Sampul Blog

Sampul Blog
Juniska,S.H

Ruang Bacaku

Referensi sederhana tentang hukum, pendidikan, makalah, pemerintahan, desa dan pedesaan.

MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS ANALISIS ASPEK PASAR

 

MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS

ANALISIS ASPEK PASAR

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Kelayakan Bisnis

 


 

Disusun Oleh:

Kelompok / Tim Penyusun

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS / PERGURUAN TINGGI

2026

 


 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul "Analisis Aspek Pasar dalam Studi Kelayakan Bisnis" ini dengan tepat waktu.

Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Dalam makalah ini, dibahas secara komprehensif mengenai peranan dan substansi aspek pasar yang meliputi pengertian pasar, segmentasi, targeting, positioning, analisis permintaan dan penawaran, peramalan penjualan, hingga strategi pemasaran yang efektif dalam menentukan kelayakan suatu investasi atau ide bisnis.

Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, serta dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis serta rekan-rekan yang telah memberikan masukan bernilai.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan baik dari segi isi maupun tata bahasa. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif demi penyempurnaan karya-karya di masa mendatang. Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan wawasan dan manfaat bagi para pembaca.

Jakarta, Agustus 2026

 

 

Penulis

 


 

DAFTAR ISI

SAMPUL ........................................................................................................................................ i

KATA PENGANTAR .......................................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................................................... iii

 

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1

    A. Latar Belakang ..................................................................................................................... 1

    B. Rumusan Masalah ............................................................................................................... 2

    C. Tujuan Penulisan ................................................................................................................... 2

 

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................................... 3

    A. Pengertian Pasar .................................................................................................................. 3

    B. Segmentasi Pasar (Segmenting) .......................................................................................... 4

    C. Target Pasar (Targeting) ....................................................................................................... 6

    D. Posisi Pasar (Positioning) .................................................................................................... 7

    E. Analisis Permintaan ................................................................................................. 8

    F. Analisis Penawaran .............................................................................................................. 9

    G. Peramalan Penjualan ............................................................................................................ 11

    H. Strategi Pemasaran .............................................................................................................. 13

 

BAB III PENUTUP ............................................................................................................................. 15

    A. Kesimpulan .......................................................................................................................... 15

    B. Saran ..................................................................................................................................... 16

 

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 17

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam era globalisasi dan persaingan bisnis yang kian kompetitif, setiap pelaku usaha maupun investor dituntut untuk cermat dalam merencanakan pembentukan atau pengembangan suatu unit bisnis. Sebelum sebuah usaha direalisasikan dengan menginvestasikan sejumlah modal, perlu dilakukan pengkajian secara mendalam terhadap tingkat kelayakan usaha tersebut melalui Studi Kelayakan Bisnis (SKB). Studi kelayakan bisnis merupakan suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, untuk menentukan layak atau tidaknya bisnis tersebut dijalankan1.

Salah satu aspek paling mendasar dan krusial dalam studi kelayakan bisnis adalah aspek pasar dan pemasaran. Kegagalan dalam menganalisis aspek pasar sering kali menjadi penyebab utama runtuhnya suatu bisnis, meskipun aspek teknis maupun finansial telah direncanakan dengan sangat matang. Tanpa adanya permintaan yang cukup dan pasar yang jelas, produk atau jasa yang dihasilkan tidak akan terserap oleh konsumen, sehingga pendapatan tidak dapat terwujud untuk menutup biaya operasional dan investasi.

Analisis aspek pasar bertujuan untuk mengetahui berapa besar potensi pasar, tingkat persaingan, pangsa pasar (market share), serta strategi pemasaran yang tepat untuk diterapkan. Proses ini mengkaji secara terstruktur mulai dari pemahaman definisi pasar, penetapan segmentasi, targeting, positioning (STP), analisis pola permintaan dan penawaran, peramalan penjualan, hingga perumusan bauran pemasaran (marketing mix). Oleh karena itu, penyusunan makalah ini menjadi penting untuk memberikan pemahaman secara utuh dan sistematis mengenai analisis aspek pasar dalam studi kelayakan bisnis.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1.    Apakah yang dimaksud dengan konsep pasar dalam konteks studi kelayakan bisnis?

2.    Bagaimanakah penerapan Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP) dalam analisis pasar?

3.    Bagaimana cara melakukan analisis permintaan dan penawaran suatu produk/jasa?

4.    Bagaimana metode peramalan penjualan (sales forecasting) digunakan untuk mengukur potensi pasar?

5.    Bagaimanakah perumusan strategi pemasaran yang efektif untuk mendukung keberhasilan bisnis?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk:

1.    Memahami pengertian dan peranan pasar dalam studi kelayakan bisnis.

2.    Menjelaskan konsep dan tahapan segmentasi, targeting, serta positioning (STP).

3.    Menganalisis faktor-faktor serta cara pengukuran permintaan dan penawaran di pasar.

4.    Mengidentifikasi teknik dan metode peramalan penjualan untuk mengestimasi potensi pendapatan.

5.    Menyusun rumusan strategi dan bauran pemasaran (marketing mix) yang tepat.


1 Kasmir, Studi Kelayakan Bisnis, Ed. Revisi (Jakarta: Prenadamedia Group, 2017), hlm. 35.

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pasar

Secara umum, pasar dapat didefinisikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang atau jasa. Namun dalam ilmu pemasaran modern, pasar diartikan secara lebih luas. Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, pasar terdiri dari seluruh pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tersebut2.

Dalam konteks Studi Kelayakan Bisnis, analisis pasar merupakan langkah awal untuk menguji apakah ada peluang pasar bagi produk/jasa yang akan ditawarkan. Menurut Husein Umar, tujuan utama analisis aspek pasar adalah untuk memastikan bahwa produk yang diproduksi akan memiliki pasar yang jelas, berapa besar pasar potensialnya, berapa besar pangsa pasar yang dapat diraih, serta bagaimana strategi persaingan yang akan dijalankan3.

B. Segmentasi Pasar (Segmenting)

Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi pasar yang heterogen menjadi kelompok-kelompok pembeli yang homogen berdasarkan karakteristik, kebutuhan, atau perilakunya yang memerlukan produk atau bauran pemasaran tersendiri4. Tujuan segmentasi adalah agar perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien dan melayani pasar dengan lebih spesifik.

Pendekatan segmentasi pasar konsumen umumnya dilakukan berdasarkan empat variabel utama:

     Segmentasi Geografis: Membagi pasar berdasarkan wilayah atau lokasi, seperti negara, provinsi, kota, iklim, atau kepadatan penduduk.

     Segmentasi Demografis: Membagi pasar berdasarkan variabel kependudukan, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, pendidikan, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, dan agama.

     Segmentasi Psikografis: Membagi pembeli berdasarkan kelas sosial, gaya hidup (lifestyle), kepribadian, dan nilai-nilai yang dianut.

     Segmentasi Perilaku: Membagi konsumen berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau respons terhadap suatu produk (misalnya: tingkat penggunaan, status loyalitas, dan manfaat yang dicari).

C. Target Pasar (Targeting)

Setelah melakukan segmentasi, langkah berikutnya adalah menetapkan pasar sasaran atau targeting. Targeting merupakan proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau beberapa segmen pasar yang akan dimasuki oleh perusahaan5.

Kriteria evaluasi segmen mencakup ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik struktural segmen (seperti tingkat persaingan dan keberadaan produk pengganti), serta tujuan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Beberapa strategi pemilikan target pasar di antaranya:

     Undifferentiated Marketing (Pemasaran Serba Sama): Perusahaan mengabaikan perbedaan segmen dan menawarkan satu produk untuk seluruh pasar.

     Differentiated Marketing (Pemasaran Serba Aneka): Perusahaan memilih beberapa segmen pasar dan merancang penawaran yang berbeda untuk masing-masing segmen.

     Concentrated Marketing (Pemasaran Terpusat): Perusahaan memilih untuk fokus melayani satu segmen pasar tertentu secara mendalam (niche market).

D. Posisi Pasar (Positioning)

Positioning adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi yang khas dan bernilai dalam benak konsumen sasaran relatif terhadap pesaing6. Positioning berkaitan erat dengan bagaimana suatu produk dipersepsikan oleh konsumen dibandingkan dengan produk pesaing.

Langkah-langkah dalam menentukan positioning meliputi: mengidentifikasi keunggulan bersaing (competitive advantage), memilih keunggulan yang paling menonjol, serta mengkomunikasikan posisi tersebut secara konsisten kepada pasar sasaran. Strategi positioning dapat didasarkan pada atribut produk, manfaat produk, harga/kualitas, atau perbandingan langsung dengan pesaing.


2 Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Ed. 13 (Jakarta: Erlangga, 2009), hlm. 120.

3 Husein Umar, Studi Kelayakan Bisnis: Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis Secara Komprehensif (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005), hlm. 78.

4 Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, Ed. 4 (Yogyakarta: Andi Offset, 2015), hlm. 145.

5 Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep dan Strategi (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), hlm. 202.

6 Kotler dan Keller, Manajemen Pemasaran, hlm. 210.

 

E. Analisis Permintaan

Permintaan (demand) dapat diartikan sebagai jumlah barang atau jasa yang dibutuhkan dan ingin dibeli oleh konsumen pada tingkat harga dan periode waktu tertentu. Dalam analisis aspek pasar SKB, analisis permintaan ditujukan untuk mengukur besarnya total pasar efektif dan potensi pasar untuk produk yang direncanakan7.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan meliputi:

1.    Harga barang itu sendiri dan harga barang substitusi/komplementer.

2.    Tingkat pendapatan rata-rata masyarakat.

3.    Selera dan gaya hidup konsumen.

4.    Jumlah penduduk dan struktur demografi.

5.    Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi di masa mendatang.

F. Analisis Penawaran

Penawaran (supply) merupakan kuantitas produk atau jasa yang ditawarkan oleh produsen di pasar pada berbagai tingkat harga tertentu. Analisis penawaran bertujuan untuk memahami peta kekuatan para pesaing yang sudah ada maupun calon pesaing baru di industri tersebut.

Informasi kunci yang dibutuhkan dalam analisis penawaran meliputi: jumlah pesaing utama, kapasitas produksi pesaing, pangsa pasar yang dikuasai pesaing, keunggulan dan kelemahan pesaing, serta hambatan untuk masuk ke dalam industri (barriers to entry)8.

Variabel Analisis

Analisis Permintaan (Demand)

Analisis Penawaran (Supply)

 

Fokus Utama

Kebutuhan, keinginan, dan daya beli konsumen.

Kapasitas produksi dan strategi kompetitor.

Indikator Kunci

Jumlah populasi, pendapatan, pertumbuhan pasar.

Jumlah pesaing, harga pesaing, total produksi industri.

Tujuan Akhir

Mengetahui estimasi volume pembelian potensial.

Mengetahui peluang celah pasar (market gap).

G. Peramalan Penjualan (Sales Forecasting)

Peramalan penjualan adalah pendekatan sistematis untuk memperkirakan penjualan di masa akan datang berdasarkan data masa lalu dan analisis kondisi tren pasar saat ini9. Hasil peramalan menjadi masukan utama bagi penyusunan anggaran produksi, rencana keuangan, dan proyeksi arus kas.

Terdapat dua metode utama dalam peramalan penjualan:

     Metode Kualitatif: Berdasarkan opini pakar, riset pasar, Delphi method, atau estimasi tenaga penjualan (cocok untuk produk baru tanpa data historis).

     Metode Kuantitatif: Menggunakan perhitungan statistik berdasarkan data historis. Contoh metode kuantitatif yang umum meliputi:

     Metode Trend Least Square (Kuadrat Terkecil): Y = a + bX

     Metode Moving Average (Rata-Rata Bergerak)

     Metode Analisis Regresi Korelasi

H. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran dirumuskan setelah analisis pasar dan posisi persaingan dipahami. Komponen utama dalam strategi pemasaran adalah rancangan bauran pemasaran (Marketing Mix) yang terintegrasi. Untuk barang, bauran pemasaran terdiri dari 4P, sedangkan untuk jasa dikembangkan menjadi 7P10:

1.    Product (Produk): Desain, mutu, merek, kemasan, dan nilai keunggulan produk.

2.    Price (Harga): Penetapan harga bersaing, struktur diskon, dan metode pembayaran.

3.    Place (Saluran Distribusi): Lokasi penjualan, rantai pasok, dan kenyamanan akses konsumen.

4.    Promotion (Promosi): Iklan, promosi penjualan, media sosial, dan hubungan masyarakat.

5.    People (Orang): Kompetensi dan keramahan sumber daya manusia/karyawan.

6.    Process (Proses): Prosedur dan alur layanan yang efisien bagi pelanggan.

7.    Physical Evidence (Bukti Fisik): Tampilan fisik tempat usaha, tata ruang, dan suasana lingkungan bisnis.


7 Kasmir, Studi Kelayakan Bisnis, hlm. 48.

8 Husein Umar, Studi Kelayakan Bisnis, hlm. 85.

9 Subagyo, Metode Peramalan (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2002), hlm. 45.

10 Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, hlm. 180.

 


 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan mendalam mengenai analisis aspek pasar dalam studi kelayakan bisnis, dapat ditarik beberapa kesimpulan utama sebagai berikut:

1.    Aspek pasar merupakan fondasi utama dalam menentukan kelayakan suatu rencana bisnis. Suatu usaha hanya dapat dikatakan layak apabila terdapat potensi pasar yang memadai dan peluang penyerapan produk yang nyata.

2.    Penerapan strategi STP (Segmenting, Targeting, dan Positioning) secara sistematis sangat menentukan keberhasilan penetrasi pasar, sehingga perusahaan dapat memfokuskan sumber daya pada segmen yang paling produktif.

3.    Analisis keseimbangan antara permintaan dan penawaran serta penggunaan metode peramalan penjualan (sales forecasting) yang tepat memberikan gambaran objektif mengenai estimasi pangsa pasar (market share) dan volume penjualan di masa depan.

4.    Strategi bauran pemasaran (marketing mix 4P/7P) yang terintegrasi merupakan instrumen eksekusi untuk memenangkan persaingan dan mencapai target penjualan yang telah direncanakan.

B. Saran

Berdasarkan simpulan di atas, beberapa saran konstruktif yang dapat disampaikan meliputi:

1.    Bagi calon pelaku usaha atau investor, disarankan untuk tidak hanya mengandalkan asumsi intuitif, melainkan melakukan riset pasar secara objektif dengan data primer dan sekunder yang valid sebelum memulai bisnis.

2.    Perusahaan hendaknya selalu responsif dan adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen serta tren pasar digital yang dinamis agar posisi pasar (positioning) tetap relevan.

3.    Penggunaan metode peramalan kuantitatif sebaiknya dikombinasikan dengan pertimbangan kualitatif untuk mengantisipasi ketidakpastian kondisi makroekonomi di masa mendatang.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Assauri, Sofjan. 2013. Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep dan Strategi. Jakarta: Rajawali Pers.

Kasmir. 2017. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Revisi. Jakarta: Prenadamedia Group.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Edisi Ke-13. Jakarta: Erlangga.

Subagyo. 2002. Metode Peramalan. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Tjiptono, Fandy. 2015. Strategi Pemasaran. Edisi Ke-4. Yogyakarta: Andi Offset.

Umar, Husein. 2005. Studi Kelayakan Bisnis: Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis Secara Komprehensif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

 

 

Untuk mengunduhnya menjadi file berformat DOCX (Microsoft Word), silakan buka tautan dibawah  ini, lalu klik menu File > Download (Unduh) > Microsoft Word (.docx).

 

https://docs.google.com/document/d/1fMFMgSoi_nGC42RV687B-G5j122rr-MOXpEImSpyUoQ/edit?tab=t.0


 

 

Komentar

JUNISKA.S.H

Juniska,S.H Lahir di Suka Maju Pada Tanggal 21 Februari 1992. Alamat : JL. Lintas Timur Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Kode Pos 30657. Contac Person / E-mail : 0852 7201 1682 / juniskaefendi@gmail.com Riwayat Pendidikan : Pada Usia 5 Thn Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurus Shomad Cahya Maju (2004), Lalu Melanjutkan Sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Iman Lubuk Seberuk (2007), Kemudian Melanjutkan Di Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Mubtadi'in Nirwana (2009). Sempat Berhenti Selama 2 Tahun, Pada Tahun 2012 Melanjutkan Kuliah Di STAI As-Shiddiqiyah dan Lulus Pada Tahun 2017.

About Me

Foto Saya
Juniska,S.H Lahir di Suka Maju Pada Tanggal 21 Februari 1992. Alamat : JL. Lintas Timur Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Kode Pos 30657. Contac Person / E-mail : 0852 7201 1682 / juniskaefendi@gmail.com Riwayat Pendidikan : Pada Usia 5 Thn Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurus Shomad Cahya Maju (2004), Lalu Melanjutkan Sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Iman Lubuk Seberuk (2007), Kemudian Melanjutkan Di Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Mubtadi'in Nirwana (2009). Sempat Berhenti Selama 2 Tahun, Pada Tahun 2012 Melanjutkan Kuliah Di STAI As-Shiddiqiyah dan Lulus Pada Tahun 2017.

Mohon Tinggalkan Komentarnya Jika Mengakses Link Ini

Halaman

Ruang Bacaku adalah media edukasi dan literasi untuk berbagi artikel, makalah, pengetahuan, hukum, pendidikan, dan informasi pemerintahan desa.

Baca selengkapnya →