MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS
TENTANG ANALISIS KEUANGAN
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi
Kelayakan Bisnis
Disusun Oleh:
Kelompok / Tim Penyusun
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS / PERGURUAN TINGGI
2026
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
makalah yang berjudul "Analisis Keuangan dalam Studi Kelayakan
Bisnis" ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas akademik
pada mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Di dalam makalah ini, dibahas secara
mendalam mengenai aspek keuangan yang menjadi salah satu penentu utama
keberhasilan suatu rencana usaha. Pembahasan mencakup konsep investasi, modal
kerja, penyusutan, penyusunan laporan keuangan proyeksian, serta analisis arus
kas (*cash flow*) yang komprehensif.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini
tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dosen Pengampu mata
kuliah Studi Kelajaran Bisnis serta rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan
masukan dan dukungan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun
sangat diharapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat serta menambah wawasan bagi pembaca mengenai analisis
keuangan dalam studi kelayakan bisnis.
Jakarta, Agustus 2026
Penulis
DAFTAR ISI
SAMPUL
........................................................................................................................................
i
KATA PENGANTAR
..........................................................................................................................
ii
DAFTAR ISI
.........................................................................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN
.....................................................................................................................
1
A. Latar Belakang
.....................................................................................................................
1
B. Rumusan Masalah
...............................................................................................................
2
C. Tujuan
...................................................................................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN
.................................................................................................................
3
A. Investasi
...............................................................................................................................
3
B. Modal Kerja
.........................................................................................................................
4
C. Penyusutan
..........................................................................................................................
5
D. Laporan Keuangan
.............................................................................................................
6
E. Arus Kas
..............................................................................................................................
7
BAB III PENUTUP
.............................................................................................................................
9
A. Kesimpulan
..........................................................................................................................
9
B. Saran
.................................................................................................................................
10
DAFTAR PUSTAKA
...........................................................................................................................
11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam mendirikan atau mengembangkan suatu usaha,
analisis aspek keuangan memegang peranan yang sangat krusial dan seringkali
menjadi penentu akhir (*final gate*) apakah suatu gagasan bisnis layak untuk
direalisasikan atau harus ditolak. Studi Kelayakan Bisnis (SKB) menempatkan
analisis keuangan sebagai instrumen untuk menghitung estimasi kebutuhan dana,
sumber permodalan, serta tingkat pengembalian investasi yang akan diperoleh di
masa depan1.
Aspek keuangan mengkaji secara komprehensif
seluruh aliran dana masuk (*cash inflow*) dan dana keluar (*cash outflow*) dari
suatu proyek. Analisis ini mencakup perhitungan nilai investasi awal, kebutuhan
modal kerja untuk operasional harian, metode penyusutan aset tetap, proyeksi
laporan keuangan (laba rugi, neraca, dan perubahan modal), serta proyeksi arus
kas. Tanpa analisis keuangan yang teliti, investor akan menghadapi risiko
kegagalan finansial yang tinggi akibat salah kalkulasi dalam penganggaran
modal.
Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai
komponen-komponen keuangan dalam studi kelayakan bisnis mutlak diperlukan oleh
setiap perencana bisnis, manajer, maupun investor. Makalah ini disusun untuk
mengkaji secara sistematis elemen-elemen penting dalam analisis keuangan
bisnis.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan
masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Apa yang dimaksud
dengan investasi dan bagaimana perannya dalam studi kelayakan bisnis?
2.
Bagaimana cara
menghitung dan mengelola kebutuhan modal kerja suatu usaha?
3.
Apa metode
penyusutan aset tetap dan bagaimana pengaruhnya terhadap laporan keuangan?
4.
Bagaimana penyusunan
proyeksi laporan keuangan dalam menilai kesehatan finansial perusahaan?
5.
Bagaimana analisis
arus kas (*cash flow*) digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian investasi?
C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.
Untuk memahami
konsep dasar investasi dan penganggaran modal dalam proyek bisnis.
2.
Untuk mengetahui
metode perhitungan dan pentingnya pengelolaan modal kerja.
3.
Untuk mempelajari
berbagai metode penyusutan aset tetap dalam akuntansi keuangan.
4.
Untuk menganalisis
cara penyusunan laporan keuangan proyeksian secara akurat.
5.
Untuk mengkaji
peranan arus kas dalam mengevaluasi kelayakan finansial suatu usaha.
1 Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis,
Edisi Revisi (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hlm. 135.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Investasi
Investasi dalam konteks studi kelayakan bisnis
merujuk pada penanaman modal pada aset riil maupun finansial dengan harapan
mendapatkan keuntungan di masa depan2. Pengeluaran investasi awal
(*initial outlay*) mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan sejak tahap
perencanaan, pengadaan lahan, pembangunan gedung, pembelian mesin dan
peralatan, hingga pengurusan perizinan sebelum usaha tersebut beroperasi secara
komersial.
Dalam analisis investasi, perencana bisnis harus
melakukan penilaian kelayakan menggunakan berbagai kriteria investasi seperti
*Net Present Value* (NPV), *Internal Rate of Return* (IRR), *Payback Period*
(PP), dan *Profitability Index* (PI). Penilaian ini bertujuan untuk memastikan
bahwa manfaat ekonomis atau arus kas bersih yang dihasilkan dari proyek
tersebut mampu melebihi nilai modal yang ditanamkan serta memperhitungkan
tingkat inflasi dan biaya modal (*cost of capital*).
B. Modal Kerja
Modal kerja (*working capital*) adalah dana yang
harus disediakan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari
agar berjalan lancar. Modal kerja neto didefinisikan sebagai selisih antara
aset lancar (seperti kas, piutang usaha, dan persediaan) dikurangi dengan
kewajiban lancar (seperti utang usaha dan utang lancar lainnya)3.
Perhitungan kebutuhan modal kerja sangat vital
dalam studi kelayakan karena banyak bisnis yang mengalami kebangkrutan bukan
karena produknya tidak laku, melainkan karena kekurangan likuiditas operasional
(misalnya piutang terlalu lama tertagih sementara bahan baku harus dibayar
tunai). Dalam analisis finansial, perencana harus mengestimasi siklus konversi
kas (*cash conversion cycle*) untuk menentukan seberapa besar modal kerja yang
harus dicadangkan pada awal periode operasi.
C. Penyusutan
Penyusutan (*depreciation*) adalah alokasi
sistematis atas biaya perolehan aset tetap selama masa manfaat ekonomisnya.
Aset tetap seperti mesin, kendaraan, dan bangunan mengalami penurunan nilai
guna seiring berjalannya waktu dan pemakaian. Dalam laporan laba rugi,
penyusutan dicatat sebagai komponen biaya operasional non-kas (*non-cash
expense*)4.
Metode penyusutan yang umum digunakan dalam
analisis keuangan meliputi:
●
Metode Garis
Lurus (*Straight-Line Method*):
Beban penyusutan bernilai sama setiap tahun sepanjang masa manfaat aset.
●
Metode Saldo
Menurun (*Declining Balance Method*):
Beban penyusutan lebih besar pada tahun-tahun awal penggunaan aset.
Meskipun penyusutan tidak melibatkan pengeluaran
kas secara langsung, keberadaannya sangat penting karena mengurangi laba kena
pajak, sehingga secara tidak langsung mempengaruhi besaran pajak penghasilan
yang harus dibayar perusahaan.
D. Laporan Keuangan
Laporan keuangan proyeksian merupakan bentuk
manifestasi kuantitatif dari seluruh aspek perencanaan bisnis yang telah
disusun (aspek pasar, teknis, dan manajemen). Dalam studi kelayakan, laporan
keuangan disusun untuk beberapa periode ke depan guna memperlihatkan performa
finansial yang diharapkan5.
Tiga laporan keuangan utama yang wajib disusun
meliputi:
1.
Laporan Laba
Rugi (*Income Statement*): Menunjukkan
proyeksi pendapatan total dikurangi seluruh biaya operasional, penyusutan,
bunga, dan pajak untuk menghasilkan laba bersih.
2.
Neraca
(*Balance Sheet*): Menggambarkan
posisi kekayaan perusahaan yang mencakup total aset, liabilitas (utang), dan
ekuitas pada akhir periode tertentu.
3.
Laporan
Perubahan Modal: Menunjukkan
pergerakan saldo modal atau laba ditahan perusahaan dari waktu ke waktu.
E. Arus Kas
Arus kas (*cash flow*) adalah laporan yang
merinci penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu.
Dalam studi kelayakan bisnis, analisis arus kas jauh lebih diandalkan
dibandingkan laporan laba rugi karena keputusan investasi didasarkan pada
ketersediaan uang kas riil, bukan sekadar pencatatan akuntansi atas dasar
akrual6.
Proyeksi arus kas dibagi menjadi tiga aktivitas
utama:
●
Arus Kas
Operasi (*Operating Cash Flow*):
Kas yang dihasilkan dari aktivitas inti penjualan produk dan pembayaran biaya
operasional harian.
●
Arus Kas
Investasi (*Investing Cash Flow*):
Kas yang keluar atau masuk akibat transaksi perolehan atau penjualan aset
tetap.
●
Arus Kas
Pendanaan (*Financing Cash Flow*):
Kas yang diperoleh dari penerbitan saham, penarikan utang bank, atau pembayaran
dividen dan cicilan pokok utang.
2 Husein Umar, Studi Kelayakan Bisnis:
Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis Secara Komprehensif (Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2005), hlm. 170.
3 Suad Husnan dan Suwarsono Muhammad, Studi
Kelayakan Proyek, Edisi Ke-4 (Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2014), hlm. 112.
4 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Standar
Akuntansi Keuangan (Jakarta: Salemba Empat, 2018), hlm. 45.
5 Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan
Bisnis, hlm. 142.
6 Bambang Riyanto, Dasar-Dasar
Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Ke-4 (Yogyakarta: BPFE, 2013), hlm. 88.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan pembahasan mengenai
analisis keuangan dalam studi kelayakan bisnis, dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
1.
Analisis keuangan
merupakan instrumen penentu utama dalam studi kelayakan bisnis untuk menilai
kelangsungan hidup dan tingkat profitabilitas suatu proyek investasi.
2.
Komponen investasi
awal dan perhitungan modal kerja yang akurat sangat esensial agar perusahaan
terhindar dari risiko kekurangan likuiditas pada awal masa operasional.
3.
Penyusutan aset
tetap tidak hanya berfungsi sebagai alokasi biaya perolehan, tetapi juga
berperan penting dalam mengoptimalkan perhitungan pajak penghasilan perusahaan.
4.
Penyusunan proyeksi
laporan keuangan (laba rugi, neraca, dan perubahan modal) serta analisis arus
kas (*cash flow*) memberikan gambaran komprehensif mengenai kesehatan finansial
dan prospek pengembalian modal bagi investor.
B. Saran
Adapun saran yang dapat diberikan sehubungan
dengan penyusunan analisis keuangan studi kelayakan bisnis adalah:
1.
Perencana bisnis
disarankan untuk menyusun asumsi keuangan yang konservatif dan realistis, serta
menghindari proyeksi pendapatan yang terlalu optimis (*over-optimistic*) guna
mengantisipasi risiko ketidakpastian pasar.
2.
Manajemen perusahaan
perlu melakukan analisis sensitivitas (*sensitivity analysis*) terhadap
variabel-variabel kunci keuangan seperti tingkat inflasi, kenaikan harga bahan
baku, dan fluktuasi suku bunga pinjaman.
3.
Pengelolaan modal
kerja harus dipantau secara ketat melalui pengendalian piutang dan persediaan
yang efisien guna menjaga kelancaran siklus kas operasional perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Husnan, Suad dan Suwarsono Muhammad. 2014. Studi
Kelayakan Proyek. Edisi Ke-4. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). 2018. Standar
Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Kasmir dan Jakfar. 2012. Studi Kelayakan
Bisnis. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Riyanto, Bambang. 2013. Dasar-Dasar
Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Ke-4. Yogyakarta: BPFE.
Umar, Husein. 2005. Studi Kelayakan Bisnis:
Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis Secara Komprehensif. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Untuk mengunduhnya ke dalam format Microsoft Word (.docx), Anda cukup
membuka tautan dibawah, lalu pilih menu File > Download (Unduh) >
Microsoft Word (.docx).
https://docs.google.com/document/d/1a6SJtfKf59hyW4EsuZY8pVEEq60-JCvQT8CNmLvHJLw/edit?tab=t.0
.jpeg)


0 Komentar