Makalah Ekonomi Mikro Tentang Pasar Monopoli
MAKALAH EKONOMI
MIKRO
PASAR MONOPOLI
Disusun oleh:
· HABIB
MUSTOFA
Prodi : Hukum Ekonomi Syari’ah
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AS-SHIDDIQIYAH
LEMPUING JAYA KAB. OKISUM-SEL
TAHUN AKADEMIK 2014 / 2015
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan Rahmat serta
hidayah-Nya bagi kita semua, sehingga kita masih diberikan kesehatan yang tak
ternilai harganya.
Shalawat serta
salam kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW pembawa misi perjuangan
mateuhidkan Allah SWT.
Terima kasih
kami ucapkan kepada bapak Muhammad Isnan
sebagai dosen pembimbing yang telah banyak membantu sehingga tugas ini
dapat selesai sebagaimana semestinya. Kemudian kepada teman-teman kami ucapkan
terimna kasih pula atas dukungan yang telah diberikan kepada kami.
Sebagai manusia biasa kami selaku penulis tidak luput dari kesalahan dan kekurangan dalam pembuatan tugas ini. Oleh karena itu kami sangat mengaharapkan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan di masa yang akan datang.
Sebagai manusia biasa kami selaku penulis tidak luput dari kesalahan dan kekurangan dalam pembuatan tugas ini. Oleh karena itu kami sangat mengaharapkan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan di masa yang akan datang.
Lempuing
Jaya, Desember 2014
PENULIS
DAFTAR ISI
Halaman Depan................................................................................................... i
Kata Pengantar.................................................................................................... ii
Daftar Isi.............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................... 1
1.2 Rumuasan Masalah..............................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Pasar Monopoli................................................................. 2
2.2 Ciri-Ciri
Pasar Monopoli.................................................................... 2
2.3
Faktor-Faktor Yang Menimbulkan Monopoli.................................... 3
2.4 Pemaksimuman
Keuntungan Dalam Monopoli.................................. 5
2.5 Kemungkinan
Monopoli Mendapat Untung Yang Berlebihan.......... 6
2.6 Ketiadaan Kurva
Penawaran Dalam Monopoli.................................. 6
2.7 Diskriminasi
Harga Dalam Monopoli................................................. 7
2.8 Kebijakan
Pemerintah Dalam Monopoli Alamiah.............................. 7
2.9 Kebaikan
Dan Kelemahan Monopoli................................................. 8
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.......................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Selam kurang
lebih 20 tahun terakhir ini, wacana hukum ekonomi ditandai dengan pro dan kontra
tentang monopoli dan persaingan tidak sehat lainnya. Banyak kalangan yang
secara terang-terangan meminta agar Indonesia segera membuat aturan-aturan
dengan melihat pengalaman-pengalaman negara-negara industri yang sudah lama
memberlakukannya, seperti Amerika, Jepang, dsb.
Tak bisa
dibantah lagi bahwa undang-undang larangan praktik monopoli dan persaingan
usaha tidak sehat itu perlu karena kita tidak ingin perekonomian negara ini
hanya dikuasai oleh segelintir orang atau pengusaha yang memiliki pangsa pasar
yang monopolistis dan persaingan tidak sehat lainnya. Struktur pasar
yangdemikian itu tidak hanya merugikan mekanisme pasar, yang seharusnya
dituntut oleh kompetensi yang sehat, tetapi juga akan merugikan pengusaha kecil
dan terlebih lagi bagi konsumen. Konsumen merasakan dampak yang sangat dominan
ketika harga yang ditawarkan para monopolis terlalu tinggi sedangkan produk
tersebut sangat dibutuhkan. Pada gilirannya yang rugi juga para buruh dan
negara pasar pada akhirnya tidak dapat berperan optimal.
Dalam jangka
panjang, bila semua ini tidak diatasi sedini mungkin maka struktur perekonomian
kita akan diwarnai dengan kesenjangan yang tajamdan tidak sehat. Untuk itu
perlu dan saya rasa sangat perlu sekali adanya campur tangan pemerintah dalam
mengatur pasar monopoli ini. Sebelumnya kita juga perlu mengetahui apakah
sebenarnya pasar monopoli ini, ciri-cirinya, penyebab terjadinya monopoli
sehingga kita akan mendapat sebuah gambaran bagaimana memberikan pengaturan
terhadap monopolis yang ada.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
pengertian pasar monopoli
2.
ciri-ciri pasar monopoli
3.
Faktor-faktor yang menimbulkan monopoli
4.
