurus dengan gradien positif menunjukkan gerak dengan kecepatan positif konstan. Garis horizontal menunjukkan posisi tetap atau benda diam. Garis dengan gradien negatif menunjukkan gerak menuju arah negatif. Pada GLBB, grafik x–t berbentuk kurva karena kecepatannya berubah terhadap waktu.

Contoh Soal 8 – Gradien Grafik

Soal: Pada grafik posisi–waktu, sebuah benda berpindah dari posisi 10 m pada t = 2 s menjadi 50 m pada t = 10 s. Tentukan kemiringan grafik dan tafsir fisiknya.

v = Δx/Δt = (50 − 10)/(10 − 2) = 40/8 = 5 m/s.

Karena gradien positif, benda bergerak ke arah positif dengan kecepatan rata-rata 5 m/s pada interval tersebut.

 

I. Grafik Kecepatan–Waktu

Grafik kecepatan–waktu (v–t) menunjukkan perubahan kecepatan terhadap waktu. Pada grafik ini, gradien menyatakan percepatan, sedangkan luas daerah di bawah grafik menyatakan perpindahan selama interval waktu yang ditinjau.

a = Δv / Δt

Δx = luas di bawah grafik v–t

Gambar 7. Contoh grafik kecepatan–waktu pada GLBB.

Contoh Soal 9 – Luas Grafik v–t

Soal: Sebuah benda bergerak dari keadaan diam dan mencapai 20 m/s dalam 5 s dengan percepatan konstan. Tentukan perpindahannya menggunakan luas grafik v–t.

Grafik v–t berbentuk segitiga dengan alas 5 s dan tinggi 20 m/s.

Δx = ½ × alas × tinggi = ½ × 5 × 20 = 50 m.

Jadi, perpindahan benda selama 5 s adalah 50 m.

 

J. Percepatan

Percepatan adalah perubahan kecepatan per satuan waktu. Percepatan merupakan besaran vektor. Percepatan positif tidak selalu berarti benda selalu bertambah cepat, karena interpretasinya bergantung pada arah kecepatan yang dipilih.

a = Δv / Δt = (v − v)/t

Besaran

Keterangan

a

percepatan (m/s²)

Δv

perubahan kecepatan (m/s)

v

kecepatan awal (m/s)

v

kecepatan akhir (m/s)

t

selang waktu (s)

 

Contoh Soal 10 – Percepatan

Soal: Kecepatan sebuah benda berubah dari 8 m/s menjadi 28 m/s dalam 4 s. Berapa percepatannya?

a = (v − v)/t = (28 − 8)/4 = 20/4 = 5 m/s².

Jadi, percepatan benda adalah 5 m/s².

K. Gerak Jatuh Bebas

Gerak jatuh bebas adalah gerak benda yang dilepaskan dari suatu ketinggian dengan kecepatan awal nol dan bergerak hanya di bawah pengaruh gravitasi, dengan hambatan udara diabaikan. Di dekat permukaan Bumi, percepatan gravitasi sering dibulatkan menjadi g = 9,8 m/s² atau 10 m/s² sesuai kebutuhan soal.

v = gt

h = ½gt²

v² = 2gh

 

Gambar 8. Ilustrasi gerak jatuh bebas tanpa memperhitungkan hambatan udara.

Besaran

Keterangan

g

percepatan gravitasi, sekitar 9,8 m/s² atau 10 m/s²

h

jarak/ketinggian yang ditempuh (m)

v

kecepatan setelah t (m/s)

t

waktu jatuh (s)

 

Contoh Soal 11 – Jatuh Bebas

Soal: Sebuah benda dijatuhkan dari ketinggian 45 m. Jika g = 10 m/s² dan hambatan udara diabaikan, tentukan waktu benda mencapai tanah dan kecepatan sesaat sebelum menyentuh tanah.

Diketahui: h = 45 m, v = 0, g = 10 m/s².

h = ½gt² → 45 = 5t² → t² = 9 → t = 3 s.

v = gt = (10)(3) = 30 m/s.

Jadi, waktu jatuh 3 s dan kecepatan sesaat sebelum menyentuh tanah 30 m/s ke bawah.

 

L. Gerak Vertikal

Gerak vertikal merupakan gerak satu dimensi pada arah vertikal yang dipengaruhi gravitasi. Gerak vertikal ke atas mempunyai kecepatan awal ke arah atas, sedangkan percepatan gravitasi arahnya ke bawah. Pada titik tertinggi, kecepatan sesaat bernilai nol, tetapi percepatan gravitasi tetap bekerja.

v = v − gt

h = vt − ½gt²

v² = v² − 2gh

t_maks = v/g

h_maks = v²/(2g)

Gambar 9. Gerak vertikal ke atas: benda melambat saat naik, berhenti sesaat di puncak, kemudian jatuh.

Contoh Soal 12 – Gerak Vertikal ke Atas

Soal: Sebuah bola dilempar vertikal ke atas dengan kecepatan awal 20 m/s. Jika g = 10 m/s², tentukan waktu mencapai titik tertinggi dan ketinggian maksimum yang dicapai.

Diketahui: v = 20 m/s dan g = 10 m/s².

Di titik tertinggi, v = 0.

t_maks = v/g = 20/10 = 2 s.

h_maks = v²/(2g) = 20²/(2×10) = 400/20 = 20 m.

