MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN TENTANG SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN
MAKALAH
PENGANTAR MANAJEMEN
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEORI
MANAJEMEN
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Manajemen
DISUSUN OLEH:
Nama :
........................................................
NIM : ..........................................................
Program Studi :
..............................................
NAMA PERGURUAN
TINGGI
FAKULTAS
/ PROGRAM STUDI
2026
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat
dan karunia-Nya makalah yang berjudul “Sejarah dan Perkembangan Teori
Manajemen” ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun sebagai
bahan pembelajaran dalam mata kuliah Pengantar Manajemen sekaligus sebagai
upaya untuk memahami bagaimana pemikiran tentang pengelolaan organisasi
berkembang dari masa ke masa.
Pembahasan dalam makalah ini dimulai dari latar historis
munculnya kebutuhan terhadap ilmu manajemen, kemudian dilanjutkan dengan teori
manajemen klasik, manajemen ilmiah, teori administrasi, teori birokrasi,
pendekatan hubungan manusia, pendekatan perilaku, pendekatan kuantitatif,
pendekatan sistem, pendekatan kontingensi, hingga perkembangan pemikiran
manajemen kontemporer. Pemaparan tersebut diharapkan dapat membantu pembaca
melihat bahwa teori manajemen bukanlah kumpulan gagasan yang berdiri sendiri,
melainkan berkembang sebagai respons terhadap perubahan teknologi, ekonomi,
sosial, dan lingkungan organisasi.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki
keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat
diharapkan untuk penyempurnaan pada masa yang akan datang. Semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan pembaca yang ingin memahami sejarah
perkembangan teori manajemen secara lebih sistematis.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan makalah ini.
...................., 2026
Penulis
DAFTAR ISI
Sejarah dan Perkembangan Teori Manajemen
A. Sejarah Awal Praktik Manajemen
1. Manajemen Ilmiah Frederick W. Taylor
2. Teori Administrasi Henri Fayol
C. Perkembangan Teori Hubungan Manusia dan Perilaku
1. Pendekatan Hubungan Manusia
2. Pendekatan Perilaku Organisasi
G. Perkembangan Teori Manajemen Kontemporer
H. Perbandingan Perkembangan Teori Manajemen
I. Relevansi Sejarah Teori Manajemen bagi Organisasi Saat Ini
J. Garis Besar Evolusi Teori Manajemen
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Manajemen pada dasarnya merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari kehidupan organisasi. Ketika sekelompok orang berusaha
mencapai tujuan bersama dengan menggunakan sumber daya yang terbatas,
diperlukan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian
agar kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien.[1]
Secara historis, praktik mengelola pekerjaan telah
berlangsung jauh sebelum manajemen berkembang sebagai disiplin ilmu.
Pembangunan piramida, pengelolaan pemerintahan kuno, organisasi militer,
perdagangan, dan berbagai proyek besar menunjukkan adanya praktik pembagian
kerja, koordinasi, pengawasan, serta penggunaan sumber daya. Namun,
perkembangan industri pada akhir abad ke-18 dan abad ke-19 membuat persoalan
pengelolaan tenaga kerja dan produksi menjadi jauh lebih kompleks.[2]
Revolusi Industri menjadi salah satu titik penting dalam
sejarah pemikiran manajemen karena perubahan dari produksi skala kecil menuju
produksi massal menuntut metode kerja yang lebih terstruktur. Organisasi
membutuhkan cara untuk meningkatkan produktivitas, menetapkan standar kerja,
mengatur hubungan antara pekerja dan pimpinan, serta mengendalikan proses
produksi. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan berbagai teori manajemen modern.[3]
Perkembangan teori manajemen tidak berlangsung dalam satu
garis lurus. Teori klasik menekankan struktur, pembagian kerja, efisiensi, dan
prinsip administrasi. Pendekatan hubungan manusia kemudian menyoroti kebutuhan
sosial dan psikologis pekerja. Pendekatan perilaku memperluas perhatian pada
motivasi, kepemimpinan, komunikasi, dan dinamika kelompok. Setelah itu,
pendekatan kuantitatif, sistem, dan kontingensi memperkenalkan cara pandang
yang semakin kompleks terhadap organisasi.[4]
Pemahaman terhadap sejarah teori manajemen penting bagi
mahasiswa karena membantu menjelaskan mengapa suatu teori muncul, masalah apa
yang hendak diselesaikan, dan bagaimana gagasan tersebut masih digunakan atau
dikritisi saat ini. Dengan memahami sejarahnya, mahasiswa tidak hanya menghafal
nama tokoh dan teori, tetapi mampu melihat hubungan antara perubahan lingkungan
organisasi dengan perkembangan ilmu manajemen.[5]
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana latar belakang sejarah
muncul dan berkembangnya ilmu manajemen?