Pemaksimuman keuntungan dalam monopoli
5.
Kemungkinan monopoli mendapat untung yang berlebihan
6.
Ketiadaan kurva penawaran dalam monopoli
7.
Diskriminasi harga dalam monopoli
8.
Kebijakan pemerintah dalam monopoli alamiah
9.
Kebaikan dan kelemahan monopoli
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di
mana hanya terdapat satu perusahaan saja. Dan perusahaan ini menghasilkan
barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat.
2.2 CIRI-CIRI PASAR MONOPOLI
Ciri-ciri dari pasar monopoli antara lain:
1.
Pasar Monopoli Adalah Industri Satu Perusahaan
Sifat ini
sudah secara jelas dilihat dari definisi monopoli di atas, yaitu hanya ada satu
saja perusahaan dalam industri tersebut. Barang atau jasa yang dihasilkannya
tidak dapat dibeli dari tempat lain. Para pembeli tidak mempunyai pilihan lain,
kalau mereka menginginkan barang tersebut maka mereka harus membeli dari perusahaan
monopoli tersebut.
2.
Tidak Mempunyai Barang Pengganti yang Mirip
Barang yang dihasilkan perusahaan tidak
monopoli tidak dapatdigantikan oleh barang lain yang ada dalam pasar. Barang
tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang seperti itu dan tidak
terdapat barang mirip (close substitute) yang dapat menggantikan barang
tesebut.
3.
Tidak Terdapat Kemungkinan untuk Masuk ke dalam Industri
Sifat inimerupakan sebab utama yang
menimbulkan perusahaan yang mempunyai kekuasaan monopoli. Adanya hambatan
kemasukan yang sangat tangguh menghidarkan berlakunya keadaan yang seperti itu.
Ada beberapa bentuk hambatan kemasukan dalam pasar monopoli.
Ada yang bersifat legal yaitu dibatasi dengan
undang-undang. Ada yang bersifat teknologi yaitu teknologi yang digunakan sangat
canggih dan tidak mudah dicontoh. Dan ada pula yang bersifat keuangan yaitu
modal yang diperlukan sangat besar.
4.
Dapat Mempengaruhi Penentuan Harga
Karena
perusahaan monopoli merupakan satu-satunya penjual di dalam pasar maka,
perusahaan monopoli dipandang sebagai penentu harga atau price setter.
Dengan mengadakan pengendalian ke atas produksi dan jumlah barang yang
ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga pada tingkat yang
dikendakinya.
5.
Promosi Iklan Kurang Diperlukan
Karena perusahaan
monopoli adalah satu-satunya perusahaan di dalam industri, ia tidak perlu
mempromosikan barangnya dengan menggunakan iklan. Walau bagaimanapun perusahaan
monopoli dering membuat iklan. Iklan tersebut bukalah bertujuan untuk menarik
pembeli, tetapi untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
2.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MENIMBULKAN
MONOPOLI
Terdapat
tiga faktor yang dapat menyebabkan wujudnya pasar (perusahaan) monopoli. Ketiga faktor tersebut adalah:
1.
Perusahaan Monopoli Memiliki Suatu Sumber Daya yang Unik
dan Tidak Dimiliki oleh Perusahaan Lain.
Salah satu sumber penting dari adanya monopoli
adalah pemilikan suatau sumber daya yang unik (istimewa) yang tidak dimiliki
oleh orang atau perusahaan lain. Perusahaan air minum di suatu kota adalah salah
satu contoh lain dari kekuasaan monopoli yang memiliki sumber daya yang unik.
2.
Perusahaan Monopoli pada Umumnya Dapat Menikmati Skala
Ekonomi (Economies of Scale) hingga ke Tingkat Produksi yang Sangat
Tinggi.
Di dalam abad ini perkembangan teknologi berlaku
sangat pesat sekali. Di berbagai kegiatan ekonomi tingkat teknologi adalah
sedemikian modernnya sehingga produksi yang efisien hanya dapat dilakukan
apabila jumlah produksinya sangat besar dan meliputi hampir seluruh produksi
yang diperlukan di dalam pasar.
Keadaan seperti ini berarti suatu perusahaan
hanya akan menikmati skala ekonomi yang maksimum apabila tingkat produksinya
adalah sangat besar jumlahnya.
Pada waktu perusahaan mencapai keadaan di mana
biaya produksi mencapai keadaan di mana biaya produksi mencapai minimum, jumlah
produksi adalah hampir menyamai jumlah permintaan yang wujud dalam pasar.