Jadi, bola mencapai titik tertinggi setelah 2 s dengan ketinggian maksimum 20 m dari titik lempar.

Contoh Soal 13 – Gerak Vertikal ke Bawah

Soal: Sebuah benda dilempar vertikal ke bawah dari ketinggian 30 m dengan kecepatan awal 5 m/s. Jika g = 10 m/s², tentukan waktu benda mencapai tanah.

Ambil arah ke bawah sebagai positif.

Persamaan: s = vt + ½gt².

30 = 5t + 5t².

6 = t + t² → t² + t − 6 = 0 → (t+3)(t−2)=0.

Waktu yang memenuhi adalah t = 2 s.

Jadi, benda mencapai tanah setelah 2 s.

Rangkuman Rumus Gerak Lurus

Konsep

Rumus

Keterangan singkat

Perpindahan

Δx = x − x

Perubahan posisi

Kelajuan rata-rata

v̄ = s_total/Δt

Jarak total per waktu total

Kecepatan rata-rata

v̄ = Δx/Δt

Perpindahan per waktu

GLB

x = x + vt

Kecepatan konstan

GLBB 1

v = v + at

Percepatan konstan

GLBB 2

Δx = vt + ½at²

Perpindahan

GLBB 3

v² = v² + 2aΔx

Tanpa waktu

GLBB 4

Δx = ½(v+v)t

Kecepatan rata-rata × waktu

Percepatan

a = Δv/Δt

Perubahan kecepatan per waktu

Jatuh bebas

h = ½gt²

v = 0

Jatuh bebas

v = gt

Kecepatan setelah t

Vertikal ke atas

v = v−gt

Arah atas positif

Vertikal ke atas

h_maks = v²/(2g)

Ketinggian maksimum

 


 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Gerak merupakan perubahan posisi benda terhadap titik acuan selama selang waktu tertentu. Karena bergantung pada titik acuan, gerak bersifat relatif. Untuk mendeskripsikan gerak lurus digunakan konsep posisi, jarak, perpindahan, kelajuan, kecepatan, dan percepatan.

Jarak merupakan panjang seluruh lintasan dan bersifat skalar, sedangkan perpindahan merupakan perubahan posisi dari awal ke akhir dan bersifat vektor. Kelajuan diperoleh dari jarak dibagi waktu, sedangkan kecepatan berkaitan dengan perpindahan dan memiliki arah.

Pada GLB, kecepatan konstan dan percepatan nol sehingga posisi berubah secara linier terhadap waktu. Pada GLBB, percepatan konstan sehingga kecepatan berubah teratur dan posisi mengikuti hubungan kuadrat terhadap waktu.

Grafik posisi–waktu memberikan informasi kecepatan melalui gradiennya, sedangkan grafik kecepatan–waktu memberikan informasi percepatan melalui gradien dan perpindahan melalui luas di bawah kurva.

Gerak jatuh bebas dan gerak vertikal merupakan penerapan GLBB dengan percepatan gravitasi. Dengan menetapkan arah positif secara konsisten, persamaan kinematika dapat digunakan untuk menentukan waktu, kecepatan, dan posisi benda.

B. Saran

Peserta didik disarankan tidak hanya menghafalkan rumus, tetapi memahami arti setiap besaran, satuan, arah, dan kondisi berlakunya persamaan. Latihan soal sebaiknya dilakukan secara bertahap mulai dari soal konsep, substitusi langsung, analisis grafik, hingga soal kontekstual. Pengamatan terhadap gerak benda di lingkungan sekitar juga dapat digunakan untuk menghubungkan teori dengan fenomena nyata.


 

DAFTAR PUSTAKA

Halliday, D., Resnick, R., & Walker, J. (2021). Fundamentals of Physics (12th ed.). Wiley.

Serway, R. A., & Jewett, J. W. (2019). Physics for Scientists and Engineers (10th ed.). Cengage Learning.

Giancoli, D. C. (2014). Physics: Principles with Applications (7th ed.). Pearson.

Young, H. D., & Freedman, R. A. (2020). University Physics with Modern Physics (15th ed.). Pearson.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021/2022). Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). E-Modul Fisika Kelas X: Besaran dan Pengukuran. Jakarta: Direktorat Sekolah Menengah Atas.

Sari, M. (2020). E-Modul Fisika Kelas X: Besaran Fisika dan Pengukurannya. Jakarta: Direktorat Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Novidawati, W. (2020). E-Modul Fisika Kelas X. Jakarta: Direktorat Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

REFERENSI BUKU DAN SUMBER RUJUKAN

Rujukan berikut digunakan untuk memperkuat konsep dan penyajian materi. Data edisi/tahun untuk buku internasional disesuaikan dengan informasi penerbit yang tersedia.

·         Halliday, Resnick, & Walker — Fundamentals of Physics, 12th Edition, Wiley, 2021.

·         Serway & Jewett — Physics for Scientists and Engineers, 10th Edition, Cengage Learning, 2019.

·         Giancoli — Physics: Principles with Applications, 7th Edition, Pearson, 2014.

·         Young & Freedman — University Physics with Modern Physics, 15th Edition, Pearson, 2020.

·         Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi — Fisika untuk SMA/MA Kelas X, Buku Teks Kurikulum Merdeka.

·         Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan — E-Modul Fisika Kelas X, Repositori Kementerian Pendidikan.

Posting Komentar

0 Komentar