2. Bagaimana karakteristik teori
manajemen klasik dan siapa saja tokoh utamanya?
3. Bagaimana perkembangan teori
hubungan manusia dan pendekatan perilaku?
4. Bagaimana pendekatan
kuantitatif, sistem, dan kontingensi memperluas teori manajemen?
5. Bagaimana perkembangan teori
manajemen kontemporer dan relevansinya bagi organisasi saat ini?
C. Tujuan
1. Menjelaskan sejarah munculnya
pemikiran dan praktik manajemen.
2. Menguraikan perkembangan teori
manajemen dari pendekatan klasik hingga kontemporer.
3. Mengidentifikasi kontribusi
tokoh-tokoh penting dalam perkembangan teori manajemen.
4. Menganalisis hubungan antara
perubahan lingkungan organisasi dan perubahan teori manajemen.
5. Menjelaskan relevansi teori
manajemen bagi praktik organisasi modern.
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah dan
Perkembangan Teori Manajemen
A. Sejarah Awal Praktik Manajemen
Praktik manajemen telah muncul sejak manusia bekerja secara
berkelompok untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat kuno membutuhkan
pembagian tugas, koordinasi tenaga kerja, penyediaan bahan, pengawasan, dan
pengambilan keputusan dalam proyek pertanian, perdagangan, pembangunan, serta
pemerintahan. Meskipun belum menggunakan istilah manajemen dalam pengertian
modern, prinsip koordinasi dan pengorganisasian sudah terlihat.[6]
Perubahan besar terjadi ketika Revolusi Industri
memperkenalkan mesin, pabrik, produksi massal, dan organisasi kerja dengan
jumlah tenaga kerja yang semakin besar. Pemilik usaha dan pengawas produksi
menghadapi persoalan baru berupa penentuan standar kerja, pengaturan waktu,
pengendalian kualitas, pemberian upah, keselamatan, dan koordinasi antarbagian.
Persoalan tersebut mendorong lahirnya upaya sistematis untuk mempelajari
pekerjaan dan pengelolaan organisasi.[7]
Dengan demikian, sejarah manajemen dapat dipahami sebagai
perjalanan dari praktik pengelolaan yang bersifat pengalaman menuju pendekatan
yang semakin sistematis, ilmiah, manusiawi, kuantitatif, dan adaptif. Perubahan
tersebut tidak menghapus teori sebelumnya, tetapi memperluas sudut pandang
tentang bagaimana organisasi dapat dikelola.[8]
