MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS
TENTANG PENYUSUNAN PROPOSAL STUDI KELAYAKAN
BISNIS
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi
Kelayakan Bisnis
Disusun Oleh:
Kelompok / Tim
Penyusun
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS / PERGURUAN TINGGI
2026
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat
Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul "Penyusunan Proposal
Studi Kelayakan Bisnis" ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas akademik
pada mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Di dalam makalah ini, dibahas secara
komprehensif mengenai bagaimana tahapan, sistematika, teknik penulisan,
penyajian data, hingga teknik presentasi proposal studi kelayakan bisnis yang
profesional dan sesuai dengan kaidah akademis maupun standar industri.
Penulis menyadari bahwa kelancaran penyusunan
makalah ini tidak lepas dari bantuan, dorongan, dan bimbingan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Dosen Pengampu mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis serta
rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan masukan serta dukungan moril.
Penulis menyadari sepenuhnya
bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari segi isi maupun tata
penulisan. Oleh sebab itu, segala kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat penulis harapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan bagi pembaca mengenai
penyusunan proposal studi kelayakan bisnis.
Jakarta, Agustus 2026
Penulis
DAFTAR ISI
SAMPUL
........................................................................................................................................
i
KATA PENGANTAR
..........................................................................................................................
ii
DAFTAR ISI
.........................................................................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN
.....................................................................................................................
1
A.
Latar Belakang
.....................................................................................................................
1
B.
Rumusan Masalah ...............................................................................................................
2
C.
Tujuan
...................................................................................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................................................
3
A.
Sistematika Proposal
..........................................................................................................
3
B.
Teknik Penulisan
.................................................................................................................
5
C.
Penyajian Data
.....................................................................................................................
6
D.
Presentasi Proposal
.............................................................................................................
7
BAB III PENUTUP
.............................................................................................................................
9
A.
Kesimpulan
..........................................................................................................................
9
B.
Saran .....................................................................................................................................
10
DAFTAR PUSTAKA
...........................................................................................................................
11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam dunia bisnis modern, mendirikan sebuah
usaha baru atau melakukan ekspansi skala besar tidak dapat dilakukan hanya
berdasarkan intuisi atau perkiraan semata. Setiap keputusan investasi menuntut
tingkat akurasi tinggi guna meminimalisir risiko kegagalan di masa depan. Oleh
karena itu, sebelum sebuah proyek bisnis direalisasikan, dibutuhkan sebuah
dokumen pengkajian komprehensif yang lazim disebut sebagai Studi Kelayakan
Bisnis (SKB)1.
Sebelum pelaksanaan studi kelayakan tersebut dijalankan
secara penuh, langkah awal yang harus disiapkan oleh tim perencana atau
konsultan bisnis adalah menyusun sebuah proposal studi kelayakan bisnis.
Proposal ini berfungsi sebagai cetak biru (*blueprint*), panduan operasional,
sekaligus instrumen negosiasi untuk meyakinkan para pemangku kepentingan,
investor, atau pihak manajemen puncak bahwa proyek yang diusulkan layak untuk
dikaji lebih dalam dan didanai.
Penyusunan proposal
studi kelayakan bisnis tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Proposal yang
baik harus mengikuti sistematika baku, menggunakan teknik penulisan ilmiah yang
objektif, menyajikan data yang akurat serta kredibel, serta didukung oleh
teknik presentasi yang persuasif. Kegagalan dalam menyusun proposal yang
terstruktur sering kali berakibat pada ditolaknya usulan proyek sebelum tahap
evaluasi mendalam dilakukan. Berdasarkan urgensi tersebut, makalah ini disusun
untuk membahas secara rinci mengenai tata cara dan aspek penting dalam
penyusunan proposal studi kelayakan bisnis.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan
masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana
sistematika baku dalam penyusunan proposal studi kelayakan bisnis?
2.
Bagaimana teknik
penulisan yang baik dan profesional dalam dokumen proposal?
3.
Bagaimana metode
penyajian data yang efektif untuk mendukung substansi proposal?
4.
Bagaimana teknik
presentasi proposal yang persuasif untuk meyakinkan investor?
C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini meliputi:
1.
Untuk mengetahui dan
memahami sistematika penyusunan proposal studi kelayakan bisnis secara
menyeluruh.
2.
Untuk mempelajari
teknik penulisan proposal yang sesuai dengan standar formal akademik dan
bisnis.
3.
Untuk mengkaji cara
penyajian data kuantitatif dan kualitatif yang valid dalam proposal.
4.
Untuk memahami
strategi dan teknik presentasi proposal yang efektif di hadapan para pengambil
keputusan.
1
Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis, Edisi Revisi (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2012), hlm. 12.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistematika
Proposal
Proposal studi kelayakan bisnis merupakan
dokumen tertulis yang merinci rencana pelaksanaan penelitian atau pengkajian
atas suatu gagasan usaha. Agar isi proposal mudah dipahami dan dievaluasi oleh
pihak pemberi dana atau manajemen, dokumen ini harus disusun berdasarkan
sistematika yang terstruktur2. Secara umum, sistematika proposal
studi kelayakan bisnis mencakup beberapa komponen utama:
1.
Halaman Judul
(Cover): Memuat judul proposal yang
jelas dan spesifik, nama pengusul atau tim penyusun, instansi atau perusahaan,
serta tahun pengajuan.
2.
Ringkasan
Eksekutif (Executive Summary):
Penjelasan singkat namun padat mengenai inti proposal, mencakup latar belakang
proyek, tujuan, estimasi kebutuhan dana, dan ringkasan potensi keuntungan.
3.
Pendahuluan: Berisi latar belakang pemilihan gagasan bisnis,
rumusan masalah atau ruang lingkup studi, serta tujuan dan kegunaan pelaksanaan
studi kelayakan.
4.
Aspek Hukum dan
Legalitas: Menguraikan bentuk badan usaha,
perizinan yang diperlukan (SIUP, TDP, NIB, AMDAL, dll.), serta keabsahan
operasional proyek di mata hukum.
5.
Aspek Pasar dan
Pemasaran: Menganalisis potensi pasar,
segmentasi, target pasar, posisi produk (*positioning*), proyeksi permintaan
dan penawaran, strategi bauran pemasaran (*marketing mix*), serta analisis
pesaing.
6.
Aspek Teknis
dan Operasi: Menjelaskan
penentuan lokasi usaha, tata letak (*layout*) fasilitas, pemilihan mesin dan
teknologi, proses produksi, serta kapasitas produksi yang direncanakan.
7.
Aspek Manajemen
dan Sumber Daya Manusia: Menguraikan
struktur organisasi, deskripsi jabatan, perencanaan tenaga kerja, serta sistem
kompensasi dan pengawasan SDM.
8.
Aspek Keuangan: Menyajikan estimasi kebutuhan modal awal,
sumber pendanaan, proyeksi laporan laba rugi, arus kas (*cash flow*), neraca,
serta penilaian kriteria investasi seperti *Net Present Value* (NPV), *Internal
Rate of Return* (IRR), *Payback Period* (PP), dan *Profitability Index* (PI).
9.
Jadwal
Pelaksanaan (Timeline): Rencana kerja
tahapan pelaksanaan studi kelayakan menggunakan instrumen seperti *Gantt
Chart*.
10.
Daftar Pustaka
dan Lampiran: Referensi yang
digunakan serta dokumen pendukung tambahan.
B. Teknik Penulisan
Teknik penulisan proposal studi kelayakan bisnis
sangat menentukan kualitas profesional dokumen tersebut. Penulisan yang buruk,
penuh kesalahan tata bahasa, atau tidak konsisten akan menurunkan tingkat
kepercayaan calon investor terhadap kredibilitas pengusul proyek. Beberapa
prinsip utama dalam teknik penulisan proposal meliputi:
●
Kejelasan dan
Keterbacaan (*Clarity*): Menggunakan
kalimat yang efektif, lugas, tidak bertele-tele, serta menghindari jargon
teknis yang berlebihan kecuali jika disertai penjelasan yang memadai.
●
Objektivitas
dan Konsistensi: Analisis dalam
proposal harus didasarkan pada fakta objektif, data empiris, serta asumsi
rasional, bukan sekadar angan-angan subjektif pengusul. Konsistensi dalam
penggunaan istilah, format penomoran bab, dan gaya pengutipan (*citing style*)
juga harus dijaga3.
●
Format Standar
Akademik/Bisnis: Mengikuti aturan
penulisan yang berlaku, seperti penggunaan jenis huruf (*font*) formal seperti
Times New Roman ukuran 12, jarak spasi 1,5, perataan teks kiri-kanan
(*justify*), serta marjin halaman yang standar untuk penjilidan dokumen.
C. Penyajian Data
Penyajian data merupakan jantung dari proposal
studi kelayakan bisnis. Seluruh argumen mengenai profitabilitas dan kelayakan
proyek harus divalidasi oleh data yang akurat, baik data primer (hasil survei
langsung, wawancara, kuesioner) maupun data sekunder (publikasi Badan Pusat
Statistik, jurnal industri, laporan keuangan historis)
Agar mudah
diinterpretasikan oleh pembaca, data kuantitatif sebaiknya disajikan secara
visual menggunakan tabel, grafik, atau diagram batang dan lingkaran. Setiap
tabel atau gambar yang disajikan wajib diberi nomor urut, judul yang jelas di
bagian atas atau bawah, serta mencantumkan sumber perolehan data secara
transparan di bawahnya4. Penyajian data yang rapi dan terstruktur
akan memudahkan evaluator dalam melakukan verifikasi silang (*cross-check*)
terhadap asumsi finansial dan proyeksi pasar yang diajukan.
D.
Presentasi Proposal
Setelah proposal tertulis selesai disusun dan
didistribusikan kepada pihak pengambil keputusan, tahapan krusial berikutnya
adalah melakukan presentasi proposal (*pitching*). Presentasi ini bertujuan
untuk memaparkan inti sari proposal secara verbal dan visual, serta membuka
ruang tanya jawab guna meyakinkan investor.
Teknik presentasi proposal yang efektif
memerlukan beberapa persiapan matang, antara lain:
1.
Penyusunan
Materi Visual: Membuat salindia
(*slide*) presentasi yang ringkas, bersih, menggunakan poin-poin utama, serta
didukung grafik keuangan yang mencolok, bukan memenuhi layar dengan paragraf
teks yang padat.
2.
Penguasaan
Materi dan Angka Kunci: Presenter
harus menguasai angka-angka penting seperti total kebutuhan modal, *Internal
Rate of Return* (IRR), dan titik impas (*Break-Even Point*), karena hal
tersebut biasanya menjadi fokus utama pertanyaan investor.
3.
Manajemen Waktu
dan Interaksi: Memanfaatkan waktu
secara efektif (biasanya 15-20 menit pemaparan inti) serta bersiap menghadapi
sesi tanya jawab (*Q&A*) dengan sikap percaya diri, profesional, dan
argumentatif berbasis data.
2 Husein Umar, Studi Kelayakan Bisnis: Teknik
Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis Secara Komprehensif (Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2005), hlm. 35.
3 Ulber Silalahi, Metode Penelitian Sosial
(Bandung: Refika Aditama, 2015), hlm. 110.
4
Suad Husnan dan Suwarsono Muhammad, Studi Kelayakan Proyek, Edisi Ke-4
(Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2014), hlm. 45.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian pembahasan mengenai
penyusunan proposal studi kelayakan bisnis, dapat ditarik beberapa kesimpulan
penting sebagai berikut:
1.
Penyusunan proposal
studi kelayakan bisnis merupakan tahap pendahuluan yang sangat krusial untuk
mengarahkan pengkajian investasi agar berjalan sistematis, meliputi aspek
hukum, pasar, teknis, manajemen, hingga keuangan.
2.
Sistematika proposal
yang terstruktur dengan baik berfungsi sebagai pedoman operasional sekaligus
instrumen komunikasi yang efektif bagi investor dan pengambil keputusan.
3.
Teknik penulisan
yang objektif, formal, dan konsisten serta penyajian data yang valid
menggunakan tabel dan grafik akan meningkatkan kredibilitas proposal di mata pemberi
dana.
4.
Kemampuan teknik
presentasi yang persuasif dan penguasaan data numerik kunci menjadi penentu
keberhasilan dalam meyakinkan stakeholder untuk menyetujui proyek bisnis yang
diusulkan.
B. Saran
Adapun beberapa saran yang dapat disampaikan
bagi para perencana maupun penyusun proposal studi kelayakan bisnis adalah:
1.
Penyusun proposal
hendaknya melakukan riset pasar dan pengumpulan data secara mendalam (*rigorous
research*) agar asumsi proyeksi keuangan tidak bersifat spekulatif semata.
2.
Perhatikan konsistensi
format penulisan dan tata letak dokumen sesuai dengan standar baku yang
disyaratkan oleh institusi atau lembaga pembiayaan terkait.
3.
Tim pengusul perlu
melatih keterampilan komunikasi dan simulasi tanya jawab (*Q&A*) secara
intensif sebelum melakukan presentasi resmi di hadapan investor agar siap
menghadapi berbagai bentuk sanggahan atau pertanyaan kritis.
DAFTAR PUSTAKA
Husnan, Suad dan Suwarsono Muhammad. 2014. Studi
Kelayakan Proyek. Edisi Ke-4. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Kasmir dan Jakfar. 2012. Studi Kelayakan
Bisnis. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Silalahi, Ulber. 2015. Metode Penelitian
Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Umar, Husein. 2005. Studi Kelayakan Bisnis:
Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis Secara Komprehensif. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
Untuk mengunduhnya ke dalam format Microsoft Word (.docx), Anda cukup
membuka tautan dibawah, lalu pilih menu File > Download (Unduh) >
Microsoft Word (.docx).
https://docs.google.com/document/d/1tzfMdxKqIuORhvH4045T6BDiUQ0b9gN9ADe2oRD0OmA/edit?tab=t.0



0 Komentar