Dengan demikian, sebagai akibat dari skala ekonomi yang demikian sifatnya,
perusahaan dapat menurunkan harga barangnya apabila produksi semakin tinggi.
Pada tingkat produksi yang sangat tinggi, harga adalah sedemikian rendahnya
sehingga perusahaan-perusahaan baru tidak akan sanggup bersaing dengan
perusahaan yang terlebih dahulu berkembang. Keadaan ini mewujudkan pasar
monopoli.
Suatu industri yang skala ekonominya mempunyai
sifat seperti yang diterangkan di atas adalah perusahaan yang dikatakan
merupakan monopoli alamiah atau natural monopoly. Monopoli alamiah pada
umumnya dijumpai dalam perusahaan jasa umum (utilities) seperti
perusahaan listrik, perusahaan air minum, perusahaan telepon, dan prusahaan
amgkutan kereta api.
3.
Monopoli Wujud dan Berkembang Melalui Undang-undang yaitu
Pemerintah Memberi Hak Monopoli Kepada Perusahaan Tersebut
Di dalam undang-undang pemerintah yang
mengatur kegiatan perusahaan-parusahaan terdapat beberapa peraturan yang
akan mewujudkan kekuasaan monopoli. Peraturan-peraturan yang seperti itu
adalah :
1.
Peraturan paten dan hak cipta
Perkembangan ekonomi yang pesat terutama
menimbulkan oleh perkembangan teknologi. Untuk mengembangkan teknologi
kadang-kadang diperlukan waktu bertahun-tahun dan biaya yang sangat besar. Oleh
sebab itu kegiatan dan pengeluaran untuk mengembangkan teknologi tidak akan
dilakukan perusahaan apabila hasil jerih payah mereka dengan mudah dicontoh
atau dijiplak oleh perusahaan lain.
Agar usaha mengembangkan teknologi dengan
tujuan untuk menciptakan barang baru akan memberi keuntungan kepada perusahaan,
haruslah pemerintah melarang dan menghukum kegiatan menjiplak tersebut. Hak
cipta atau copy rights merupakan bentuk lain dari hak paten yaitu
merupakan suatu jaminan hukum untuk menghindari penjiplakan.
2.
Hak usaha eksklusif
Apabila skala ekonomi hanya diperoleh setelah
perusahaan itu mencapai tingkat produksi sangat tinggi, kepentingan khalayak
ramai akan dimaksimumkan apabila perusahaan diberi kesempatan untuk menikmati
skala ekonomi itu, dan pada waktu yang sama diharuskan menjual produksinya
dengan harga rendah. Untuk menciptakan keadaan seperti ini secara serentak
pemerintah harus menjalankan dua langkah :
a.
Memberikan hak monopoli kepada suatu perusahaan dalam
suatu keadaan tertentu.
b.
Menentukan harga atau tarif yang rendah ke atas barang
atau jasa yang diproduksikan. Contoh perusahaan ini adalah perusahaan air
minum, pembangkit listrik dan angkutan kereta api.
Tanpa adanya hak eksklusif untuk berusaha
sebagai perusahaan monopoli akan timbul halangan untuk menikmati skala ekonomi
secara maksimum. Sebagai akibatnya setiapa perusahaan akan menetapakan harga /
tarif yang tinggi ke atas barang / jasa yang dihasilkannya. Untuk menghindari
agar perusahaanh tidak mengambil tindakan yang seperti itu pemerintah, di
samping memberikan hak monopoli akan menetapkan harga / tarif penjualan dari
barang / jasa yang disediakan perusahaan tersebut.
2.4
PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN DALAM MONOPOLI
Untuk memaksimumkan koperasi ada dua hal yang harus dilakukan,
yaitu:
a.
Biaya total dan
hasil penjualan total
b.
Biaya marginal
dan hasil penjualan marginal
2.4.1 PRODUKSI, HARGA DAN PENJUALAN
Karena hanya ada satu pasar dalam monopoli, maka permintaandalam
industri juga dapat dikatakan sebagai permintaan dalam pasar. Sifat umum
permintaan barang (makin sedikit jumlah suatu barang, makin tinggi harga
barang), menyebabkan kurva permintaan atas suatu barang adalah menurun dari
kiri atas ke kanan bawah. Permintaan yang ada dalam pasar monopoli berbeda
dengan pasar persaingan sempurna, sebagai akibat monopoli harga selalu lebih
tinggi dan hasil penjualannya marginal. Apabila harga semakin menurun, pada waktu jumlah produksi
semakin meningkat, maka :
a.
Hasil penjualan total akan mengalami pertambahan, tetapi
pertambahan itu semakin berkurang apabila produksi bertambah banyak. Setelah mencapai tingkat produksi tertentu, pertambahan akan
negatif
b.
Pada umumnya, hasil penjualan marginal nilainya lebih
rendah daripada harga
Pemaksimuman keuntungan dalam monopoli, dapat
dihitung dengan formula kuntungan = hasil penjualan marginal. Ada beberapa hal
yang perlu diketahui dalam pemaksimuman dengan menggunakan pendekatan biaya dan
hasil penjualan total sebagai berikut:
a.
Jika perusahaan
tidak beroperasi bearti jumlah produksi = 0.
b.
Biaya marginal
akan semakin rendah apabila produksi ditambah.
c.
Biaya total
akan semakin meningkat pada setiap penambahan satu unit produksi.
2.5
KEMUNGKINAN MONOPOLI MENDAPAT UNTUNG YANG BERLEBIHAN
Banyak orang menganggap bahwa keuntungan besar
merupakan fenomena penting dalam monopoli. Pandangan tersebut sebenarnya
merupakan pandangan yang kurang tepat, karena dalam monopoli juga berlaku empat
kemungkinan dalam jangka pendek seperti dalam pasar persaingan sempurna;
mendapat untung melebihi normal, untung normal, rugi masih dapat membayar
kembali biaya tetap, mengalami kerugian.
2.6 KETIADAAN KURVA PENAWARAN DALAM MONOPOLI
Di dalam perusahaan monopoli atau perusahaan
besar lainnya yang kurva permintaan ke atas hasil produksinya, bersifat menurun
dari atas ke kanan bawah, kurva penawarannya tidak dapat ditunjukkan karena
tidak terdapat sifata hubungan yang tepat diantara harga dan jumlah yang ditawarkan/
produksi oleh perusahaan tersebut.
2.7 DISKRIMINASI HARGA
DALAM MONOPOLI
Untuk memaksimumkan keuntungan pasar monopoli
dapat menggunakan diskriminasi harga. Dalam hal ini langkah pertama yang
dilakukan adalah menentukan harga tiap – tiap unit barang berdasarkan biaya
produksi yang dikeluarkan dan sifat permintaan di setiap pasar – untuk pasar
dalam dan luar negeri.
2.7.1 Syarat-syarat Diskriminasi Harga
Adapun syarat – syarat menggunakan
diskriminasi harga adalah sebagai berikut:
a.
Barang tidak dapat dipisahkan dari pasar satu ke pasar
yang lain.
b.
Sifat barang dan jasa memungkinkan untuk melakukan
diskriminasi harga.
c.
Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing –
masing pasar haruslah sangat berbeda.
d.
Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang
melebihi tambahan keuntungan yang diperoleh tersebut
e.
Produsen dapat mengeksploiter beberapa sikap tidak
rasional konsumen.
2.7.2 Contoh-contoh
Kebijakan Diskriminasi Harga
a.
Kebijakan diskriminasi harga yang dilakukan oleh
perusahaan monopoli pemerintah. Misalnya adanya tarif yang berbeda antara tarif
listrik dan tarif listrik perusahaan.
b.
Kebijakan diskriminasi harga oleh jasa – jasa
profesional.
c.
Kebijakan diskriminasi harga di pasar internasional.
2.8
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MONOPOLI ALAMIAH
Arti monopoli secara alamiah adalah perusahaan
yang terus menerus menikmati skala ekonomi hingga pada tingkat produksi yang
sangat banyak jumlahnya, berarti AC terus menerus turun hingga ke tingkat
produksi yang sangat tinggi.
2.8.1 Monopoli Alamiah dan Pemaksimuman
Keuntungan
Untuk memaksimumkan manfaat keuntungan dari
pasar monopoli tersebut memerlukan campur tangan dari pemerintah yang dapat
menjamin perusahaan tersebut menguntungkan masyarakat. Campur tangan tersebut
dapat dilakukan dengan mengendalikan dan menentukan harga tetap atas barang
atau jasa yang dihasilkan perusahaan tersebut. Kapasitas optimal adalah
penggunaan kapasitas perusahaan sehingga mencapai tingkat di mana produksi
mencapai tingkat paling minimum.
2.8.2 Campur Tangan Pemerintah
Untuk menghindari kerugian yang dialami oleh
pasar monopoli, pemerintah perlu campur tangan dengan menetapkan harga yang
wajar, dan dengan itu dapat meringankan konsumen barang produksi monopoli,
tersebut. Cara lain yang dapat dilakukan pemerintah untuk menetapkan
harga dan jumlah penawaran yang mencukupi adalah dengan menetapkan harga di
mana harga = biaya rata – rata (P= AC).
2.9 KEBAIKAN DAN
KELEMAHAN MONOPOLI
2.9.1 Efisiensi Kegiatan Monopoli
Penggunaan sumber – sumber daya yang tidak
optimal, menimbulkan akibat:
a.
Produksi dan penawaran barang adalah relatif dan ini
meninggikan.
b.
Biaya produksi adalah lebih tinggi daripada biaya rata –
rata yang optimum.
2.9.2 Perbandingan Efisiensi Monopoli dan
Persaingan Sempurna
Perbandingan ini dapat dilakukan dengan
melihat dua keadaan, yaitu biaya produksinya sama dan apabila biaya produksinya
berbeda.
a.
Biaya produksinya sama, yaitu perbandingan efisiensi di
antara pasar persaingan sempurna dan monopoli dalam menggunakan sumber-sumber
daya, memproduksi barang, dan meminimumkan biaya produksi per unit.
b.
Biaya produksi berbeda yaitu kesimpulan-kesimpulan dalam
analisis sebelum ini hanyalah benar apabila dianggap kurva biaya produksi dalam
pasar persaingan sempurna adalah sama dengan monopoli.
2.9.3 Perkembangan Teknologi dan Inovasi
Ada berbagai pendapat tentang pengaruh
monopoli terhadap perkembangan teknologi dan inovasi. Alasan – alasan dari
masing-masing pendapat ini diterangkan di bawah ini:
1.
Pandangan I: monopoli tidak merangsang inovasi
Golongan yang berpendapat bahwa monopoli tidak
merangsang perkembangan teknologi dan inovasi melandaskan keyakinannya kepada
pelanggan bahwa ketiadaan persaingan menimbulkan keengganan kepada monopoli
untuk melakukan perubahan.
2.
Pandangan II: Monopoli Merangsang Inovasi
Golongan yang berpendapat bahwa monopoli
merangsang perkembangan inovasi melandaskan alasannya sebagai berikut:
a.
Perkembangan teknologi dan inovasi adalah suatu cara
untuk mengurangi biaya per unit dan meninggikan keuntungan.
b.
Memiliki teknologi yang lebih baik dari perusahaan lain
adakalanya merupakan sumber dari terwujudnya monopoli.
2.9.4 MONOPOLI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Dalam monopoli terdapat kemungkinan bahwa
harga akan lebih tinggi, jumlah produksi lebih rendah, dan keuntungan lebih besar
daripada di dalam persaingan sempurna. Berdasarkan kemungkinan yang terjadi,
para ahli berpendapat monopoli menimbulkan keadaan buruk ke atas kesejahteraan
masyarakat dan pemerataan (distribusi pendapatan) menjadi lebih tidak merata.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di
mana hanya terdapat satu perusahaan saja. Dan perusahaan ini menghasilkan
barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat.
Ciri-ciri
antara lain pasar monopoli adalah industri satu perusahaan, tidak mempunyai
barang pengganti yang mirip, tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam
industri, dapat mempengaruhi penentuan harga, promosi iklan kurang diperlukan.
Faktor-faktor
yang menimbulkan monopoli antara lain perusahaan monopoli memiliki suatu sumber
daya yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain, perusahaan monopoli
pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi (economies of scale) hingga
ke tingkat produksi yang sangat tinggi, monopoli wujud dan berkembang melalui
undang - undang yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan
tersebut.
Dari
ciri-ciri dan faktor-faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa monopoli cenderung
dapat memperburuk distribusi pendapatan dalam masyarakat.
3.2 saran
Demikianlah
tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan. Harapan kami dengan adanya
tulisan ini bisa menjadikan kita untuk lebih sadar.
Kritik
dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca, khususnya dari dewan guru
yang telah membimbing kami dan para siswa demi kesempurnaan makalah ini.Apabila
ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Karim, Adiwarman, A., Ir., Ekonomi mikro islami, PT Raja
Grafindo, Jakarta
Muhammad Ali, e-book Hukum Menimbun Barang Dagangan,
hlm.4, Al-Furqon, Gresik, Edisi 7 Th. ke-7, 1429 H
M.Nur riantoAl Arif. Teori Mikro Ekonomi, Jakarta, Rencana,
Pernada , 2000


0 komentar: