MAKALAH MAQASHID SYARIAH TENTANG MAQASHID DALAM PERBANKAN SYARIAH

 MAKALAH MAQASHID SYARIAH

TENTANG MAQASHID DALAM PERBANKAN SYARIAH

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Maqashid Syariah

  


 

Disusun Oleh:

Kelompok / Tim Penyusun

 

 

 

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH / EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS / PERGURUAN TINGGI

2026

 


 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul "Makalah Maqashid Syariah Tentang Maqashid dalam Perbankan Syariah" ini dengan baik dan tepat waktu.

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas akademik dalam mata kuliah Maqashid Syariah. Di dalam makalah ini, dibahas secara mendalam mengenai implementasi prinsip-prinsip maqashid syariah (tujuan-tujuan luhur syariat) dalam berbagai produk operasional perbankan syariah, mulai dari akad Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, Ijarah, Salam, Istishna', Rahn, hingga Wakalah.

Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen Pengampu mata kuliah serta berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan, dorongan, dan referensi pustaka. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun senantiasa diharapkan demi kesempurnaan karya ini.

Jakarta, Agustus 2026

 

 

Penulis

 


 

DAFTAR ISI

SAMPUL ........................................................................................................................................ i

KATA PENGANTAR ................................................................................................................. ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................................. iii

 

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1

    A. Latar Belakang ................................................................................................................. 1

    B. Rumusan Masalah ............................................................................................................... 2

    C. Tujuan ................................................................................................................................. 2

 

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................. 3

    A. Murabahah .......................................................................................................................... 3

    B. Mudharabah ........................................................................................................................ 4

    C. Musyarakah ........................................................................................................................ 5

    D. Ijarah ................................................................................................................................... 6

    E. Salam ................................................................................................................................... 7

    F. Istishna' ................................................................................................................................ 8

    G. Rahn .................................................................................................................................... 9

    H. Wakalah ............................................................................................................................... 10

 

BAB III PENUTUP .......................................................................................................................... 12

    A. Kesimpulan .......................................................................................................................... 12

    B. Saran ................................................................................................................................. 13

 

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 14

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perbankan syariah hadir sebagai institusi intermediasi keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariat Islam, dengan menjauhi praktik riba, maysir (perjudian), dan gharar (ketidakpastian). Namun, keberadaan bank syariah tidak hanya diukur dari aspek formalitas bebas bunga semata, melainkan dari sejauh mana produk dan operasional perbankan tersebut mampu mewujudkan kemaslahatan nyata bagi umat manusia1.

Dalam kerangka epistemologi hukum Islam, pencapaian kemaslahatan tersebut diatur melalui pendekatan Maqashid Syariah (tujuan-tujuan luhur syariat). Maqashid syariah dalam perbankan syariah berfungsi sebagai kompas etis dan strategis untuk memastikan bahwa setiap akad dan produk pembiayaan—seperti murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah, salam, istishna', rahn, dan wakalah—benar-benar mendatangkan perlindungan harta (hifzh al-mal), keadilan distributif, serta mendorong pertumbuhan sektor riil2.

Oleh karena itu, makalah ini akan mengkaji secara komprehensif bagaimana implementasi maqashid syariah menjiwai berbagai produk dan akad yang ada di dalam operasional perbankan syariah modern.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

1.    Bagaimana penerapan maqashid syariah dalam akad Murabahah?

2.    Bagaimana penerapan maqashid syariah dalam akad Mudharabah?

3.    Bagaimana penerapan maqashid syariah dalam akad Musyarakah?

4.    Bagaimana penerapan maqashid syariah dalam akad Ijarah?

5.    Bagaimana penerapan maqashid syariah dalam akad Salam?

6.    Bagaimana penerapan maqashid syariah dalam akad Istishna'?

7.    Bagaimana penerapan maqashid syariah dalam akad Rahn?

8.    Bagaimana penerapan maqashid syariah dalam akad Wakalah?


 

C. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penjabaran serta implementasi maqashid syariah dalam berbagai produk dan akad perbankan syariah secara mendalam.