B. Teori Manajemen Klasik
1. Manajemen Ilmiah Frederick W.
Taylor
Frederick Winslow Taylor dikenal
sebagai salah satu tokoh utama manajemen ilmiah. Gagasan Taylor berangkat dari
persoalan efisiensi kerja di lingkungan industri. Ia berusaha mengganti cara
kerja yang hanya berdasarkan kebiasaan dengan studi sistematis mengenai metode
kerja, waktu, pemilihan pekerja, pelatihan, dan pemberian insentif.[9]
Inti manajemen ilmiah adalah
menemukan metode kerja yang paling tepat untuk suatu pekerjaan, memilih dan
mengembangkan pekerja secara ilmiah, membangun kerja sama antara manajemen dan
pekerja, serta membagi tanggung jawab secara jelas. Pendekatan ini memberikan
kontribusi besar terhadap standardisasi pekerjaan dan peningkatan
produktivitas.[10]
Meskipun berpengaruh besar,
manajemen ilmiah juga mendapat kritik karena pada beberapa penerapannya pekerja
dapat dipandang terlalu mekanistis dan produktivitas menjadi fokus yang sangat
dominan. Perkembangan teori berikutnya kemudian berusaha memasukkan aspek
sosial dan psikologis manusia.[11]
2. Teori Administrasi Henri Fayol
Henri Fayol mengembangkan
pendekatan yang lebih luas daripada Taylor. Jika Taylor banyak memperhatikan
efisiensi pekerjaan pada tingkat operasional, Fayol memusatkan perhatian pada
fungsi dan prinsip administrasi organisasi. Fayol mengidentifikasi fungsi
manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan
pengendalian, yang kemudian mengalami berbagai penyederhanaan dalam literatur
manajemen modern.[12]
Fayol juga mengemukakan sejumlah
prinsip administrasi, antara lain pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab,
disiplin, kesatuan perintah, kesatuan arah, subordinasi kepentingan individu
kepada kepentingan umum, sentralisasi yang sesuai, rantai scalar, ketertiban,
keadilan, stabilitas tenaga kerja, inisiatif, dan esprit de corps. Prinsip
tersebut dimaksudkan sebagai pedoman umum, bukan aturan yang harus diterapkan
secara kaku.[13]
3. Teori Birokrasi Max Weber
Max Weber mengembangkan konsep
birokrasi sebagai bentuk organisasi yang didasarkan pada aturan, pembagian
kerja, hierarki kewenangan, prosedur formal, kompetensi, dan hubungan yang
relatif impersonal. Birokrasi dimaksudkan untuk menciptakan keteraturan dan
konsistensi dalam organisasi yang besar.[14]
Dalam praktik modern, unsur
birokrasi dapat ditemukan dalam pemerintahan, perusahaan, pendidikan, rumah
sakit, dan organisasi lainnya. Keunggulannya adalah kejelasan peran dan
prosedur, sedangkan kelemahannya dapat berupa kekakuan, lambatnya pengambilan
keputusan, dan kecenderungan terlalu mengutamakan prosedur dibandingkan hasil.[15]
C. Perkembangan Teori Hubungan Manusia dan Perilaku
1. Pendekatan Hubungan Manusia
Pendekatan hubungan manusia
berkembang sebagai tanggapan terhadap keterbatasan pendekatan klasik yang
terlalu menekankan struktur dan efisiensi. Penelitian di lingkungan kerja
menunjukkan bahwa perilaku pekerja tidak hanya dipengaruhi oleh upah dan
kondisi fisik, tetapi juga oleh hubungan sosial, perhatian pimpinan, norma
kelompok, dan perasaan menjadi bagian dari organisasi.[16]
Studi Hawthorne sering dikaitkan
dengan perkembangan hubungan manusia. Meskipun interpretasi terhadap temuan
Hawthorne telah diperdebatkan, penelitian tersebut berperan dalam mendorong
perhatian yang lebih besar terhadap aspek sosial dan psikologis dalam
organisasi.[17]
2. Pendekatan Perilaku Organisasi
Pendekatan perilaku memperluas
kajian manajemen dengan menggunakan pengetahuan dari psikologi, sosiologi, dan
ilmu perilaku. Perhatian diberikan pada motivasi, kepemimpinan, komunikasi,
kepuasan kerja, dinamika kelompok, konflik, kekuasaan, dan budaya organisasi.[18]
