Sampul Blog

Sampul Blog
Juniska,S.H

Ruang Bacaku

Referensi sederhana tentang hukum, pendidikan, makalah, pemerintahan, desa dan pedesaan.

MAKALAH PENGANTAR EKONOMI MIKRO EKONOMI : PERMINTAAN DAN PENAWARAN

 

MAKALAH PENGANTAR EKONOMI

 

MIKRO EKONOMI : PERMINTAAN DAN PENAWARAN

 

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Syariah

 

DOSEN PENGAMPU : 



 

 

DISUSUN OLEH :

GALIH PERMADI

Program Studi : Ekonomi Syariah

 

INSTITUT AGAMA ISLAM NUSANTARA

ASH-SHIDDIQIYAH

TAHUN AKADEMIK 2025

Jl. Lintas Timur Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya

Kabupaten Ogan Komering Ilir

Sumatera Selatan

30657


 

KATA PENGANTAR

 

Asslamu’alaikum. Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya makalah yang berjudul “Mikroekonomi: Permintaan dan Penawaran” ini dapat diselesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi, khususnya dalam memahami konsep dasar mikroekonomi mengenai permintaan dan penawaran. Permintaan dan penawaran merupakan konsep fundamental dalam ilmu ekonomi karena keduanya berperan penting dalam menentukan harga dan jumlah barang atau jasa yang diperjualbelikan di pasar.

Melalui makalah ini, pembaca diharapkan dapat memahami pengertian permintaan dan penawaran, hukum permintaan dan penawaran, faktor-faktor yang memengaruhinya, fungsi dan kurva permintaan serta penawaran, keseimbangan pasar, elastisitas, serta penerapannya dalam kehidupan ekonomi sehari-hari.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, baik dalam penyusunan maupun penyajian materi. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.

Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi pembaca mengenai konsep dasar mikroekonomi, khususnya permintaan dan penawaran.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Lubuk Seberuk,     Juni 2025

Penulis


 

DAFTAR ISI

 

SAMPUL ............................................................................................................ i

KATA PENGANTAR....................................................................................... ii

DAFTAR ISI....................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1

A. Latar Belakang..................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah................................................................................. 1

C. Tujuan................................................................................................... 2

 

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................... 3

A. Pengertian Mikroekonomi ................................................................... 3
B. Pengertian Permintaan ......................................................................... 3
C. Hukum Permintaan .............................................................................. 4
D. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan .................................... 5
E. Fungsi dan Kurva Permintaan ............................................................. 7

F. Perubahan Jumlah yang Diminta dan Perubahan Permintaan .............. 7
G. Pengertian Penawaran ......................................................................... 8
H. Hukum Penawaran .............................................................................. 8
I. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran ...................................... 9

J. Fungsi dan Kurva Penawaran ............................................................... 10
K. Perubahan Jumlah yang Ditawarkan dan Perubahan Penawaran ........ 11
L. Keseimbangan Pasar ............................................................................ 12
M. Elastisitas Permintaan dan Penawaran ................................................ 13
N. Surplus Konsumen dan Surplus Produsen........................................... 15
O. Penerapan Permintaan dan Penawaran dalam Kehidupan Ekonomi ... 15

 

BAB III PENUTUP............................................................................................ 17

A. Kesimpulan........................................................................................... 17

B. Saran..................................................................................................... 18

 

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 19


BAB I

PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang

Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia dan masyarakat menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Keterbatasan sumber daya menyebabkan manusia harus menentukan pilihan dalam menggunakan sumber daya tersebut secara efisien dan efektif.

Salah satu cabang utama ilmu ekonomi adalah mikroekonomi. Mikroekonomi mempelajari perilaku individu, rumah tangga, perusahaan, serta interaksi mereka dalam pasar. Salah satu pembahasan paling penting dalam mikroekonomi adalah mengenai permintaan dan penawaran.

Permintaan menggambarkan jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalam suatu periode tertentu. Sementara itu, penawaran menggambarkan jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dijual oleh produsen pada berbagai tingkat harga dalam suatu periode tertentu.[1]

Interaksi antara permintaan dan penawaran akan menentukan harga serta jumlah barang atau jasa yang diperjualbelikan di pasar. Apabila permintaan terhadap suatu barang meningkat sementara penawarannya tetap, maka harga barang tersebut cenderung meningkat. Sebaliknya, apabila penawaran meningkat sementara permintaan tetap, maka harga cenderung mengalami penurunan.

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep permintaan dan penawaran dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas ekonomi. Misalnya, ketika harga cabai meningkat akibat berkurangnya pasokan, konsumen cenderung mengurangi pembelian. Sebaliknya, ketika harga suatu komoditas meningkat, produsen dapat terdorong untuk meningkatkan produksinya.

Pemahaman terhadap permintaan dan penawaran sangat penting karena konsep ini tidak hanya digunakan untuk menjelaskan mekanisme pasar, tetapi juga membantu pemerintah, perusahaan, konsumen, dan produsen dalam mengambil keputusan ekonomi.

Berdasarkan uraian tersebut, pembahasan mengenai permintaan dan penawaran menjadi penting untuk dipelajari sebagai dasar dalam memahami mekanisme pasar dan berbagai fenomena ekonomi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

 

B.            Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

1.             Apa yang dimaksud dengan mikroekonomi?

2.             Apa yang dimaksud dengan permintaan dan penawaran?

3.             Bagaimana hukum permintaan dan hukum penawaran?

4.             Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi permintaan dan penawaran?

5.             Bagaimana fungsi dan kurva permintaan serta penawaran?

6.             Bagaimana proses terbentuknya keseimbangan pasar?

7.             Apa yang dimaksud dengan elastisitas permintaan dan penawaran?

8.             Bagaimana penerapan konsep permintaan dan penawaran dalam kehidupan ekonomi?

C.           Tujuan

Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah:

1.             Untuk mengetahui pengertian mikroekonomi.

2.             Untuk memahami pengertian permintaan dan penawaran.

3.             Untuk menjelaskan hukum permintaan dan hukum penawaran.

4.             Untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi permintaan dan penawaran.

5.             Untuk memahami fungsi dan kurva permintaan serta penawaran.

6.             Untuk menjelaskan proses terbentuknya keseimbangan pasar.

7.             Untuk memahami konsep elastisitas permintaan dan penawaran.

8.             Untuk mengetahui penerapan permintaan dan penawaran dalam kehidupan ekonomi sehari-hari.


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.           Pengertian Mikroekonomi

Mikroekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku unit-unit ekonomi secara individual, seperti konsumen, rumah tangga, perusahaan, dan pasar tertentu. Mikroekonomi berusaha menjelaskan bagaimana individu dan perusahaan membuat keputusan dalam menghadapi keterbatasan sumber daya.

Menurut N. Gregory Mankiw, mikroekonomi mempelajari bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan serta bagaimana mereka berinteraksi di pasar.[2]

Mikroekonomi membahas berbagai aspek, antara lain:

1.             Perilaku konsumen;

2.             Perilaku produsen;

3.             Permintaan dan penawaran;

4.             Harga pasar;

5.             Keseimbangan pasar;

6.             Elastisitas;

7.             Biaya produksi;

8.             Struktur pasar;

9.             Efisiensi ekonomi.

Permintaan dan penawaran merupakan salah satu dasar penting dalam mikroekonomi karena interaksi keduanya membentuk mekanisme pasar.

 

B.            Pengertian Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu, dengan asumsi faktor-faktor lain dianggap tetap.

Permintaan tidak hanya berarti keinginan untuk memiliki suatu barang. Agar suatu keinginan dapat disebut sebagai permintaan dalam pengertian ekonomi, konsumen harus memiliki kemampuan untuk membeli barang atau jasa tersebut.

Dengan demikian, permintaan memiliki tiga unsur penting, yaitu:

1.             Adanya keinginan untuk membeli;

2.             Adanya kemampuan untuk membeli;

3.             Adanya kesediaan untuk membeli pada tingkat harga tertentu.

Sebagai contoh, seseorang mungkin ingin membeli sebuah mobil mewah. Namun, apabila orang tersebut tidak memiliki kemampuan finansial untuk membelinya, maka keinginan tersebut belum dapat disebut sebagai permintaan efektif.

Permintaan dapat dibedakan menjadi:

1.             Permintaan Individual

Permintaan individual adalah permintaan yang berasal dari seorang konsumen terhadap suatu barang atau jasa.

2.             Permintaan Pasar

Permintaan pasar merupakan jumlah keseluruhan permintaan dari semua konsumen terhadap suatu barang atau jasa pada tingkat harga tertentu.

Secara sederhana:

Permintaan Pasar = Jumlah seluruh Permintaan Individual

 

C.           Hukum Permintaan

Hukum permintaan menyatakan bahwa, apabila harga suatu barang meningkat, maka jumlah barang yang diminta cenderung menurun, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap (ceteris paribus). Sebaliknya, apabila harga turun, jumlah barang yang diminta cenderung meningkat.[3]

Hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta bersifat negatif atau berlawanan arah.

Secara sederhana:

·                Harga naik → Jumlah yang diminta turun.

·                Harga turun → Jumlah yang diminta naik.

Contoh:

Harga Barang

Jumlah yang Diminta

$10

100 unit

$20

80 unit

$30

60 unit

$40

40 unit

 

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa semakin tinggi harga barang, semakin sedikit jumlah barang yang diminta oleh konsumen.

Hukum permintaan berlaku dengan asumsi faktor lain tetap, seperti pendapatan konsumen, selera, harga barang lain, dan jumlah penduduk.

 

D.           Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan

Permintaan terhadap suatu barang tidak hanya dipengaruhi oleh harga barang tersebut. Beberapa faktor lain yang memengaruhi permintaan adalah sebagai berikut.

1.             Harga Barang Itu Sendiri

Harga merupakan faktor utama yang memengaruhi jumlah barang yang diminta. Secara umum, kenaikan harga menyebabkan jumlah permintaan menurun.

2.             Pendapatan Konsumen

Pendapatan memengaruhi kemampuan seseorang untuk membeli barang atau jasa.

Untuk barang normal, kenaikan pendapatan biasanya meningkatkan permintaan. Sebaliknya, penurunan pendapatan dapat menurunkan permintaan.

Namun, untuk barang inferior, kenaikan pendapatan justru dapat menyebabkan konsumen mengurangi pembelian karena beralih kepada barang yang lebih berkualitas.

3.             Selera atau Preferensi Konsumen

Perubahan selera masyarakat dapat memengaruhi permintaan. Apabila suatu produk menjadi populer, permintaan terhadap produk tersebut dapat meningkat.

Contohnya, meningkatnya tren penggunaan produk ramah lingkungan dapat meningkatkan permintaan terhadap produk yang dianggap lebih berkelanjutan.

4.             Harga Barang Substitusi

Barang substitusi adalah barang yang dapat menggantikan fungsi barang lain.

Contohnya:

·                Teh dan kopi;

·                Nasi dan roti;

·                Transportasi umum dan kendaraan pribadi.

Jika harga kopi meningkat, sebagian konsumen dapat beralih membeli teh sehingga permintaan terhadap teh meningkat.

5.             Harga Barang Komplementer

Barang komplementer adalah barang yang penggunaannya saling melengkapi.

Contohnya:

·                Mobil dan bahan bakar;

·                Printer dan tinta;

·                Telepon seluler dan paket data.

Jika harga barang komplementer meningkat, permintaan terhadap barang utama dapat menurun.

6.             Jumlah Penduduk

Semakin besar jumlah penduduk, semakin besar pula potensi jumlah konsumen. Oleh karena itu, pertumbuhan penduduk dapat meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa.

7.             Ekspektasi Masa Depan

Perkiraan konsumen mengenai kondisi masa depan juga memengaruhi permintaan.

Apabila konsumen memperkirakan harga suatu barang akan meningkat di masa depan, mereka mungkin meningkatkan pembelian saat ini.

8.             Distribusi Pendapatan

Distribusi pendapatan dalam masyarakat juga memengaruhi pola permintaan. Masyarakat dengan tingkat pendapatan yang berbeda memiliki pola konsumsi yang berbeda pula.

 

E.            Fungsi dan Kurva Permintaan

Fungsi permintaan menunjukkan hubungan matematis antara jumlah barang yang diminta dengan faktor-faktor yang memengaruhinya.

Bentuk sederhana fungsi permintaan adalah:

Qd = a – bP

Keterangan:

·                Qd = jumlah barang yang diminta;

·                P = harga barang;

·                a = konstanta;

·                b = koefisien perubahan jumlah permintaan terhadap harga.

Tanda negatif menunjukkan bahwa hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta bersifat berlawanan arah.

Kurva permintaan biasanya berbentuk miring dari kiri atas ke kanan bawah. Hal tersebut menggambarkan hubungan negatif antara harga dan jumlah barang yang diminta.

 

F.            Perubahan Jumlah yang Diminta dan Perubahan Permintaan

Perubahan dalam permintaan dapat dibedakan menjadi dua.

1.             Perubahan Jumlah yang Diminta

Perubahan jumlah yang diminta terjadi akibat perubahan harga barang itu sendiri. Perubahan ini ditunjukkan oleh pergerakan sepanjang kurva permintaan.

Contohnya, ketika harga suatu barang turun, jumlah barang yang diminta meningkat.

2.             Perubahan Permintaan

Perubahan permintaan terjadi akibat perubahan faktor selain harga barang itu sendiri, seperti pendapatan, selera, jumlah penduduk, atau harga barang lain.

Perubahan ini menyebabkan kurva permintaan bergeser.

·       Pergeseran ke kanan → Permintaan meningkat.

·       Pergeseran ke kiri → Permintaan menurun.

 

G.           Pengertian Penawaran

Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dijual oleh produsen pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu.

Penawaran berkaitan erat dengan perilaku produsen. Produsen akan mempertimbangkan harga jual, biaya produksi, teknologi, serta kondisi pasar dalam menentukan jumlah barang yang akan ditawarkan.

Penawaran juga memiliki tiga unsur utama:

1.             Adanya barang atau jasa yang tersedia;

2.             Produsen memiliki kemampuan untuk menjual;

3.             Produsen bersedia menjual pada tingkat harga tertentu.

 

Penawaran dapat dibedakan menjadi:

1.             Penawaran Individual

Penawaran individual adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh seorang produsen.

2.             Penawaran Pasar

Penawaran pasar adalah jumlah keseluruhan barang atau jasa yang ditawarkan oleh seluruh produsen dalam suatu pasar.

 

H.           Hukum Penawaran

Hukum penawaran menyatakan bahwa semakin tinggi harga suatu barang, semakin besar jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap. Sebaliknya, semakin rendah harga, semakin kecil jumlah barang yang ditawarkan.[4]

Hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan bersifat positif atau searah.

Secara sederhana:

·                Harga naik → Jumlah yang ditawarkan meningkat.

·                Harga turun → Jumlah yang ditawarkan menurun.

Contoh:

Harga Barang

Jumlah yang Ditawarkan

$10

20 unit

$20

40 unit

$30

60 unit

$40

80 unit

 

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa kenaikan harga mendorong produsen untuk menawarkan lebih banyak barang.

 

I.              Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran

1.             Harga Barang Itu Sendiri

Harga merupakan faktor utama yang memengaruhi penawaran. Harga yang lebih tinggi biasanya memberikan insentif kepada produsen untuk meningkatkan jumlah produksi.

2.             Biaya Produksi

Biaya produksi meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja, energi, transportasi, dan biaya lainnya.

Apabila biaya produksi meningkat, keuntungan produsen dapat menurun sehingga penawaran cenderung berkurang.

3.             Teknologi

Kemajuan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya produksi. Dengan demikian, teknologi dapat meningkatkan kemampuan produsen dalam menawarkan barang.

4.             Harga Barang Lain

Produsen dapat memilih memproduksi barang yang memberikan keuntungan lebih besar.

Apabila harga suatu barang meningkat, produsen dapat mengalihkan sumber daya untuk memproduksi barang tersebut sehingga penawaran barang lain dapat berkurang.

5.             Jumlah Produsen

Semakin banyak produsen yang beroperasi dalam suatu pasar, semakin besar jumlah barang yang ditawarkan.

Sebaliknya, apabila jumlah produsen berkurang, penawaran pasar dapat menurun.

6.             Ekspektasi Produsen

Perkiraan produsen terhadap harga masa depan dapat memengaruhi penawaran saat ini.

Jika produsen memperkirakan harga akan meningkat di masa depan, mereka dapat menahan sebagian barang untuk dijual kemudian.

7.             Kondisi Alam

Kondisi alam sangat memengaruhi penawaran, khususnya pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Bencana alam, kekeringan, banjir, dan serangan hama dapat mengurangi jumlah barang yang ditawarkan.

8.             Kebijakan Pemerintah

Pajak dan subsidi dapat memengaruhi penawaran.

Pajak dapat meningkatkan biaya produksi sehingga penawaran menurun. Sebaliknya, subsidi dapat mengurangi biaya produksi sehingga penawaran meningkat.

 

J.             Fungsi dan Kurva Penawaran

Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan faktor-faktor yang memengaruhinya.


 

Bentuk sederhana fungsi penawaran adalah:

Qs = c + dP

Keterangan:

·                Qs = jumlah barang yang ditawarkan;

·                P = harga barang;

·                c = konstanta;

·                d = koefisien perubahan jumlah penawaran terhadap harga.

Tanda positif menunjukkan hubungan searah antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan.

Kurva penawaran biasanya berbentuk miring dari kiri bawah ke kanan atas.

 

K.           Perubahan Jumlah yang Ditawarkan dan Perubahan Penawaran

1.             Perubahan Jumlah yang Ditawarkan

Perubahan jumlah yang ditawarkan terjadi akibat perubahan harga barang itu sendiri. Perubahan tersebut ditunjukkan oleh pergerakan sepanjang kurva penawaran.

2.             Perubahan Penawaran

Perubahan penawaran terjadi akibat perubahan faktor selain harga barang itu sendiri.

Contohnya:

·                Perubahan biaya produksi;

·                Perubahan teknologi;

·                Perubahan jumlah produsen;

·                Perubahan pajak;

·                Perubahan subsidi;

·                Perubahan kondisi alam.

Kurva penawaran dapat bergeser:

·                Ke kanan → Penawaran meningkat.

·                Ke kiri → Penawaran menurun.


 

L.            Keseimbangan Pasar

Keseimbangan pasar terjadi ketika jumlah barang yang diminta oleh konsumen sama dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen.

Secara matematis:

Qd = Qs

Harga yang terbentuk pada kondisi tersebut disebut harga keseimbangan, sedangkan jumlah barang yang diperjualbelikan disebut jumlah keseimbangan.[5]

Contoh:

Harga

Permintaan

Penawaran

$10

100

20

$20

80

40

$30

60

60

$40

40

80

 

Pada harga $30:

Qd = Qs = 60 unit

Maka:

·                Harga keseimbangan = $30;

·                Jumlah keseimbangan = 60 unit.

 

1.             Kelebihan Permintaan

Kelebihan permintaan terjadi ketika jumlah barang yang diminta lebih besar daripada jumlah barang yang ditawarkan.

Qd > Qs

Kondisi ini dapat menyebabkan harga cenderung meningkat.

2.             Kelebihan Penawaran

Kelebihan penawaran terjadi ketika jumlah barang yang ditawarkan lebih besar daripada jumlah barang yang diminta.

Qs > Qd

Kondisi ini dapat menyebabkan harga cenderung menurun.


 

3.             Perubahan Keseimbangan Pasar

Keseimbangan pasar dapat berubah apabila terjadi pergeseran permintaan atau penawaran.

Contohnya:

·                Permintaan meningkat → harga dan jumlah keseimbangan cenderung meningkat.

·                Permintaan menurun → harga dan jumlah keseimbangan cenderung menurun.

·                Penawaran meningkat → harga cenderung turun, sedangkan jumlah keseimbangan meningkat.

·                Penawaran menurun → harga cenderung naik, sedangkan jumlah keseimbangan menurun.

 

M.          Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Elastisitas merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar respons jumlah barang yang diminta atau ditawarkan terhadap perubahan faktor tertentu, terutama harga.

1.             Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat perubahan harga.

Rumus umum:

Ed = Persentase Perubahan Jumlah yang Diminta / Persentase Perubahan Harga

Menurut Mankiw, elastisitas menunjukkan seberapa responsif jumlah yang diminta atau ditawarkan terhadap perubahan salah satu faktor yang memengaruhinya.[6]

a.             Permintaan Elastis

Permintaan elastis terjadi apabila perubahan harga kecil menyebabkan perubahan jumlah permintaan yang relatif besar.

Contoh:

·                Barang mewah;

·                Produk dengan banyak barang pengganti;

·                Produk yang bukan kebutuhan pokok.

b.            Permintaan Inelastis

Permintaan inelastis terjadi apabila perubahan harga relatif besar hanya menyebabkan perubahan kecil pada jumlah permintaan.

Contoh:

·                Obat-obatan tertentu;

·                Kebutuhan pokok;

·                Barang yang sulit digantikan.

c.             Elastisitas Uniter

Elastisitas uniter terjadi apabila persentase perubahan harga sama dengan persentase perubahan jumlah yang diminta.

d.            Elastisitas Sempurna

Permintaan sempurna elastis terjadi ketika perubahan harga yang sangat kecil menyebabkan perubahan jumlah permintaan yang sangat besar.

e.             Inelastis Sempurna

Permintaan sempurna inelastis terjadi ketika jumlah yang diminta tidak berubah meskipun harga berubah.

 

2.             Elastisitas Penawaran

Elastisitas penawaran mengukur respons jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga.

Rumus umum:

Es = Persentase Perubahan Jumlah yang Ditawarkan / Persentase Perubahan Harga

Penawaran dapat bersifat:

1.             Elastis;

2.             Inelastis;

3.             Elastis uniter;

4.             Elastis sempurna;

5.             Inelastis sempurna.

Elastisitas penawaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan produsen untuk menyesuaikan jumlah produksi. Apabila produksi dapat ditingkatkan dengan cepat, penawaran cenderung lebih elastis.

 

N.           Surplus Konsumen dan Surplus Produsen

1.             Surplus Konsumen

Surplus konsumen adalah selisih antara harga maksimum yang bersedia dibayar oleh konsumen dengan harga yang sebenarnya dibayar.

Contoh:

Seorang konsumen bersedia membayar $50 untuk suatu barang, tetapi harga pasar hanya $40. Maka surplus konsumen adalah:

$50 – $40 = $10

2.             Surplus Produsen

Surplus produsen adalah selisih antara harga yang diterima produsen dengan harga minimum yang bersedia diterima untuk menjual barang tersebut.

Contoh:

Seorang produsen bersedia menjual suatu barang dengan harga minimum $25, tetapi harga pasar adalah $40. Maka surplus produsen adalah:

$40 – $25 = $15

Surplus konsumen dan surplus produsen dapat digunakan untuk menganalisis manfaat ekonomi yang diperoleh konsumen dan produsen dari kegiatan pasar.

 

O.           Penerapan Permintaan dan Penawaran dalam Kehidupan Ekonomi

Konsep permintaan dan penawaran dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan ekonomi.

1.             Harga Komoditas Pertanian

Ketika hasil panen suatu komoditas menurun akibat cuaca buruk, jumlah penawaran berkurang. Apabila permintaan tetap, harga komoditas tersebut cenderung meningkat.

2.             Harga Produk Musiman

Pada saat hari raya atau musim tertentu, permintaan terhadap barang tertentu dapat meningkat. Jika penawaran tidak mampu mengikuti kenaikan permintaan, harga akan meningkat.

3.             Pasar Tenaga Kerja

Dalam pasar tenaga kerja, tenaga kerja dapat dipandang sebagai penawaran dari pekerja, sedangkan perusahaan memiliki permintaan terhadap tenaga kerja.

4.             Kebijakan Pemerintah

Pemerintah dapat memengaruhi permintaan dan penawaran melalui pajak, subsidi, pengaturan harga, serta berbagai kebijakan ekonomi.

5.             Bisnis dan Perusahaan

Perusahaan menggunakan analisis permintaan untuk menentukan produk yang akan diproduksi dan harga yang akan ditetapkan.

6.             Konsumsi Rumah Tangga

Rumah tangga menggunakan pertimbangan harga, pendapatan, dan kebutuhan dalam menentukan jumlah barang yang akan dibeli.


 

BAB III

PENUTUP

A.           Kesimpulan

Permintaan dan penawaran merupakan konsep dasar yang sangat penting dalam ilmu mikroekonomi. Permintaan menggambarkan jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran menggambarkan jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dijual oleh produsen pada berbagai tingkat harga.

Hukum permintaan menjelaskan bahwa kenaikan harga cenderung menyebabkan penurunan jumlah barang yang diminta, sedangkan penurunan harga cenderung meningkatkan jumlah barang yang diminta. Sebaliknya, hukum penawaran menjelaskan bahwa kenaikan harga cenderung meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen.

Permintaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti harga barang, pendapatan, selera, harga barang substitusi dan komplementer, jumlah penduduk, serta ekspektasi masa depan. Sementara itu, penawaran dipengaruhi oleh harga barang, biaya produksi, teknologi, jumlah produsen, kondisi alam, kebijakan pemerintah, dan ekspektasi produsen.

Interaksi antara permintaan dan penawaran membentuk keseimbangan pasar. Keseimbangan terjadi ketika jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Selain itu, konsep elastisitas digunakan untuk mengukur tingkat respons perubahan jumlah permintaan atau penawaran terhadap perubahan harga maupun faktor lainnya.

Dengan demikian, pemahaman mengenai permintaan dan penawaran sangat penting untuk memahami bagaimana harga terbentuk, bagaimana pasar bekerja, serta bagaimana konsumen, produsen, dan pemerintah mengambil keputusan ekonomi.


 

B.            Saran

Pemahaman terhadap konsep permintaan dan penawaran perlu terus ditingkatkan karena konsep tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan ekonomi sehari-hari.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkan konsep permintaan dan penawaran dengan berbagai fenomena ekonomi yang terjadi di masyarakat. Selain itu, pembelajaran mengenai mikroekonomi hendaknya disertai dengan contoh-contoh nyata agar konsep yang dipelajari lebih mudah dipahami dan diterapkan,


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Case, Karl E., Ray C. Fair, dan Sharon M. Oster. Principles of Economics. Boston: Pearson.

Mankiw, N. Gregory. Principles of Economics. Boston: Cengage Learning.

Mankiw, N. Gregory. Pengantar Ekonomi Mikro. Jakarta: Salemba Empat.

Samuelson, Paul A., dan William D. Nordhaus. Economics. New York: McGraw-Hill.

Sukirno, Sadono. Mikroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sukirno, Sadono. Pengantar Teori Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta: RajaGrafindo Persada.



[1] Sadono Sukirno, Mikroekonomi Teori Pengantar (Jakarta: Rajawali Pers).

[2] N. Gregory Mankiw, Principles of Economics (Boston: Cengage Learning).

[3] Karl E. Case, Ray C. Fair, dan Sharon M. Oster, Principles of Economics (Boston: Pearson).

[4] Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, Economics (New York: McGraw-Hill).

[5] N. Gregory Mankiw, Pengantar Ekonomi Mikro (Jakarta: Salemba Empat).

[6] N. Gregory Mankiw, Principles of Economics (Boston: Cengage Learning).

Komentar

JUNISKA.S.H

Juniska,S.H Lahir di Suka Maju Pada Tanggal 21 Februari 1992. Alamat : JL. Lintas Timur Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Kode Pos 30657. Contac Person / E-mail : 0852 7201 1682 / juniskaefendi@gmail.com Riwayat Pendidikan : Pada Usia 5 Thn Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurus Shomad Cahya Maju (2004), Lalu Melanjutkan Sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Iman Lubuk Seberuk (2007), Kemudian Melanjutkan Di Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Mubtadi'in Nirwana (2009). Sempat Berhenti Selama 2 Tahun, Pada Tahun 2012 Melanjutkan Kuliah Di STAI As-Shiddiqiyah dan Lulus Pada Tahun 2017.

About Me

Foto Saya
Juniska,S.H Lahir di Suka Maju Pada Tanggal 21 Februari 1992. Alamat : JL. Lintas Timur Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Kode Pos 30657. Contac Person / E-mail : 0852 7201 1682 / juniskaefendi@gmail.com Riwayat Pendidikan : Pada Usia 5 Thn Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurus Shomad Cahya Maju (2004), Lalu Melanjutkan Sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Iman Lubuk Seberuk (2007), Kemudian Melanjutkan Di Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Mubtadi'in Nirwana (2009). Sempat Berhenti Selama 2 Tahun, Pada Tahun 2012 Melanjutkan Kuliah Di STAI As-Shiddiqiyah dan Lulus Pada Tahun 2017.

Mohon Tinggalkan Komentarnya Jika Mengakses Link Ini

Halaman

Ruang Bacaku adalah media edukasi dan literasi untuk berbagi artikel, makalah, pengetahuan, hukum, pendidikan, dan informasi pemerintahan desa.

Baca selengkapnya →