1 M. Umer Chapra, Islamic Banking and Finance: Theh State of the Art (Islamic Economics Studies, 2001), hlm. 15.

2 Asmak Ab Rahman, Maqasid al-Shariah in Islamic Banking and Finance (Kuala Lumpur: CERT Publications, 2010), hlm. 45.

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Murabahah

Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati antara bank dan nasabah. Dalam perspektif maqashid syariah, murabahah berfungsi untuk memfasilitasi kebutuhan kepemilikan barang modal atau konsumtif secara transparan tanpa melibatkan unsur bunga (riba), sehingga menjaga prinsip perlindungan harta (hifzh al-mal) dan kejujuran dalam berniaga3.

Penerapan maqashid dalam murabahah menuntut bank untuk benar-benar memiliki atau menguasai barang yang diperjualbelikan (transaksi sektor riil) serta menghindari rekayasa pembiayaan tunai berbunga terselubung (tawarruq yang menyimpang), demi menjamin keadilan dan kemaslahatan nasabah.

B. Mudharabah

Mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara pemilik modal (shahibul mal) dan pengelola usaha (mudharib) di mana keuntungan dibagi berdasarkan nisbah yang disepakati, sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik modal (kecuali akibat kelalaian pengelola). Ditinjau dari maqashid syariah, mudharabah merupakan bentuk nyata keadilan distributif dan pemberdayaan ekonomi4.

Akad ini merealisasikan penjagaan harta (hifzh al-mal) melalui perputaran modal ke sektor produktif, membuka lapangan kerja, serta menjembatani pemilik dana yang tidak memiliki keahlian bisnis dengan para wirausahawan yang kompeten.

C. Musyarakah

Musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing-masing pihak menyumbangkan modal dengan ketentuan keuntungan dibagi bersama sesuai nisbah dan kerugian ditanggung proporsional sesuai porsi modal. Dalam kerangka maqashid syariah, musyarakah adalah puncak dari prinsip keadilan finansial karena risiko dan hasil ditanggung bersama secara transparan5.

Musyarakah mendukung pertumbuhan ekonomi makro, mencegah konsentrasi kekayaan pada segelintir orang, serta memperkuat kemaslahatan umat melalui kemitraan bisnis yang setara.


 

D. Ijarah

Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu aset dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah), tanpa diikuti pemindahan kepemilikan aset itu sendiri. Dalam perspektif maqashid syariah, ijarah memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pemanfaatan aset produktif atau perumahan tanpa harus membebani dengan utang pembelian langsung6.

Hal ini sejalan dengan prinsip kemudahan (taysir) dan perlindungan hak kepemilikan manfaat (hifzh al-mal), di mana penyewa mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan atas jasa yang disewanya.

E. Salam

Salam adalah akad jual beli barang dengan cara pemesanan di mana pembayaran dilakukan di muka secara tunai, sementara penyerahan barang dilakukan di kemudian hari dengan spesifikasi yang jelas. Ditinjau dari maqashid syariah, salam sangat berjasa dalam mendukung sektor pertanian dan industri kecil (mikro) dengan memberikan modal kerja di awal kepada produsen7.

Maqashid di balik akad salam adalah memberikan kepastian dan perlindungan ekonomi (hifzh al-nafs dan hifzh al-mal) bagi petani atau produsen kecil agar terhindar dari jeratan tengkulak yang eksploitatif.

F. Istishna'

Istishna' adalah akad jual beli pemesanan pembuatan barang tertentu (seperti bangunan, infrastruktur, atau barang manufaktur) dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati, di mana pembayaran dapat dilakukan secara bertahap atau sekaligus. Dalam kerangka maqashid syariah, istishna' menjadi instrumen strategis untuk membiayai pembangunan infrastruktur publik dan perumahan rakyat8.

Hal ini merealisasikan kemaslahatan umum (maslahah mursalah) dan perlindungan harta serta kebutuhan dasar masyarakat luas.

G. Rahn

Rahn adalah akad gadai di mana seseorang menahan harta milik nasabah sebagai jaminan atas utang atau pembiayaan yang diterimanya. Dalam perspektif maqashid syariah, rahn berfungsi sebagai instrumen jaminan keamanan transaksi (hifzh al-mal) bagi bank sekaligus memberikan solusi likuiditas darurat bagi nasabah yang membutuhkan dana talangan cepat tanpa jatuh pada riba9.