Salah satu kontribusi penting
pendekatan perilaku adalah pemahaman bahwa manusia bukan sekadar faktor
produksi. Kinerja organisasi dipengaruhi oleh bagaimana individu memandang
pekerjaan, bagaimana pemimpin berinteraksi dengan anggota, bagaimana kelompok
terbentuk, serta bagaimana sistem penghargaan dan komunikasi dirancang.[19]
D. Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif berkembang terutama ketika organisasi
menghadapi persoalan yang membutuhkan analisis matematis dan statistik. Teknik
seperti riset operasi, pemrograman linear, teori antrean, peramalan, analisis
keputusan, dan model optimasi digunakan untuk membantu manajer memilih
alternatif yang paling rasional berdasarkan data.[20]
Kelebihan pendekatan kuantitatif adalah membantu organisasi
membuat keputusan berdasarkan data dan model. Namun, angka tidak selalu dapat
menangkap seluruh aspek manusia dan sosial. Oleh sebab itu, pendekatan
kuantitatif umumnya perlu dipadukan dengan pertimbangan manajerial, pengalaman,
dan pemahaman terhadap konteks organisasi.[21]
E. Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem memandang organisasi sebagai suatu
kesatuan yang terdiri atas berbagai bagian yang saling berhubungan. Organisasi
menerima input berupa manusia, modal, informasi, teknologi, dan bahan; mengolah
input tersebut melalui proses organisasi; kemudian menghasilkan output berupa
produk, jasa, informasi, atau nilai bagi pemangku kepentingan.[22]
Organisasi juga dipandang sebagai sistem terbuka karena
berinteraksi dengan lingkungan. Perubahan teknologi, regulasi, kondisi ekonomi,
kebutuhan pelanggan, dan persaingan dapat memengaruhi organisasi. Pendekatan
ini membantu manajer memahami bahwa perubahan pada satu bagian dapat
menimbulkan dampak pada bagian lain.[23]
F. Pendekatan Kontingensi
Pendekatan kontingensi menolak anggapan bahwa terdapat satu
cara terbaik yang berlaku untuk semua organisasi dan semua keadaan. Efektivitas
struktur, kepemimpinan, teknologi, dan proses manajemen bergantung pada situasi
yang dihadapi organisasi.[24]
Pendekatan ini penting karena organisasi beroperasi dalam
lingkungan yang berbeda. Struktur yang efektif pada perusahaan manufaktur belum
tentu cocok untuk perusahaan teknologi; gaya kepemimpinan yang efektif pada
kondisi krisis juga belum tentu paling tepat dalam kondisi stabil. Karena itu,
manajer perlu menganalisis karakteristik tugas, lingkungan, teknologi, ukuran
organisasi, dan kemampuan anggota sebelum menentukan tindakan.[25]
G. Perkembangan Teori Manajemen Kontemporer
Teori manajemen kontemporer berkembang dengan menggabungkan
berbagai perspektif. Organisasi modern menghadapi globalisasi, digitalisasi,
perubahan teknologi, tuntutan inovasi, persaingan yang cepat, perubahan pola
kerja, dan meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan. Karena itu, manajemen
tidak cukup hanya mengandalkan efisiensi internal, tetapi juga harus mampu
belajar dan beradaptasi.[26]
Pemikiran kontemporer juga memberi perhatian pada
kepemimpinan, pengetahuan, inovasi, pembelajaran organisasi, kualitas,
strategi, budaya, keberagaman, etika, dan tanggung jawab sosial. Manajemen
modern semakin menekankan kolaborasi dan kemampuan mengelola perubahan, bukan
hanya pengawasan.[27]
Dalam lingkungan digital, informasi dan data menjadi sumber
daya penting. Penggunaan teknologi informasi dapat mempercepat komunikasi,
pemantauan kinerja, analisis pelanggan, dan pengambilan keputusan. Namun,
digitalisasi juga menimbulkan tantangan berupa keamanan informasi, perubahan
kompetensi tenaga kerja, beban informasi, dan kebutuhan untuk mengelola perubahan
secara manusiawi.[28]
H. Perbandingan Perkembangan Teori Manajemen
|
Pendekatan |
Fokus Utama |
Tokoh/Referensi |
Kontribusi |
|
Klasik/Ilmiah |
Efisiensi,
pekerjaan, struktur |
F. W.
Taylor |
Standardisasi
dan produktivitas |
|
Administratif |
Fungsi dan
prinsip organisasi |
Henri Fayol |
Prinsip
administrasi dan fungsi manajemen |
|
Birokrasi |
Aturan,
hierarki, kewenangan |
Max Weber |
Keteraturan
dan kejelasan struktur |
|
Hubungan
manusia |
Relasi
sosial dan perhatian pada pekerja |
Elton Mayo
dan kolega |
Perhatian
pada faktor sosial |
|
Perilaku |
Motivasi,
kepemimpinan, kelompok |
Luthans,
McGregor, dan lainnya |
Pemahaman
perilaku manusia |
|
Kuantitatif |
Data,
model, optimasi |
Berbagai
ahli riset operasi |
Keputusan
berbasis analisis |
|
Sistem |
Keterkaitan
organisasi-lingkungan |
Kast &
Rosenzweig |
Organisasi
sebagai sistem terbuka |
|
Kontingensi |
Kesesuaian
dengan situasi |
Luthans dan
lainnya |
Tidak ada
satu cara terbaik |
|
Kontemporer |
Adaptasi,
inovasi, digital, keberlanjutan |
Beragam
pemikir |
Manajemen
adaptif dan terintegrasi |
I. Relevansi Sejarah Teori Manajemen bagi Organisasi Saat Ini
Sejarah teori manajemen
menunjukkan bahwa tidak ada teori yang muncul tanpa konteks. Teori ilmiah lahir
ketika produktivitas dan standardisasi menjadi masalah penting; teori hubungan
manusia berkembang ketika aspek sosial pekerja mendapat perhatian; pendekatan
sistem dan kontingensi muncul ketika organisasi dipahami semakin terbuka dan
kompleks. Pemahaman sejarah tersebut membuat manajer lebih berhati-hati dalam
menerapkan suatu konsep.[29]
Dalam praktik, organisasi dapat
menggunakan unsur dari beberapa pendekatan sekaligus. Standar kerja tetap
dibutuhkan untuk menjaga kualitas; prinsip administrasi membantu membagi tugas
dan tanggung jawab; pemahaman perilaku membantu membangun motivasi; data
membantu pengambilan keputusan; pendekatan sistem membantu memahami dampak
perubahan; sedangkan pendekatan kontingensi membantu menyesuaikan tindakan
dengan kondisi.[30]
Dengan demikian, perkembangan
teori manajemen sebaiknya dipandang sebagai proses akumulatif. Teori-teori
terdahulu tetap dapat memberikan konsep yang berguna, tetapi penerapannya harus
disesuaikan dengan kebutuhan, nilai, teknologi, manusia, dan lingkungan
organisasi masa kini.[31]
J. Garis Besar Evolusi Teori Manajemen
1.
Praindustri:
praktik koordinasi, pembagian kerja, dan pengendalian dalam proyek serta
pemerintahan.
2.
Revolusi
Industri: muncul kebutuhan terhadap pengelolaan pabrik, tenaga kerja,
produktivitas, dan standardisasi.
3.
Awal
abad ke-20: berkembang manajemen ilmiah, teori administrasi, dan teori
birokrasi.
4.
1930-an
dan seterusnya: meningkatnya perhatian pada hubungan manusia, kelompok,
motivasi, dan perilaku organisasi.
5.
Pertengahan
abad ke-20: berkembang pendekatan kuantitatif, sistem, dan kontingensi.
6.
Era
kontemporer: fokus semakin luas pada strategi, inovasi, pengetahuan, digitalisasi,
kepemimpinan, keberlanjutan, dan kemampuan beradaptasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sejarah dan perkembangan teori manajemen merupakan
perjalanan panjang dari praktik pengelolaan sederhana menuju disiplin ilmu yang
kompleks dan multidimensional. Perkembangan industri menjadi salah satu
pendorong utama lahirnya teori manajemen modern karena organisasi membutuhkan
cara yang lebih sistematis untuk mengelola pekerjaan, manusia, teknologi, dan
sumber daya.
Teori klasik memberikan dasar penting melalui perhatian
terhadap efisiensi, pembagian kerja, struktur, prinsip administrasi, dan
birokrasi. Selanjutnya, pendekatan hubungan manusia dan perilaku memperluas
perhatian terhadap faktor sosial dan psikologis. Pendekatan kuantitatif
memberikan alat analitis bagi pengambilan keputusan, sedangkan pendekatan
sistem memandang organisasi sebagai bagian yang saling berhubungan dan
berinteraksi dengan lingkungan. Pendekatan kontingensi kemudian menegaskan
bahwa efektivitas manajemen bergantung pada kesesuaian antara tindakan dan
situasi.
Pada masa kontemporer, teori manajemen semakin bersifat
integratif. Manajer dituntut mampu menggabungkan efisiensi, kemampuan mengelola
manusia, analisis data, pemahaman lingkungan, inovasi, kepemimpinan, etika, dan
adaptasi teknologi. Oleh karena itu, mempelajari sejarah teori manajemen bukan
sekadar mempelajari masa lalu, melainkan memahami dasar pemikiran yang dapat
membantu menghadapi masalah organisasi masa kini.
B. Saran
Mahasiswa sebaiknya mempelajari teori manajemen secara
kritis dengan memahami latar belakang kemunculan, kelebihan, keterbatasan,
serta relevansinya. Teori tidak seharusnya diterapkan secara kaku, tetapi
dipilih dan dikombinasikan sesuai dengan karakteristik organisasi dan masalah
yang dihadapi.
Organisasi juga perlu terus memperbarui praktik manajemennya
dengan memanfaatkan teknologi dan data, tetapi tetap menempatkan manusia,
etika, komunikasi, dan kepemimpinan sebagai unsur penting. Pengembangan
kompetensi manajer dan pembelajaran organisasi perlu dilakukan secara
berkelanjutan agar organisasi mampu beradaptasi terhadap perubahan.
DAFTAR PUSTAKA
American Psychological
Association. (2020). Publication manual of the American Psychological
Association (7th ed.). American Psychological Association.
Bateman, T. S., & Snell, S.
A. (2022). Management: Leading & collaborating in a competitive world (15th
ed.). McGraw-Hill.
Daft, R. L. (2022). Management
(14th ed.). Cengage Learning.
Dessler, G. (2020). Human
resource management (16th ed.). Pearson.
Drucker, P. F. (2008).
Management: Revised edition. HarperBusiness.
Fayol, H. (1949). General and
industrial management. Pitman Publishing.
Griffin, R. W. (2021).
Management (13th ed.). Cengage Learning.
Handoko, T. H. (2018). Manajemen
(2nd ed.). BPFE Yogyakarta.
Hasibuan, M. S. P. (2019).
Manajemen: Dasar, pengertian, dan masalah (Rev. ed.). PT Bumi Aksara.
Jones, G. R., & George, J.
M. (2022). Contemporary management (12th ed.). McGraw-Hill Education.
Kast, F. E., & Rosenzweig,
J. E. (1981). Organization and management: A systems and contingency approach.
McGraw-Hill.
Krenn, M. (2011). From
scientific management to homemaking: Lillian M. Gilbreth’s contributions to the
development of management thought. Management & Organizational History,
6(2), 145–161. https://doi.org/10.1177/1744935910397035
Koontz, H., & Weihrich, H.
(2010). Essentials of management: An international perspective (8th ed.).
McGraw-Hill.
Kreitner, R. (2019). Management
(13th ed.). Cengage Learning.
Luthans, F. (1973). The
contingency theory of management: A path out of the jungle. Business Horizons,
16(3), 67–72. https://doi.org/10.1016/0007-6813(73)90026-8
Luthans, F. (2021).
Organizational behavior: An evidence-based approach (14th ed.). McGraw-Hill
Education.
Mintzberg, H. (1973). The nature
of managerial work. Harper & Row.
Parker, L. D., & Ritson, P.
A. (2005). Revisiting Fayol: Anticipating contemporary management. British
Journal of Management, 16(3), 175–194.
https://doi.org/10.1111/j.1467-8551.2005.00453.x
Robbins, S. P., & Coulter,
M. (2021). Management (15th ed.). Pearson.
Robbins, S. P., & Judge, T.
A. (2023). Organizational behavior (19th ed.). Pearson.
Schermerhorn, J. R., Jr. (2020).
Introduction to management (14th ed.). Wiley.
Stoner, J. A. F., Freeman, R.
E., & Gilbert, D. R., Jr. (1995). Management (6th ed.). Prentice Hall.
Sutrisno, E. (2020). Manajemen
sumber daya manusia. Kencana.
Taylor, F. W. (1911). The
principles of scientific management. Harper & Brothers.
Terry, G. R. (1977). Principles
of management (7th ed.). Richard D. Irwin.
Weber, M. (1947). The theory of
social and economic organization. Oxford University Press.
Weihrich, H., Cannice, M. V.,
& Koontz, H. (2020). Management: A global, innovative, and entrepreneurial
perspective (16th ed.). McGraw-Hill.
Yukl, G. (2020). Leadership in
organizations (9th ed.). Pearson.
Greenwood, R. G., Greenwood, R.
A., & Ross, R. H. (1981). Yoichi Ueno: A brief history of Japanese
management 1911 to World War II. Academy of Management Proceedings, 1981(1),
165–169. https://doi.org/10.5465/ambpp.1981.4976637
Referensi Peraturan Indonesia
Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2020). Standar Nasional
Pendidikan Tinggi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Republik Indonesia. (2012).
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158.
Bateman,
T. S., & Snell, S. A. (2022). Management: Leading & collaborating in a
competitive world (15th ed.). McGraw-Hill.
Parker,
L. D., & Ritson, P. A. (2005). Revisiting Fayol: Anticipating contemporary
management. British Journal of Management, 16(3), 175–194.
https://doi.org/10.1111/j.1467-8551.2005.00453.x
Stoner,
J. A. F., Freeman, R. E., & Gilbert, D. R., Jr. (1995). Management (6th
ed.). Prentice Hall.
Koontz,
H., & Weihrich, H. (2010). Essentials of management: An international
perspective (8th ed.). McGraw-Hill.
Krenn,
M. (2011). From scientific management to homemaking: Lillian M. Gilbreth’s
contributions to the development of management thought. Management &
Organizational History, 6(2), 145–161. https://doi.org/10.1177/1744935910397035
Parker,
L. D., & Ritson, P. A. (2005). Revisiting Fayol: Anticipating contemporary
management. British Journal of Management, 16(3), 175–194.
Luthans,
F. (2021). Organizational behavior: An evidence-based approach (14th ed.).
McGraw-Hill Education.
Weihrich,
H., Cannice, M. V., & Koontz, H. (2020). Management: A global, innovative,
and entrepreneurial perspective (16th ed.). McGraw-Hill.
Bateman,
T. S., & Snell, S. A. (2022). Management: Leading & collaborating in a
competitive world (15th ed.). McGraw-Hill.
Kast,
F. E., & Rosenzweig, J. E. (1981). Organization and management: A systems
and contingency approach. McGraw-Hill.
Luthans,
F. (1973). The contingency theory of management: A path out of the jungle.
Business Horizons, 16(3), 67–72. https://doi.org/10.1016/0007-6813(73)90026-8
Parker,
L. D., & Ritson, P. A. (2005). Revisiting Fayol: Anticipating contemporary
management. British Journal of Management, 16(3), 175–194.
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar