Sampul Blog

Sampul Blog
Juniska,S.H

Ruang Bacaku

Referensi sederhana tentang hukum, pendidikan, makalah, pemerintahan, desa dan pedesaan.

MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN TENTANG SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

 

MAKALAH

PENGANTAR MANAJEMEN

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Manajemen

  


 


DISUSUN OLEH:

Nama : ........................................................

NIM : ..........................................................

Program Studi : ..............................................

 

 

 

 

 

 

NAMA PERGURUAN TINGGI

FAKULTAS / PROGRAM STUDI

2026


 

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya makalah yang berjudul “Sejarah dan Perkembangan Teori Manajemen” ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun sebagai bahan pembelajaran dalam mata kuliah Pengantar Manajemen sekaligus sebagai upaya untuk memahami bagaimana pemikiran tentang pengelolaan organisasi berkembang dari masa ke masa.

Pembahasan dalam makalah ini dimulai dari latar historis munculnya kebutuhan terhadap ilmu manajemen, kemudian dilanjutkan dengan teori manajemen klasik, manajemen ilmiah, teori administrasi, teori birokrasi, pendekatan hubungan manusia, pendekatan perilaku, pendekatan kuantitatif, pendekatan sistem, pendekatan kontingensi, hingga perkembangan pemikiran manajemen kontemporer. Pemaparan tersebut diharapkan dapat membantu pembaca melihat bahwa teori manajemen bukanlah kumpulan gagasan yang berdiri sendiri, melainkan berkembang sebagai respons terhadap perubahan teknologi, ekonomi, sosial, dan lingkungan organisasi.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan pada masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan pembaca yang ingin memahami sejarah perkembangan teori manajemen secara lebih sistematis.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan makalah ini.

...................., 2026

Penulis


 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.. ii

DAFTAR ISI. iii

BAB I. 1

PENDAHULUAN.. 1

A. Latar Belakang. 1

B. Rumusan Masalah. 2

C. Tujuan. 2

BAB II. 3

PEMBAHASAN.. 3

Sejarah dan Perkembangan Teori Manajemen. 3

A. Sejarah Awal Praktik Manajemen. 3

B. Teori Manajemen Klasik. 3

1. Manajemen Ilmiah Frederick W. Taylor 3

2. Teori Administrasi Henri Fayol 4

3. Teori Birokrasi Max Weber 4

C. Perkembangan Teori Hubungan Manusia dan Perilaku. 5

1. Pendekatan Hubungan Manusia. 5

2. Pendekatan Perilaku Organisasi 5

D. Pendekatan Kuantitatif. 6

E. Pendekatan Sistem.. 6

F. Pendekatan Kontingensi 7

G. Perkembangan Teori Manajemen Kontemporer 7

H. Perbandingan Perkembangan Teori Manajemen. 8

I. Relevansi Sejarah Teori Manajemen bagi Organisasi Saat Ini 8

J. Garis Besar Evolusi Teori Manajemen. 9

BAB III. 10

PENUTUP. 10

A. Kesimpulan. 10

B. Saran. 10

DAFTAR PUSTAKA.. 12

Referensi Peraturan Indonesia. 13


 


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manajemen pada dasarnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan organisasi. Ketika sekelompok orang berusaha mencapai tujuan bersama dengan menggunakan sumber daya yang terbatas, diperlukan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian agar kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien.[1]

Secara historis, praktik mengelola pekerjaan telah berlangsung jauh sebelum manajemen berkembang sebagai disiplin ilmu. Pembangunan piramida, pengelolaan pemerintahan kuno, organisasi militer, perdagangan, dan berbagai proyek besar menunjukkan adanya praktik pembagian kerja, koordinasi, pengawasan, serta penggunaan sumber daya. Namun, perkembangan industri pada akhir abad ke-18 dan abad ke-19 membuat persoalan pengelolaan tenaga kerja dan produksi menjadi jauh lebih kompleks.[2]

Revolusi Industri menjadi salah satu titik penting dalam sejarah pemikiran manajemen karena perubahan dari produksi skala kecil menuju produksi massal menuntut metode kerja yang lebih terstruktur. Organisasi membutuhkan cara untuk meningkatkan produktivitas, menetapkan standar kerja, mengatur hubungan antara pekerja dan pimpinan, serta mengendalikan proses produksi. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan berbagai teori manajemen modern.[3]

Perkembangan teori manajemen tidak berlangsung dalam satu garis lurus. Teori klasik menekankan struktur, pembagian kerja, efisiensi, dan prinsip administrasi. Pendekatan hubungan manusia kemudian menyoroti kebutuhan sosial dan psikologis pekerja. Pendekatan perilaku memperluas perhatian pada motivasi, kepemimpinan, komunikasi, dan dinamika kelompok. Setelah itu, pendekatan kuantitatif, sistem, dan kontingensi memperkenalkan cara pandang yang semakin kompleks terhadap organisasi.[4]

Pemahaman terhadap sejarah teori manajemen penting bagi mahasiswa karena membantu menjelaskan mengapa suatu teori muncul, masalah apa yang hendak diselesaikan, dan bagaimana gagasan tersebut masih digunakan atau dikritisi saat ini. Dengan memahami sejarahnya, mahasiswa tidak hanya menghafal nama tokoh dan teori, tetapi mampu melihat hubungan antara perubahan lingkungan organisasi dengan perkembangan ilmu manajemen.[5]

B. Rumusan Masalah

1.      Bagaimana latar belakang sejarah muncul dan berkembangnya ilmu manajemen?

2.      Bagaimana karakteristik teori manajemen klasik dan siapa saja tokoh utamanya?

3.      Bagaimana perkembangan teori hubungan manusia dan pendekatan perilaku?

4.      Bagaimana pendekatan kuantitatif, sistem, dan kontingensi memperluas teori manajemen?

5.      Bagaimana perkembangan teori manajemen kontemporer dan relevansinya bagi organisasi saat ini?

C. Tujuan

1.      Menjelaskan sejarah munculnya pemikiran dan praktik manajemen.

2.      Menguraikan perkembangan teori manajemen dari pendekatan klasik hingga kontemporer.

3.      Mengidentifikasi kontribusi tokoh-tokoh penting dalam perkembangan teori manajemen.

4.      Menganalisis hubungan antara perubahan lingkungan organisasi dan perubahan teori manajemen.

5.      Menjelaskan relevansi teori manajemen bagi praktik organisasi modern.


 

BAB II

PEMBAHASAN

Sejarah dan Perkembangan Teori Manajemen

A. Sejarah Awal Praktik Manajemen

Praktik manajemen telah muncul sejak manusia bekerja secara berkelompok untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat kuno membutuhkan pembagian tugas, koordinasi tenaga kerja, penyediaan bahan, pengawasan, dan pengambilan keputusan dalam proyek pertanian, perdagangan, pembangunan, serta pemerintahan. Meskipun belum menggunakan istilah manajemen dalam pengertian modern, prinsip koordinasi dan pengorganisasian sudah terlihat.[6]

Perubahan besar terjadi ketika Revolusi Industri memperkenalkan mesin, pabrik, produksi massal, dan organisasi kerja dengan jumlah tenaga kerja yang semakin besar. Pemilik usaha dan pengawas produksi menghadapi persoalan baru berupa penentuan standar kerja, pengaturan waktu, pengendalian kualitas, pemberian upah, keselamatan, dan koordinasi antarbagian. Persoalan tersebut mendorong lahirnya upaya sistematis untuk mempelajari pekerjaan dan pengelolaan organisasi.[7]

Dengan demikian, sejarah manajemen dapat dipahami sebagai perjalanan dari praktik pengelolaan yang bersifat pengalaman menuju pendekatan yang semakin sistematis, ilmiah, manusiawi, kuantitatif, dan adaptif. Perubahan tersebut tidak menghapus teori sebelumnya, tetapi memperluas sudut pandang tentang bagaimana organisasi dapat dikelola.[8]

B. Teori Manajemen Klasik

1. Manajemen Ilmiah Frederick W. Taylor

Frederick Winslow Taylor dikenal sebagai salah satu tokoh utama manajemen ilmiah. Gagasan Taylor berangkat dari persoalan efisiensi kerja di lingkungan industri. Ia berusaha mengganti cara kerja yang hanya berdasarkan kebiasaan dengan studi sistematis mengenai metode kerja, waktu, pemilihan pekerja, pelatihan, dan pemberian insentif.[9]

Inti manajemen ilmiah adalah menemukan metode kerja yang paling tepat untuk suatu pekerjaan, memilih dan mengembangkan pekerja secara ilmiah, membangun kerja sama antara manajemen dan pekerja, serta membagi tanggung jawab secara jelas. Pendekatan ini memberikan kontribusi besar terhadap standardisasi pekerjaan dan peningkatan produktivitas.[10]