Pengelolaan rahn yang beretika melarang pengambilan keuntungan berlebihan dari barang jaminan, sehingga nilai kemanusiaan dan tolong-menolong tetap terjaga.

H. Wakalah

Wakalah adalah akad pelimpahan kuasa dari satu pihak (muwakkil) kepada pihak lain (wakil) untuk melakukan suatu tindakan tertentu yang boleh diwakilkan. Dalam operasional perbankan syariah, wakalah banyak digunakan dalam layanan jasa seperti pembukaan Letter of Credit (L/C) impor, transfer dana, dan pemeliharaan instrumen keuangan10.

Ditinjau dari maqashid syariah, wakalah mewujudkan prinsip kemudahan (taysir), tolong-menolong dalam kebaikan, serta menjamin profesionalisme dan amanah dalam menjalankan mandat finansial nasabah.


3 Adiwarman A. Karim, Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2014), hlm. 120.

4 Muhammad Syafi'i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani, 2001), hlm. 90.

5 Zulkifli, Panduan Praktis Transaksi Perbankan Syariah (Jakarta: Zikrul Hakim, 2013), hlm. 65.

6 Hendi Suhendi, Fiqih Muamalah (Jakarta: Rajawali Press, 2010), hlm. 115.

7 Nasroen Haroen, Fiqh Muamalah (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2007), hlm. 210.

8 Wahbah az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Jilid V (Damaskus: Dar al-Fikr, 1989), hlm. 380.

9 Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah (Jakarta: Alvabet, 2009), hlm. 140.

10 Ismail, Perbankan Syariah (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), hlm. 85.

 


 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1.    Seluruh produk dan akad dalam perbankan syariah—mulai dari Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, Ijarah, Salam, Istishna', Rahn, hingga Wakalah—memiliki landasan orientasi yang kuat pada pencapaian *Maqashid Syariah*, khususnya dalam hal perlindungan harta (*hifzh al-mal*), penegakan keadilan distributif, dan penguatan sektor riil.

2.    Penerapan maqashid syariah memastikan bahwa perbankan syariah tidak sekadar menjalankan formalitas hukum bebas bunga, melainkan secara substantif menghadirkan kemaslahatan, transparansi, dan kesejahteraan bagi nasabah dan perekonomian masyarakat secara luas.

B. Saran

Adapun saran yang dapat disampaikan melalui makalah ini adalah:

1.    Manajemen dan praktisi perbankan syariah diharapkan terus meningkatkan porsi pembiayaan berbasis bagi hasil (Mudharabah dan Musyarakah) agar esensi keadilan ekonomi Islam semakin nyata dirasakan oleh masyarakat.

2.    Akademisi dan peneliti ekonomi syariah perlu terus mengembangkan instrumen pengukuran kinerja bank syariah berbasis maqashid (*Maqashid Index*) sebagai evaluasi komprehensif terhadap kontribusi sosial perbankan syariah.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Antonio, Muhammad Syafi'i. 2001. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press.

Arifin, Zainul. 2009. Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Alvabet.

Az-Zuhaili, Wahbah. 1989. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Jilid V. Damaskus: Dar al-Fikr.

Chapra, M. Umer. 2001. Islamic Banking and Finance: The State of the Art. Jeddah: Islamic Research and Training Institute (IRTI).

Haroen, Nasroen. 2007. Fiqh Muamalah. Jakarta: Gaya Media Pratama.

Ismail. 2011. Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Karim, Adiwarman A. 2014. Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Rahman, Asmak Ab. 2010. Maqasid al-Shariah in Islamic Banking and Finance. Kuala Lumpur: CERT Publications.

Suhendi, Hendi. 2010. Fiqih Muamalah. Jakarta: Rajawali Press.

Zulkifli. 2013. Panduan Praktis Transaksi Perbankan Syariah. Jakarta: Zikrul Hakim.

 

 

 

Untuk mengunduhnya ke dalam format Microsoft Word (.docx), Anda cukup membuka tautan dibawah, lalu pilih menu File > Download (Unduh) > Microsoft Word (.docx).

https://docs.google.com/document/d/1IOzTZtwBBAjgLIarf_A8o-blMdskO4XPZNh4vS-JvmI/edit?tab=t.0

 


 

 

Posting Komentar

0 Komentar