MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS TENTANG ANALISIS RISIKO

 MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS

TENTANG ANALISIS RISIKO

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Kelayakan Bisnis


 

Disusun Oleh:

Kelompok / Tim Penyusun

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS / PERGURUAN TINGGI

2026

 


 

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, hidayah, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul "Analisis Risiko dalam Studi Kelayakan Bisnis" ini dengan lancar dan tepat pada waktunya.

Makalah ini secara khusus disusun untuk memenuhi tugas akademik pada mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Dalam makalah ini, kami menyajikan pembahasan mendalam mengenai berbagai ketidakpastian yang mungkin dihadapi oleh suatu usaha. Pembahasan mencakup identifikasi dan analisis terhadap Risiko Bisnis, Risiko Keuangan, Risiko Operasional, dan Risiko Pasar, serta bagaimana strategi Mitigasi Risiko yang tepat untuk meminimalisir dampak kerugian.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam penyelesaian makalah ini, tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Dosen Pengampu mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang telah memberikan ilmu dan arahannya, serta rekan-rekan yang telah banyak berdiskusi dan bertukar pikiran.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang penulis miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam menambah wawasan mengenai manajemen dan analisis risiko bisnis.

Jakarta, Agustus 2026

 

 

Penulis

 


 

DAFTAR ISI

SAMPUL ........................................................................................................................................ i

KATA PENGANTAR .......................................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................................................... iii

 

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1

    A. Latar Belakang ..................................................................................................................... 1

    B. Rumusan Masalah ............................................................................................................... 2

    C. Tujuan ................................................................................................................................... 2

 

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................................... 3

    A. Risiko Bisnis ........................................................................................................................ 3

    B. Risiko Keuangan ................................................................................................................. 4

    C. Risiko Operasional .............................................................................................................. 5

    D. Risiko Pasar ......................................................................................................................... 6

    E. Mitigasi Risiko ..................................................................................................................... 7

 

BAB III PENUTUP ............................................................................................................................. 9

    A. Kesimpulan .......................................................................................................................... 9

    B. Saran ..................................................................................................................................... 10

 

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 11

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam iklim perekonomian yang dinamis, mendirikan atau mengembangkan suatu usaha selalu dihadapkan pada masa depan yang tidak pasti. Ketidakpastian inilah yang menjadi cikal bakal munculnya risiko. Studi Kelayakan Bisnis (SKB) tidak hanya berfokus pada potensi keuntungan dan seberapa besar pangsa pasar yang dapat diraih, melainkan juga harus mampu memetakan potensi kerugian atau kegagalan yang mungkin terjadi. Analisis terhadap kemungkinan kerugian inilah yang disebut dengan analisis risiko kelayakan bisnis1.

Banyak proyek bisnis yang gagal di tengah jalan bukan karena kekurangan modal awal atau produk yang buruk, melainkan karena perencana bisnis gagal memprediksi dan memitigasi risiko. Risiko bisa datang dari berbagai arah, baik dari internal perusahaan seperti masalah operasional dan sumber daya manusia, maupun dari eksternal seperti fluktuasi nilai tukar mata uang, perubahan kebijakan pemerintah, atau perubahan tren pasar yang sangat cepat.

Oleh karena itu, dalam melakukan studi kelayakan bisnis, investor atau manajemen harus secara komprehensif mengidentifikasi kategori risiko—seperti risiko bisnis, risiko keuangan, risiko operasional, dan risiko pasar—serta merancang skenario atau strategi mitigasi untuk menghadapinya. Makalah ini disusun untuk mengkaji secara mendalam bagaimana analisis risiko diimplementasikan untuk menilai kelayakan dan ketahanan suatu rencana bisnis.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1.    Apa yang dimaksud dengan Risiko Bisnis dan bagaimana dampaknya terhadap kelayakan usaha?

2.    Bagaimana Risiko Keuangan dapat mempengaruhi keberlangsungan proyek bisnis?

3.    Apa saja komponen dari Risiko Operasional dalam suatu kegiatan bisnis?

4.    Bagaimana Risiko Pasar timbul dan mempengaruhi target penjualan dan kelayakan usaha?

5.    Bagaimana strategi Mitigasi Risiko yang efektif dapat diterapkan dalam menanggulangi ancaman tersebut?

C. Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:

1.    Untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan secara jelas konsep Risiko Bisnis.

2.    Untuk menganalisis pengaruh dan jenis-jenis Risiko Keuangan dalam operasional perusahaan.

3.    Untuk menjabarkan faktor-faktor yang memicu terjadinya Risiko Operasional.

4.    Untuk mengkaji dampak fluktuasi ekonomi dan permintaan melalui sudut pandang Risiko Pasar.

5.    Untuk menjelaskan tahapan dan teknik Mitigasi Risiko yang aplikatif sebagai bagian dari studi kelayakan bisnis.


1 Mamduh M. Hanafi, Manajemen Risiko, Edisi Ke-3 (Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2014), hlm. 12.

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Risiko Bisnis

Risiko bisnis (business risk) merupakan tingkat ketidakpastian yang melekat pada proyeksi hasil atau pendapatan operasional (laba sebelum bunga dan pajak) dari suatu perusahaan, seandainya perusahaan tersebut tidak menggunakan utang dalam struktur modalnya2. Dalam studi kelayakan bisnis, risiko ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kompetensi dasar perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari aktivitas operasional normalnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya risiko bisnis antara lain adalah variabilitas permintaan terhadap produk perusahaan, fluktuasi harga jual, ketidakpastian harga input (bahan baku), dan proporsi biaya tetap yang besar (operating leverage). Semakin besar porsi biaya tetap operasional yang harus ditanggung bisnis terlepas dari seberapa banyak produk yang terjual, maka akan semakin tinggi pula risiko bisnisnya. Jika terjadi penurunan daya beli masyarakat yang tak terduga, perusahaan dengan risiko bisnis tinggi akan lebih cepat mengalami kerugian operasional yang masif.

B. Risiko Keuangan

Risiko keuangan (financial risk) muncul sebagai akibat dari keputusan struktur pendanaan yang dipilih oleh perusahaan, khususnya penggunaan utang (leverage keuangan). Risiko ini merupakan ketidakpastian tambahan yang harus ditanggung oleh pemegang saham karena perusahaan memiliki kewajiban tetap berupa pembayaran pokok pinjaman dan bunga secara berkala3.

Dalam kerangka analisis kelayakan, aspek risiko keuangan yang kerap dievaluasi meliputi:

     Risiko Suku Bunga: Ketidakpastian akibat fluktuasi tingkat suku bunga di pasar yang bisa membuat beban bunga pinjaman bank membengkak melebihi asumsi kelayakan finansial.

     Risiko Likuiditas: Ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya karena kas yang tersedia tidak mencukupi atau aset tidak mudah dicairkan.

     Risiko Gagal Bayar (Credit/Default Risk): Potensi kebangkrutan yang timbul karena pendapatan yang dihasilkan proyek jauh di bawah ekspektasi sehingga tidak mampu menutup angsuran utang.

C. Risiko Operasional

Risiko operasional didefinisikan sebagai risiko kerugian yang diakibatkan oleh ketidakcukupan atau kegagalan proses internal, sumber daya manusia (SDM), sistem teknologi, atau dari kejadian-kejadian eksternal yang tidak terkait langsung dengan kondisi pasar4. Berbeda dengan risiko pasar dan keuangan yang sifatnya lebih makro, risiko operasional murni bersumber dari dinamika kegiatan harian bisnis itu sendiri.

Beberapa contoh manifestasi risiko operasional yang perlu dianalisis tingkat probabilitasnya meliputi kecelakaan kerja, kerusakan mesin atau kegagalan sistem IT (server down), fraud atau kecurangan karyawan, serta gangguan rantai pasokan (supply chain disruption) akibat gagalnya vendor memasok bahan baku tepat waktu. Jika risiko operasional ini tinggi dan tidak diantisipasi, biaya maintenance dan kerugian tak terduga akan menggerus margin keuntungan yang telah diproyeksikan dalam SKB.

D. Risiko Pasar

Risiko pasar (market risk) mengacu pada potensi penurunan nilai investasi atau menurunnya tingkat profitabilitas bisnis akibat pergerakan variabel-variabel ekonomi makro yang terjadi di pasar secara keseluruhan. Risiko ini bersifat sistematis (systematic risk), artinya tidak dapat sepenuhnya dihilangkan melalui diversifikasi biasa karena dipengaruhi oleh sentimen makro yang berdampak pada seluruh industri.

Di dalam studi kelayakan pasar, risiko ini umumnya timbul karena adanya perubahan selera dan preferensi konsumen yang sangat cepat, masuknya pesaing-pesaing baru dengan modal raksasa atau teknologi yang lebih efisien (disrupsi), inflasi yang menurunkan daya beli masyarakat, hingga volatilitas nilai tukar mata uang asing (kurs) yang sangat membahayakan bagi bisnis yang bergantung pada bahan baku impor atau orientasi ekspor.

E. Mitigasi Risiko

Menyadari bahwa setiap keputusan bisnis berdampingan dengan risiko, tahap akhir yang krusial dalam analisis kelayakan adalah merumuskan program Mitigasi Risiko. Mitigasi risiko adalah serangkaian tindakan terencana untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko maupun menekan dampak kerugian apabila risiko tersebut benar-benar terjadi. Terdapat beberapa strategi pengelolaan risiko yang biasa diterapkan:

1.    Menghindari Risiko (Risk Avoidance): Keputusan ekstrem untuk tidak melakukan aktivitas yang berisiko sama sekali, misalnya membatalkan ekspansi ke daerah rawan konflik.

2.    Mentransfer Risiko (Risk Transfer): Mengalihkan beban kerugian finansial kepada pihak ketiga. Contoh paling umum adalah dengan mengasuransikan aset pabrik atau menggunakan hedging (lindung nilai) untuk mengunci kurs mata uang asing.

3.    Menurunkan/Mengendalikan Risiko (Risk Reduction/Control): Melakukan tindakan preventif untuk memperkecil probabilitas terjadinya insiden. Misalnya, menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, memasang sistem alarm kebakaran, dan melatih kompetensi karyawan secara rutin.

4.    Menerima/Menahan Risiko (Risk Retention): Secara sadar menerima suatu risiko karena probabilitasnya kecil atau biayanya terlalu mahal untuk diasuransikan, biasanya dengan cara menyiapkan dana cadangan darurat (contingency fund).


2 Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis, Edisi Revisi (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hlm. 205.

3 Husein Umar, Studi Kelayakan Bisnis: Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis Secara Komprehensif (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005), hlm. 150.

4 Mamduh M. Hanafi, Manajemen Risiko, hlm. 45.

 


 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian dan analisis mendalam mengenai manajemen risiko pada bab sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan penting terkait perannya dalam studi kelayakan bisnis, yakni:

1.    Kelayakan sebuah proyek investasi bisnis tidak hanya dinilai dari seberapa besar *Return on Investment* (ROI) yang dijanjikan, tetapi juga sangat ditentukan oleh seberapa siap manajemen perusahaan tersebut menghadapi dan bertahan dari tekanan ketidakpastian.

2.    Risiko bisnis (terkait proyeksi operasi inti) dan risiko keuangan (terkait struktur utang-modal) merupakan dua variabel utama yang sangat menentukan profitabilitas di masa depan. Analisis sensitivitas wajib dilakukan pada proyeksi *cash flow* untuk melihat batas toleransi kegagalan bisnis.

3.    Ancaman juga berasal dari risiko operasional yang bersumber dari kegagalan sistem internal dan manusia, serta risiko pasar yang bersumber dari perubahan kondisi makroekonomi, persaingan, dan tren konsumsi. Keduanya bisa menyebabkan disrupsi fatal pada kelangsungan produksi dan penjualan.

4.    Studi kelayakan bisnis yang baik akan selalu menyertakan rancangan mitigasi risiko yang konkret dan rasional—baik melalui penghindaran, pengendalian internal, transfer melalui asuransi, maupun pembentukan dana cadangan (retensi).

B. Saran

Adapun saran yang dapat diberikan penulis terkait penyusunan analisis risiko dalam studi kelayakan bisnis adalah:

1.    Para perencana bisnis dan wirausahawan disarankan untuk tidak terlalu optimis (over-optimistic) dalam menyusun proyeksi arus kas. Susunlah skenario pesimis (worst-case scenario) untuk menguji seberapa kebal modal yang dimiliki terhadap gejolak yang mungkin terjadi.

2.    Perusahaan harus menanamkan budaya sadar risiko (risk awareness culture) sejak dini kepada seluruh elemen karyawan operasional. Sebagian besar risiko operasional bersumber dari kelalaian pegawai, sehingga SOP dan evaluasi berkala harus diterapkan secara tegas.

3.    Lakukan pemantauan dan evaluasi (monitoring and reviewing) portofolio risiko secara berkala, karena lanskap risiko akan terus berubah seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Hanafi, Mamduh M. 2014. Manajemen Risiko. Edisi Ke-3. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Kasmir dan Jakfar. 2012. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Silalahi, Ulber. 2015. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Umar, Husein. 2005. Studi Kelayakan Bisnis: Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis Secara Komprehensif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

 

 

 

 

Untuk mengunduhnya menjadi file berformat DOCX (Microsoft Word), silakan buka tautan dibawah  ini, lalu klik menu File > Download (Unduh) > Microsoft Word (.docx).

 

https://docs.google.com/document/d/16WbFnayqNuhfzjZpIJnxe1HztkYLAifrdFNo6ebF9kg/edit?tab=t.0


 

 

Posting Komentar

0 Komentar