Meskipun berpengaruh besar, manajemen ilmiah juga mendapat kritik karena pada beberapa penerapannya pekerja dapat dipandang terlalu mekanistis dan produktivitas menjadi fokus yang sangat dominan. Perkembangan teori berikutnya kemudian berusaha memasukkan aspek sosial dan psikologis manusia.[11]

2. Teori Administrasi Henri Fayol

Henri Fayol mengembangkan pendekatan yang lebih luas daripada Taylor. Jika Taylor banyak memperhatikan efisiensi pekerjaan pada tingkat operasional, Fayol memusatkan perhatian pada fungsi dan prinsip administrasi organisasi. Fayol mengidentifikasi fungsi manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengendalian, yang kemudian mengalami berbagai penyederhanaan dalam literatur manajemen modern.[12]

Fayol juga mengemukakan sejumlah prinsip administrasi, antara lain pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan arah, subordinasi kepentingan individu kepada kepentingan umum, sentralisasi yang sesuai, rantai scalar, ketertiban, keadilan, stabilitas tenaga kerja, inisiatif, dan esprit de corps. Prinsip tersebut dimaksudkan sebagai pedoman umum, bukan aturan yang harus diterapkan secara kaku.[13]

3. Teori Birokrasi Max Weber

Max Weber mengembangkan konsep birokrasi sebagai bentuk organisasi yang didasarkan pada aturan, pembagian kerja, hierarki kewenangan, prosedur formal, kompetensi, dan hubungan yang relatif impersonal. Birokrasi dimaksudkan untuk menciptakan keteraturan dan konsistensi dalam organisasi yang besar.[14]

Dalam praktik modern, unsur birokrasi dapat ditemukan dalam pemerintahan, perusahaan, pendidikan, rumah sakit, dan organisasi lainnya. Keunggulannya adalah kejelasan peran dan prosedur, sedangkan kelemahannya dapat berupa kekakuan, lambatnya pengambilan keputusan, dan kecenderungan terlalu mengutamakan prosedur dibandingkan hasil.[15]

C. Perkembangan Teori Hubungan Manusia dan Perilaku

1. Pendekatan Hubungan Manusia

Pendekatan hubungan manusia berkembang sebagai tanggapan terhadap keterbatasan pendekatan klasik yang terlalu menekankan struktur dan efisiensi. Penelitian di lingkungan kerja menunjukkan bahwa perilaku pekerja tidak hanya dipengaruhi oleh upah dan kondisi fisik, tetapi juga oleh hubungan sosial, perhatian pimpinan, norma kelompok, dan perasaan menjadi bagian dari organisasi.[16]

Studi Hawthorne sering dikaitkan dengan perkembangan hubungan manusia. Meskipun interpretasi terhadap temuan Hawthorne telah diperdebatkan, penelitian tersebut berperan dalam mendorong perhatian yang lebih besar terhadap aspek sosial dan psikologis dalam organisasi.[17]

2. Pendekatan Perilaku Organisasi

Pendekatan perilaku memperluas kajian manajemen dengan menggunakan pengetahuan dari psikologi, sosiologi, dan ilmu perilaku. Perhatian diberikan pada motivasi, kepemimpinan, komunikasi, kepuasan kerja, dinamika kelompok, konflik, kekuasaan, dan budaya organisasi.[18]

Salah satu kontribusi penting pendekatan perilaku adalah pemahaman bahwa manusia bukan sekadar faktor produksi. Kinerja organisasi dipengaruhi oleh bagaimana individu memandang pekerjaan, bagaimana pemimpin berinteraksi dengan anggota, bagaimana kelompok terbentuk, serta bagaimana sistem penghargaan dan komunikasi dirancang.[19]

D. Pendekatan Kuantitatif

Pendekatan kuantitatif berkembang terutama ketika organisasi menghadapi persoalan yang membutuhkan analisis matematis dan statistik. Teknik seperti riset operasi, pemrograman linear, teori antrean, peramalan, analisis keputusan, dan model optimasi digunakan untuk membantu manajer memilih alternatif yang paling rasional berdasarkan data.[20]

Kelebihan pendekatan kuantitatif adalah membantu organisasi membuat keputusan berdasarkan data dan model. Namun, angka tidak selalu dapat menangkap seluruh aspek manusia dan sosial. Oleh sebab itu, pendekatan kuantitatif umumnya perlu dipadukan dengan pertimbangan manajerial, pengalaman, dan pemahaman terhadap konteks organisasi.[21]

E. Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem memandang organisasi sebagai suatu kesatuan yang terdiri atas berbagai bagian yang saling berhubungan. Organisasi menerima input berupa manusia, modal, informasi, teknologi, dan bahan; mengolah input tersebut melalui proses organisasi; kemudian menghasilkan output berupa produk, jasa, informasi, atau nilai bagi pemangku kepentingan.[22]

Organisasi juga dipandang sebagai sistem terbuka karena berinteraksi dengan lingkungan. Perubahan teknologi, regulasi, kondisi ekonomi, kebutuhan pelanggan, dan persaingan dapat memengaruhi organisasi. Pendekatan ini membantu manajer memahami bahwa perubahan pada satu bagian dapat menimbulkan dampak pada bagian lain.[23]

F. Pendekatan Kontingensi

Pendekatan kontingensi menolak anggapan bahwa terdapat satu cara terbaik yang berlaku untuk semua organisasi dan semua keadaan. Efektivitas struktur, kepemimpinan, teknologi, dan proses manajemen bergantung pada situasi yang dihadapi organisasi.[24]

Pendekatan ini penting karena organisasi beroperasi dalam lingkungan yang berbeda. Struktur yang efektif pada perusahaan manufaktur belum tentu cocok untuk perusahaan teknologi; gaya kepemimpinan yang efektif pada kondisi krisis juga belum tentu paling tepat dalam kondisi stabil. Karena itu, manajer perlu menganalisis karakteristik tugas, lingkungan, teknologi, ukuran organisasi, dan kemampuan anggota sebelum menentukan tindakan.[25]

G. Perkembangan Teori Manajemen Kontemporer

Teori manajemen kontemporer berkembang dengan menggabungkan berbagai perspektif. Organisasi modern menghadapi globalisasi, digitalisasi, perubahan teknologi, tuntutan inovasi, persaingan yang cepat, perubahan pola kerja, dan meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan. Karena itu, manajemen tidak cukup hanya mengandalkan efisiensi internal, tetapi juga harus mampu belajar dan beradaptasi.[26]

Pemikiran kontemporer juga memberi perhatian pada kepemimpinan, pengetahuan, inovasi, pembelajaran organisasi, kualitas, strategi, budaya, keberagaman, etika, dan tanggung jawab sosial. Manajemen modern semakin menekankan kolaborasi dan kemampuan mengelola perubahan, bukan hanya pengawasan.[27]

Dalam lingkungan digital, informasi dan data menjadi sumber daya penting. Penggunaan teknologi informasi dapat mempercepat komunikasi, pemantauan kinerja, analisis pelanggan, dan pengambilan keputusan. Namun, digitalisasi juga menimbulkan tantangan berupa keamanan informasi, perubahan kompetensi tenaga kerja, beban informasi, dan kebutuhan untuk mengelola perubahan secara manusiawi.[28]


 

H. Perbandingan Perkembangan Teori Manajemen

Pendekatan

Fokus Utama

Tokoh/Referensi

Kontribusi

Klasik/Ilmiah

Efisiensi, pekerjaan, struktur

F. W. Taylor

Standardisasi dan produktivitas

Administratif

Fungsi dan prinsip organisasi

Henri Fayol

Prinsip administrasi dan fungsi manajemen

Birokrasi

Aturan, hierarki, kewenangan

Max Weber

Keteraturan dan kejelasan struktur

Hubungan manusia

Relasi sosial dan perhatian pada pekerja

Elton Mayo dan kolega

Perhatian pada faktor sosial

Perilaku

Motivasi, kepemimpinan, kelompok

Luthans, McGregor, dan lainnya

Pemahaman perilaku manusia

Kuantitatif

Data, model, optimasi

Berbagai ahli riset operasi

Keputusan berbasis analisis

Sistem

Keterkaitan organisasi-lingkungan

Kast & Rosenzweig

Organisasi sebagai sistem terbuka

Kontingensi

Kesesuaian dengan situasi

Luthans dan lainnya

Tidak ada satu cara terbaik

Kontemporer

Adaptasi, inovasi, digital, keberlanjutan

Beragam pemikir

Manajemen adaptif dan terintegrasi

I. Relevansi Sejarah Teori Manajemen bagi Organisasi Saat Ini

Sejarah teori manajemen menunjukkan bahwa tidak ada teori yang muncul tanpa konteks. Teori ilmiah lahir ketika produktivitas dan standardisasi menjadi masalah penting; teori hubungan manusia berkembang ketika aspek sosial pekerja mendapat perhatian; pendekatan sistem dan kontingensi muncul ketika organisasi dipahami semakin terbuka dan kompleks. Pemahaman sejarah tersebut membuat manajer lebih berhati-hati dalam menerapkan suatu konsep.[29]

Dalam praktik, organisasi dapat menggunakan unsur dari beberapa pendekatan sekaligus. Standar kerja tetap dibutuhkan untuk menjaga kualitas; prinsip administrasi membantu membagi tugas dan tanggung jawab; pemahaman perilaku membantu membangun motivasi; data membantu pengambilan keputusan; pendekatan sistem membantu memahami dampak perubahan; sedangkan pendekatan kontingensi membantu menyesuaikan tindakan dengan kondisi.[30]

Dengan demikian, perkembangan teori manajemen sebaiknya dipandang sebagai proses akumulatif. Teori-teori terdahulu tetap dapat memberikan konsep yang berguna, tetapi penerapannya harus disesuaikan dengan kebutuhan, nilai, teknologi, manusia, dan lingkungan organisasi masa kini.[31]

J. Garis Besar Evolusi Teori Manajemen

1.             Praindustri: praktik koordinasi, pembagian kerja, dan pengendalian dalam proyek serta pemerintahan.

2.             Revolusi Industri: muncul kebutuhan terhadap pengelolaan pabrik, tenaga kerja, produktivitas, dan standardisasi.

3.             Awal abad ke-20: berkembang manajemen ilmiah, teori administrasi, dan teori birokrasi.

4.             1930-an dan seterusnya: meningkatnya perhatian pada hubungan manusia, kelompok, motivasi, dan perilaku organisasi.

5.             Pertengahan abad ke-20: berkembang pendekatan kuantitatif, sistem, dan kontingensi.

6.             Era kontemporer: fokus semakin luas pada strategi, inovasi, pengetahuan, digitalisasi, kepemimpinan, keberlanjutan, dan kemampuan beradaptasi.


 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Sejarah dan perkembangan teori manajemen merupakan perjalanan panjang dari praktik pengelolaan sederhana menuju disiplin ilmu yang kompleks dan multidimensional. Perkembangan industri menjadi salah satu pendorong utama lahirnya teori manajemen modern karena organisasi membutuhkan cara yang lebih sistematis untuk mengelola pekerjaan, manusia, teknologi, dan sumber daya.

Teori klasik memberikan dasar penting melalui perhatian terhadap efisiensi, pembagian kerja, struktur, prinsip administrasi, dan birokrasi. Selanjutnya, pendekatan hubungan manusia dan perilaku memperluas perhatian terhadap faktor sosial dan psikologis. Pendekatan kuantitatif memberikan alat analitis bagi pengambilan keputusan, sedangkan pendekatan sistem memandang organisasi sebagai bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan. Pendekatan kontingensi kemudian menegaskan bahwa efektivitas manajemen bergantung pada kesesuaian antara tindakan dan situasi.

Pada masa kontemporer, teori manajemen semakin bersifat integratif. Manajer dituntut mampu menggabungkan efisiensi, kemampuan mengelola manusia, analisis data, pemahaman lingkungan, inovasi, kepemimpinan, etika, dan adaptasi teknologi. Oleh karena itu, mempelajari sejarah teori manajemen bukan sekadar mempelajari masa lalu, melainkan memahami dasar pemikiran yang dapat membantu menghadapi masalah organisasi masa kini.

B. Saran

Mahasiswa sebaiknya mempelajari teori manajemen secara kritis dengan memahami latar belakang kemunculan, kelebihan, keterbatasan, serta relevansinya. Teori tidak seharusnya diterapkan secara kaku, tetapi dipilih dan dikombinasikan sesuai dengan karakteristik organisasi dan masalah yang dihadapi.

Organisasi juga perlu terus memperbarui praktik manajemennya dengan memanfaatkan teknologi dan data, tetapi tetap menempatkan manusia, etika, komunikasi, dan kepemimpinan sebagai unsur penting. Pengembangan kompetensi manajer dan pembelajaran organisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar organisasi mampu beradaptasi terhadap perubahan.


 

DAFTAR PUSTAKA

American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). American Psychological Association.

Bateman, T. S., & Snell, S. A. (2022). Management: Leading & collaborating in a competitive world (15th ed.). McGraw-Hill.

Daft, R. L. (2022). Management (14th ed.). Cengage Learning.

Dessler, G. (2020). Human resource management (16th ed.). Pearson.

Drucker, P. F. (2008). Management: Revised edition. HarperBusiness.

Fayol, H. (1949). General and industrial management. Pitman Publishing.

Griffin, R. W. (2021). Management (13th ed.). Cengage Learning.

Handoko, T. H. (2018). Manajemen (2nd ed.). BPFE Yogyakarta.

Hasibuan, M. S. P. (2019). Manajemen: Dasar, pengertian, dan masalah (Rev. ed.). PT Bumi Aksara.

Jones, G. R., & George, J. M. (2022). Contemporary management (12th ed.). McGraw-Hill Education.

Kast, F. E., & Rosenzweig, J. E. (1981). Organization and management: A systems and contingency approach. McGraw-Hill.

Krenn, M. (2011). From scientific management to homemaking: Lillian M. Gilbreth’s contributions to the development of management thought. Management & Organizational History, 6(2), 145–161. https://doi.org/10.1177/1744935910397035

Koontz, H., & Weihrich, H. (2010). Essentials of management: An international perspective (8th ed.). McGraw-Hill.

Kreitner, R. (2019). Management (13th ed.). Cengage Learning.

Luthans, F. (1973). The contingency theory of management: A path out of the jungle. Business Horizons, 16(3), 67–72. https://doi.org/10.1016/0007-6813(73)90026-8

Luthans, F. (2021). Organizational behavior: An evidence-based approach (14th ed.). McGraw-Hill Education.

Mintzberg, H. (1973). The nature of managerial work. Harper & Row.

Parker, L. D., & Ritson, P. A. (2005). Revisiting Fayol: Anticipating contemporary management. British Journal of Management, 16(3), 175–194. https://doi.org/10.1111/j.1467-8551.2005.00453.x

Robbins, S. P., & Coulter, M. (2021). Management (15th ed.). Pearson.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2023). Organizational behavior (19th ed.). Pearson.

Schermerhorn, J. R., Jr. (2020). Introduction to management (14th ed.). Wiley.

Stoner, J. A. F., Freeman, R. E., & Gilbert, D. R., Jr. (1995). Management (6th ed.). Prentice Hall.

Sutrisno, E. (2020). Manajemen sumber daya manusia. Kencana.

Taylor, F. W. (1911). The principles of scientific management. Harper & Brothers.

Terry, G. R. (1977). Principles of management (7th ed.). Richard D. Irwin.

Weber, M. (1947). The theory of social and economic organization. Oxford University Press.

Weihrich, H., Cannice, M. V., & Koontz, H. (2020). Management: A global, innovative, and entrepreneurial perspective (16th ed.). McGraw-Hill.

Yukl, G. (2020). Leadership in organizations (9th ed.). Pearson.

Greenwood, R. G., Greenwood, R. A., & Ross, R. H. (1981). Yoichi Ueno: A brief history of Japanese management 1911 to World War II. Academy of Management Proceedings, 1981(1), 165–169. https://doi.org/10.5465/ambpp.1981.4976637

Referensi Peraturan Indonesia

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2020). Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158.



Robbins, S. P., & Coulter, M. (2021). Management (15th ed.). Pearson.

Daft, R. L. (2022). Management (14th ed.). Cengage Learning.

Bateman, T. S., & Snell, S. A. (2022). Management: Leading & collaborating in a competitive world (15th ed.). McGraw-Hill.

Jones, G. R., & George, J. M. (2022). Contemporary management (12th ed.). McGraw-Hill Education.

Parker, L. D., & Ritson, P. A. (2005). Revisiting Fayol: Anticipating contemporary management. British Journal of Management, 16(3), 175–194. https://doi.org/10.1111/j.1467-8551.2005.00453.x

Stoner, J. A. F., Freeman, R. E., & Gilbert, D. R., Jr. (1995). Management (6th ed.). Prentice Hall.

Schermerhorn, J. R., Jr. (2020). Introduction to management (14th ed.). Wiley.

Koontz, H., & Weihrich, H. (2010). Essentials of management: An international perspective (8th ed.). McGraw-Hill.

Taylor, F. W. (1911). The principles of scientific management. Harper & Brothers.

Griffin, R. W. (2021). Management (13th ed.). Cengage Learning.

Krenn, M. (2011). From scientific management to homemaking: Lillian M. Gilbreth’s contributions to the development of management thought. Management & Organizational History, 6(2), 145–161. https://doi.org/10.1177/1744935910397035

Fayol, H. (1949). General and industrial management. Pitman Publishing.

Parker, L. D., & Ritson, P. A. (2005). Revisiting Fayol: Anticipating contemporary management. British Journal of Management, 16(3), 175–194.

Weber, M. (1947). The theory of social and economic organization. Oxford University Press.

Daft, R. L. (2022). Management (14th ed.). Cengage Learning.

Schermerhorn, J. R., Jr. (2020). Introduction to management (14th ed.). Wiley.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2023). Organizational behavior (19th ed.). Pearson.

Luthans, F. (2021). Organizational behavior: An evidence-based approach (14th ed.). McGraw-Hill Education.

Yukl, G. (2020). Leadership in organizations (9th ed.). Pearson.

Weihrich, H., Cannice, M. V., & Koontz, H. (2020). Management: A global, innovative, and entrepreneurial perspective (16th ed.). McGraw-Hill.

Bateman, T. S., & Snell, S. A. (2022). Management: Leading & collaborating in a competitive world (15th ed.). McGraw-Hill.

Daft, R. L. (2022). Management (14th ed.). Cengage Learning.

Kast, F. E., & Rosenzweig, J. E. (1981). Organization and management: A systems and contingency approach. McGraw-Hill.

Luthans, F. (1973). The contingency theory of management: A path out of the jungle. Business Horizons, 16(3), 67–72. https://doi.org/10.1016/0007-6813(73)90026-8

Jones, G. R., & George, J. M. (2022). Contemporary management (12th ed.). McGraw-Hill Education.

Robbins, S. P., & Coulter, M. (2021). Management (15th ed.). Pearson.

Drucker, P. F. (2008). Management: Revised edition. HarperBusiness.

Dessler, G. (2020). Human resource management (16th ed.). Pearson.

Parker, L. D., & Ritson, P. A. (2005). Revisiting Fayol: Anticipating contemporary management. British Journal of Management, 16(3), 175–194.

Weihrich, H., Cannice, M. V., & Koontz, H. (2020). Management: A global, innovative, and entrepreneurial perspective (16th ed.). McGraw-Hill.

Robbins, S. P., & Coulter, M. (2021). Management (15th ed.). Pearson.

Komentar

JUNISKA.S.H

Juniska,S.H Lahir di Suka Maju Pada Tanggal 21 Februari 1992. Alamat : JL. Lintas Timur Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Kode Pos 30657. Contac Person / E-mail : 0852 7201 1682 / juniskaefendi@gmail.com Riwayat Pendidikan : Pada Usia 5 Thn Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurus Shomad Cahya Maju (2004), Lalu Melanjutkan Sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Iman Lubuk Seberuk (2007), Kemudian Melanjutkan Di Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Mubtadi'in Nirwana (2009). Sempat Berhenti Selama 2 Tahun, Pada Tahun 2012 Melanjutkan Kuliah Di STAI As-Shiddiqiyah dan Lulus Pada Tahun 2017.

About Me

Foto Saya
Juniska,S.H Lahir di Suka Maju Pada Tanggal 21 Februari 1992. Alamat : JL. Lintas Timur Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Kode Pos 30657. Contac Person / E-mail : 0852 7201 1682 / juniskaefendi@gmail.com Riwayat Pendidikan : Pada Usia 5 Thn Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurus Shomad Cahya Maju (2004), Lalu Melanjutkan Sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Iman Lubuk Seberuk (2007), Kemudian Melanjutkan Di Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Mubtadi'in Nirwana (2009). Sempat Berhenti Selama 2 Tahun, Pada Tahun 2012 Melanjutkan Kuliah Di STAI As-Shiddiqiyah dan Lulus Pada Tahun 2017.

Mohon Tinggalkan Komentarnya Jika Mengakses Link Ini

Halaman

Ruang Bacaku adalah media edukasi dan literasi untuk berbagi artikel, makalah, pengetahuan, hukum, pendidikan, dan informasi pemerintahan desa.

Baca selengkapnya →